Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tantangan ODOP

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

#KAI Perjalanan Ke Bandung demi Survey Tempat Kuliah Idaman

Aku saat itu duduk di bangku kelas 3 SMU. Berdebar-debar rasanya membayangkan bahwa sebentar lagi akan berkuliah. Aku bersama teman-temanku, para perempuan tangguh mempunyai mimpi yang sama ingin dapat berkuliah di universitas negeri ternama. Salah satunya tentu, kampus di bandung yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pajajaran (Unpad).Kami pun berenam sepakat untuk survey kampus di bandung tersebut. Walaupun belum tentu kami akan memilih kampus tersebut nantinya, karena masih ada beberapa universitas negeri lainnya yang juga kami incar. Salah seorang nenek dari teman kami ada yang mempunyai kos-kosan di daerah kampus tersebut. Kami pun berencana untuk menginap disana, karena sedang ada kamar kosong. Perjalanan pun kami sepakati untuk menggunakan Argo Parahyangan.Saat itu belum ada tiket online seperti sekarang ini. Sehingga kami pun mengantri di stasiun untuk membeli tiket. Di depan kami terdapat beberapa anak laki-laki yang sepertinya juga seumuran dengan kami. Kaya…

#KAI Perjalanan Pertamaku ke Rumah Eyang Tanpa Ditemani Orang Tuaku

Pengalamanku bepergian tidak bersama orang tua ke rumah eyang di Solo, sangat berkesan. Kala itu, aku masih berumur 10 tahunan. Aku pergi bersama ke-empat saudara sepupuku yang juga seumuran ditemani oleh om dan tante yang merupakan orang tua dari kedua kakak beradik sepupuku.Kami berangkat bersama menggunakan kereta eksekutif Argo Lawu. Waktu itu kami berangkat pagi hari. Perjalanan kurang lebih memakan waktu 8 jam. Aku yang baru pertama kali naik kereta api tanpa orang tuaku, sama sekali tidak merasa cemas. Namun rasa senang sangat meluap-luap karena liburan ini akan aku habiskan bersama sepupu-sepupuku di rumah eyang. Orang tuaku melepas aku di stasiun hingga kereta berangkat meninggalkan peron berangkat menuju solo. Sejenak setelah kereta bergerak, aku yang memang aktif sejak kecil, sudah tidak sabar ingin menjelajahi kereta api ini. Akhirnya kami pun ijin ke om dan tante lalu berkelanalah kami menyusuri gerbong demi gerbong. Ternyata setiap gerbong sama isinya. Namun ada 1 gerbon…

Viva and Bravo ODOP, 'Till we meet again

Posting kali ini dipersembahkan kepada komunitas One Day One Post Batch 6 special teruntuk para penanggung jawab (PJ) kelas Pulau Natuna. Jujur baru kali ini ikut kelas online tentang menulis, gratis pula namun kualitas sharing ilmunya dapet banget. Konsistensi para PJ juga aku salut banget, patut diacungin jempol semuanya. Kalau kita belum ngumpulin, ditagih terus. Lalu jika kita ada pertanyaan walau yang teramat simple khususnya bagi aku yang baru mengenal dunia tulis menulis dan baru kali ini membuat blog, dengan sabar dijawab dengan runtut. Sistematika materi sharing dari para narasumber, blogwalking, bedah tulisan hingga 1 jam lebih dekat dengan para pengurus komunitas dan peserta juga bagus. Tak terasa waktu kebersamaan selama 2 bulan ini hampir habis. Yeay, semoga lulus. So bisa lanjut ke kelas penjurusan fiksi atau non fiksi. Akhir kata selain ucapan terima kasih, hanya doa saja yang bisa kusampaikan semoga ketulusan para pije yang ikhlas dan tanpa pamrih ini menebar ilmu menu…

