Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Pemilu di Depan Mata, Masihkah Terulang?

Jika melihat jauh ke masa-masa zaman penjajahan Belanda. Sering kali kita mendengar bahwa strategi yang digunakan Belanda adalah devide et impera atau strategi memecah belah kesatuan yang ada. Hal ini terbukti efektif dengan banyaknya jatuh kerajaan-kerajaan baik kecil maupun besar ke dalam kekuasaan Belanda saat itu. Belanda akhirnya dapat menguasai Indonesia hingga 350 tahun lamanya sejak kedatangannya pertama kali di Batavia pada tahun 1600an. Strategi memecah belah kesatuan ini pelan tapi pasti saat ini juga tengah mengintai bangsa ini. Perbedaan pandangan politik, bahkan perbedaan apa pun diruncingkan sehingga membuat terpecah belah menjadi kelompok-kelompok yang berbeda-beda dan membenci satu sama lain. Belum lagi hembusan HOAX yang setiap detik berseliweran di dunia maya, di ruang-ruang silahturahmi kita bersama teman-teman yang dapat membuat kita semua saling ejek hingga akhirnya membenci dan memutus tali silahturahmi. Hal ini tidak hanya memakan korban orang-orang dewasa, b