Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Pemilu di Depan Mata, Masihkah Terulang?

Jika melihat jauh ke masa-masa zaman penjajahan Belanda. Sering kali kita mendengar bahwa strategi yang digunakan Belanda adalah devide et impera atau strategi memecah belah kesatuan yang ada. Hal ini terbukti efektif dengan banyaknya jatuh kerajaan-kerajaan baik kecil maupun besar ke dalam kekuasaan Belanda saat itu. Belanda akhirnya dapat menguasai Indonesia hingga 350 tahun lamanya sejak kedatangannya pertama kali di Batavia pada tahun 1600an. Strategi memecah belah kesatuan ini pelan tapi pasti saat ini juga tengah mengintai bangsa ini. Perbedaan pandangan politik, bahkan perbedaan apa pun diruncingkan sehingga membuat terpecah belah menjadi kelompok-kelompok yang berbeda-beda dan membenci satu sama lain. Belum lagi hembusan HOAX yang setiap detik berseliweran di dunia maya, di ruang-ruang silahturahmi kita bersama teman-teman yang dapat membuat kita semua saling ejek hingga akhirnya membenci dan memutus tali silahturahmi.Hal ini tidak hanya memakan korban orang-orang dewasa, bahk…