Ketika Tcash Menjadi Bagian dari Gaya Hidupku

TCASH. Aku adalah salah satu pengguna telkomsel yang sudah cukup lama sejak 20 tahun yang lalu. Sempat berganti beberapa nomer SIMPATI karena 3x aku pernah kecopetan. Saat itu aku masih pengguna prabayar SIMPATI. Lalu setelah aku lulus kuliah dan bekerja, nomer prabayarku pun aku upgrade menjadi pascabayar Kartu HALO. Ketika upgrade menjadi pascabayar, saat itu Telkomsel juga launching TCASH. Saat itu aku sama sekali tidak tertarik untuk menggunakan TCASH. Mengapa? 1. Aneh, bayar pake stiker. 2. Ribet, mesti pasang stiker datang ke GRAPARI 3. Masih merasa tidak nyaman, ribet dan tidak aman menggunakan pembayaran melalui channel seperti itu. Saya masih cukup nyaman, mudah dan aman menggunakan kartu ATM dan kartu kredit.
Lalu beberapa waktu berlalu, aku pun upgrade ke salah satu paket Kartu Halo yang memberikan free saldo TCASH sekian. Akhirnya demi dapat menggunakan free saldo TCASH tersebut, aku pun mengaktifkan TCASHku. Saat itu stiker TCASH di GRAPARI sedang habis. Perjuangan dimulai,…

MERAIH MIMPI

Mimpi demi mimpi berguguran
Mimpi menjadi seorang dokter gugur
Mimpi berkarir blazer pun gugur
Namun, masih ada mimpi yang ingin kuraihTak pernahku sekalipun...
Kubermimpi menjadi ibu rumah tangga
Namun saat ini, itulah aku...
Karena aku kembali berbadan duaKuharap mimpiku ini tidak kembali gugur
Mimpi meraih dan mengenyam pendidikan di negeri orang
Walau saat ini aku hanya di rumah
Menjadi seorang ibu rumah tangga#ODOP #onedayonepost #51post #fiksi

Indonesia Wealth Management Forum 2018

Indonesian Wealth Management Forum, diselenggarakan pada 18 Oktober 2018 di Shangrilla Hotel. Acara ini merupakan kegitan rutin dimana para praktisi di industri wealth management bertemu setiap tahunnya. Hubbis, penyelenggara forum ini menurut informasi yang didapat dari website https://hubbis.com/ merupakan organisasi yang berfokus kepada Asian Wealth Management yang menghasilkan berita, artikel, penelitian, laporan, dan konferensi, yang tersedia dalam berbagai format termasuk video, web, dan cetak yang berkualitas dan independen. Platform e-learning Hubbis mengkonsolidasikan seluruh pengetahuan yang didapat dari penyelenggaraan konferensi, penelitian dan laporan menjadi sumber pelatihan dan pengembangan yang sangat diperlukan untuk semua profesional yang bergerak di bidang wealth management. Indonesian Wealth Management Forum ini sudah yang ke 8 dilaksanakan di kota Jakarta, Indonesia ini. Lebih dari 240 praktisi senior hadir dari seluruh Asia Tenggara - termasuk CEO, manajemen seni…

Seorang Ayah di Mata Putrinya

Desember 1941, telah lahir seorang laki-laki kuat, anak kedua dari Bapak Poespowikoro di kota Solo. Beliau bernama Sriyono Poespowikoro. Besar di kota solo, menempuh pendidikan bruderan hingga melanjutkan pendidikan ke kota gudeg meraih titel Insinyur Sipil. Beliau mempunyai seorang kakak perempuan, cukup banyak adik-adik dan juga beberapa adik tiri. Menjadi anak lelaki pertama di keluarga, membuatnya serta merta turut membantu keuangan keluarga menyekolahkan adik-adiknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Selepas lulus dari Universitas Gajah Mada, beliau masuk bergabung menjadi abdi negara di kementrian pekerjaan umum dan ditempatkan di proyek pembangunan waduk karang kates di kabupaten malang. Disanalah beliau menemukan jodohnya, wanita yang sangat cantik, kembang desa yang masih berkuliah di Universitas Brawijaya. Walau terpaut usia yang cukup jauh, dan masih berstatus mahasiswa jika jodoh maka pernikahan pun terlaksana dengan khidmatnya. Putra priyayi solo meminang kembang desa …

