Langsung ke konten utama

Postingan

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

The Teacher, Nonton Streaming Film Indonesia di STRO

Hari Jumat tanggal 8 Januari 2020 kemarin, aku menonton film "The Teacher" dengan menggunakan layanan streaming di  STRO.TV - Stream ON! . Kupikir awalnya ini film serius yang bercerita tentang seorang guru.  Namun ketika aku menonton filmnya setelah sebelumnya telah menyimak trailernya, ternyata ini film komedi yang kocak banget.  Cocok ditonton bersama keluarga, walau bagi anak-anak  yang ingin menonton ini tetap harus didampingi oleh orang tua ya, karena film ini merupakan jenis film BO (Bimbingan Orang Tua). Film ini bercerita tentang seorang polisi wanita yang sedang menyamar menjadi seorang guru di suatu sekolah elite guna dapat membongkar jaringan narkoba disana.  Siapa pun di sekolah tersebut patut dicurigai, mulai dari para guru, murid hingga wali murid. Film Teachers dibintangi oleh Yova Gracia (Agnes, seorang polisi wanita yang sedang menyamar menjadi guru) & Estelle Linden (Meg, wali kelas 4A) . Film ini juga didukung oleh para comedian senior sebut saja

Darurat Literasi Digital di Indonesia

Literasi Digital adalah kemampuan dasar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang terhubung dengan dunia maya, - Angrumaoshi - Sumber : www.pixabay.com Pengertian Literasi Digital Pernah dengar Literasi Digital? Jujur, aku pernah mendengarnya namun belum paham 100%. Kalau literasi keuangan/finansial dan literasi baca tulis sudah cukup sering ya mendengarnya. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Literasi Digital, aku mau mengutip terlebih dahulu mengenai pengertian dari literasi yang disebutkan di wikipedia. “ Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. ” Nah ternyata, literasi itu ada banyak jenisnya. Salah satunya adalah literasi digital. Tetapi apa saja sih jenis-jenis literasi itu, berikut jenis litera

Balada Si Roy, Film Layar Lebar Perdana IDN Pictures

  Jangan percaya terhadap cinta, karena itu akan menjajah hidup kamu! begitu kata Roy. Seorang petualang jiwanya tidak bisa dimiliki, karena dia butuh inspirasi. Kalau jiwanya sudah diikat, berarti dia akan beku dan mati. Baginya, cinta bukan berarti harus menjadi jangkar dalam hidupnya. Balada Si Roy ke Layar Lebar November 2020 lalu, IDN Pictures telah mengumumkan bahwa akan mengangkat Novel lawas Balada Si Roy ke layar lebar sekaligus menjadi proyek perdananya dengan Fajar Nugros sebagai sang sutradara dan Susi Susanti sebagai produsernya. Sumber : IDN Media Bagi generasi milenial atau pun generasi Z tentunya mungkin masih terdengar asing dengan novel yang berjudul Balada Si Roy. Padahal novel Balada Si Roy ini sangat terkenal di masa tahun 80-90an.  Coba deh kamu tanya ke Ibu/Bapak kamu atau tante/om kamu pasti tau tentang kisah Balada Si Roy ini. Novel lawas Balada Si Roy ini merupakan karya dari Gol A Gong yang merupakan nama pena dari  Heri Hendrayana Harris , seorang sastrawan

Harapanku Bergabung Squad Blogger ODOP

Blogger Squad ODOP itu apa ya? Aku ceritakan dulu komunitas ODOP ya. Komunitas One Day One Post atau biasa disebut ODOP ini, komunitas tempat berkumpulnya orang-orang yang suka menuangkan rasa dengan tulisan.  Untuk dapat bergabung butuh perjuangan loh, salah satunya mengikuti kelas via wag dan mengerjakan tugasnya.  Kalau absen mengerjakan tugas, otomatis gugur dan tidak bisa deh menjadi anggota komunitas One Day One Post ini. Setelah lulus dan bergabung menjadi anggota komunitas One Day One Post (ODOP) ini, ditawarkan kepada para anggotanya pendalaman materi sesuai dengan minatnya. Jadi dapat dikatakan pada komunitas ODOP ini ada beberapa kelas kecilnya lagi didalamnya, sesuai dengan passion yang lebih mengerucut.  Berhubung banyak blogger yang tergabung pada komunitas ODOP ini dan banyak juga yang masih newbie dan ingin mengenal lebih dalam tentang dunia blog, maka dibentuklah Blogger Squad ODOP di tahun 2020 ini.  Kalau aku sih jelas punya harapan awal yang besar saat mengikuti Blo

Selamat Datang Vaksin Virus Corona untuk Indonesia

Andaikan vaksin virus corona telah tersedia jauh-jauh hari, tentunya kita tidak akan pusing dan merasa takut yang berlebihan dengan corona seperti setahun terakhir ini. Untungnya banyak negara dan perusahaan farmasi berlomba-lomba dan giat untuk menciptakan vaksin untuk covid-19.  Sudah banyak nama-nama vaksin covid-19 yang siap beredar disebutkan pada berita seperti   vaksin moderna , vaksin Bio Farma (Persero), vaksin Astra Zeneca-Oxford, vaksin Sinopharm, vaksin Pfizer-BioNTech, dan vaksin Sinovac. Indonesia pun akan menggunakan keenam jenis merk vaksin ini. Bahkan vaksin Sinovac sudah datang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Tiap-tiap vaksin mempunyai harga yang berbeda-beda. Begitupun dengan efek samping yang menyertainya. Bahkan bagi yang memiliki alergi disarankan juga untuk berhati-hati dalam memilih vaksin yang sesuai untuk tubuhnya.  Sumber gambar : www.pixabay.com Tak terasa sudah hampir setahun covid-19 bersama kita. Dalam hitungan hari pun tahun juga