Keluargaku di Perantauan

First time, camping near the river and just across the beach of Samudera Hindia.Tak terasa sudah memasuki tahun kedua aku tinggal di Semarang. Hal yang pertama aku lakukan ketika pindah kesini adalah mencari komunitas. Komunitas yang sesuai dengan aku, suami dan kedua anak-anakku. Maklum kami perantauan di kota ini, tidak ada sanak saudara tinggal disini.Akhirnya aku menemukan komunitas 3C JJS yang saat ini sudah seperti keluarga kedua kami. Kami dipersatukan disini dengan kesamaan mempunyai kendaraan yang sama. Aku baru tau ternyata persaudaraan di club mobil itu bisa sekuat dan senyaman ini.Para istri dengan julukan 01 pun mempunyai grup tersendiri terpisah dari para bapak-bapaknya. Pembicaraan kami pun tak selalu tentang mobil namun dapat melebar ke berbagai topik khususnya tentang jalan-jalan bersama (touring) yang merupakan agenda rutin dalam setiap tahunnya. Oh iya para istri pun juga arisan walaupun setiap arisan bulannya hanya via WA grup saja. Touring kali ini khusus bertema …

Sarapan di tukang bubur (end)

Hmm... Masih lanjutan makan bubur ayam pagi tadi. Jika post sebelumnya fokus kepada pengemis yang duduk di samping gerobak tukang bubur. Kali ini, fokus berpindah kepada dua orang muda mudi yang duduk di depanku semeja bersama.Sebenarnya masih ada beberapa meja kosong. Namun meja yang kosong memang menghadap tembok. Entah mengapa pemuda ini duduk di meja kami (hanya saya dan anak saya yang berusia 2 tahun). Seraya mengangguk mengisyaratkan meminta ijin untuk bergabung di meja kami. Ku balas saja dengan anggukan juga.Kupikir awalnya pemuda ini hanya sendiri, tak lama menyusul seorang perempuan muda ikut duduk di meja kami. Tambah bingung aku, kayak tidak ada meja lain saja. Bukannya aku merasa terganggu, namun aneh saja. Masih banyak tempat kosong lain. Lalu yang makan bubur pun hanya si perempuan.Sembari aku makan dan menyuapi adik, mau tak mau terdengar pembicaraan mereka berdua. Logat kental bukan asli daerah sini. Awalnya kupikir mereka berdua sepasang kekasih atau suami istri.Namu…

Kehidupan saat ini...

Kehidupan kita tak ubahnya sama seperti kehidupan ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. Saat lahir kita bagaikan ulatyang lemah, berjalan pelan-pelan memakan dedaunan disekitar hingga kita beranjak dewasa menjadidewasa gemuk sehat. Kita pun merenungi apa peran kita di dunia ini, lalu berusaha mencari jati diri jauh kedalam diri meresapi seperti ulat yang berdiam diri dalam kepompong berkontemplasi. Setelah menemukan makna dan jati diri maka kita perlahan keluar dari kepompong diri kita dan berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik siap terbang meneguk madu bunga-bunga yang cantik. Seperti itulah kita setelah menyadari peran dan jati diri kita akan tumbuh bermakna berbagi kepada sesama bagai kupu-kupu yang indah dilihat serta ditunggu kehadirannya oleh semesta guna membantu penyerbukan bunga-bunga.Hidup kita tak hanya seperti metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu namun juga tak lepas dari kehadiran amplop. Tak percaya? Sejak lahir kita sudah menerima amplop. Amplop yang berisi surat ke…