Terima Kasih Squad Blogger ODOP

Entah kata apa yang dapat kuucapkan kepada seluruh anggota Squad Blogger ODOP.  Naik turun semangat selama mengikuti kelas ini selalu dapat terpacu dengan adanya teman-teman semua.  Tugas yang nampak mudah namun sulit untuk dikerjakan.  Pentingnya prioritas serta menjunjung tinggi komitmen awal saat ikut ambil bagian menjadi Squad Blogger ODOP selalu kuingat.  Semangat teman-teman member Squad Blogger ODOP benar-benar menular.  Aku awalnya sempat kurang semangat karena merasa tertinggal dengan tingkat literasi digitalku di dunia blog masih jauhlah jika dibandingkan para blogger senior di Squad Blogger ODOP.  Namun ternyata para member Squad Blogger ODOP ini benar-benar baik hati, tidak sombong dan suka menolong serta sabar.  Aku pun menjadi terpacu dan tidak malu bertanya apa pun di kelas ini, termasuk untuk pertanyaan yang sangat mudah sekalipun.  Aku hanya dapat mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas segala sharing ilmu , atas segala jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku seputar

Blogger Squad ODOP yang Baru?

Tak terasa kelas Blogger Squad ODOP angkatan perdana 2020 ini akan berakhir.  Tak rela rasanya jika kelas ini harus selesai.  Masih banyak ilmu yang bisa kugali dan saling berbagi di kelas ini.  Kebersamaan selama ini tak rela jika harus hilang dengan berakhirnya kelas ini.  Apakah kelas Blogger Squad ODOP ini akan diadakan lagi? Apakah benar-benar akan berakhir?  Aku masih berharap jika kelas Blogger Squad ODOP ini tidak akan pernah berakhir selamanya.  Namun setiap ada pertemuan disitu pasti ada akhir. Begitu pula kelas Blogger Squad ODOP ini.  Harapanku hanya, jika kelak akan ada lagi kelas Blogger Squad ODOP ini, para alumni dapat bergabung kembali sehingga anggota Blogger Squad ODOP semakin banyak, besar dan berkualitas.  Harapan lainnya, semoga tali silahturahmi yang telah terjalin erat selama bersama-sama di kelas Blogger Squad ODOP tidak akan terputus dan selalu awet hingga masa-masa selanjutnya.  Baca juga :  Harapanku dulu ketika awal bergabung Squad Blogger ODOP

Ilmu Ngeblog dari Squad Blogger ODOP

  Ternyata setelah aku mengikuti kelas Blogger Squad ODOP ini selama beberapa bulan, banyak sekali ilmu yang aku dapatkan. Aku benar-benar merasa seperti remah rengginang di dunia tulis menulis khususnya dunia blog dan sosmed.  Mengapa sosmed aku kusebut juga karena blog dan sosmed itu bagaikan saudara yang saling mendukung dan memerlukan satu dengan yang lainnya.  Sosmed dan blog bisa saja saling berdiri sendiri dan tak berhubungan namun rugilah kalau blog tidak disinergikan dengan sosmed. Beberapa ilmu yang aku dapatkan antara lain: 1. Sosmed dan Blog harus saling mendukung. Sosmed ibarat sarana kita untuk mempublikasikan artikel/postingan terbaru di blog kita.  2. Tips menaikkan DA dan PA Ternyata ada banyak jalan menuju DA dan PA tinggi (secara organik ya). Tipsnya dibahas tuntas dan mesti dikerjakan sebagai tugas. Penasaran gak DA PA blog ini naik berapa?  3. Tips untuk memonitor dan menganalisa blog kamu via Google Analytics (GA) dan Google Search Console (GSC). Melal

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan.  Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda.  sumber : www.pixabay.com Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah.  Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat i

Bantir Hills Kabupaten Semarang di Era New Normal

Bantir Hills di Era New Normal Bantir Hills, aku sudah lama sebenarnya mendengar nama ini dan sempat viral ya beberapa waktu yang lalu jauh sebelum masa pandemi dan era new normal ini, namun aku sendiri belum pernah kesana. Tapi akhirnya kesampaian juga nih menengok indahnya Bantir Hills walau di era adaptasi kebiasaan baru ini.  Setelah puas bermain di  Air Terjun Klenting Kuning , waktu sudah menunjukkan 15.00 sore. Kami sudah bersiap pulang dan tidak sempat berpikir akan singgah kemana-mana. Namun di perjalanan pulang ini ternyata melewati plang Bantir Hills. Kami pun akhirnya mengikuti plang tersebut. Kami pun bertanya pada bapak-bapak yang sedang duduk di depan suatu tempat makan kecil. Ternyata benar ini pintu masuk menuju tempat wisata Bantir Hills. Tetapi mobil hanya dapat sampai disini saja. Harus parkir dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sekita 700m.  Waw, sang ayah pun sudah ancang-ancang memutar balik dan berterima kasih kepada bapak tersebut atas inf