Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review Buku

Branding via Digital Marketing

Pentingnya Branding Mungkin masih banyak diantara kita yang tidak peduli dengan brand atau merek.  Khususnya bagi mereka yang berpikir bahwa yang penting aku jualan barang atau jasa yang memuaskan pelanggan itu sudah cukup. Nama brand atau merek itu nggak penting deh urusan belakangan. Apalagi ngurusin brand atau merek itu biasanya butuhkan uang yang tidak sedikit dan juga waktu. Benarkah merek atau brand itu nggak penting?  Aku mau cerita salah satu kisah temanku yang mempunyai bisnis rumahan membuat kue. Temanku ini adalah teman mantan satu kantorku di Jakarta yang suka sekali memasak kue.  Sebelum dia resign dari kantornya dia sudah memulai bisnis kuenya ini dari rumah. Pelanggannya rata-rata adalah teman-teman kantornya, teman-teman sekolahnya teman-teman kuliah, kolega kantor dari suaminya. Jadi bisa dibilang pemasarannya itu lewat WhatsApp status dan WhatsApp Group serta dukungan suaminya tentunya. Lalu dia memantapkan hati meninggalkan pekerjaan kantoran nya dan akan fokus di bi

Kekasih Semusim, Kisah Cinta Beda Usia Yang Tak Biasa

Kesan Pertama Novel Kekasih Semusim Ketika kulihat cover novel "Kekasih Semusim", ada seorang pria, seorang wanita dewasa dan seorang perempuan  yang akan beranjak dewasa yang saling membelakangi. Hmm, langsung kuberpikir ini pasti bercerita tentang kisah cinta segitiga. Lalu kata "Semusim", aku menebak bahwa kisah cintanya ini pastinya masih berumur jagung atau yang 1 musim saja yang berarti 6 bulan. Kubalik covernya dan kubaca blurbnya. Kubaca ada Kanaya yang sepertinya adalah seorang perempuan yang akan beranjak dewasa tergambar di cover tersebut. Ada juga Nina yang ternyata ibu Kanaya. Potretnya di cover tergambar sebagai seorang wanita dewasa dan Reno yang pastinya si pria menarik dan matang pada cover buku "Kekasih Semusim" ini.  Judul: Kekasih Semusim Penulis: Dini Fitria Penyunting: Jia Effendi  Jumlah Halaman: 412 Penertbit: PT Falcon Cetakan Pertama, April 2021 ISBN: 978-602-6714-63-3 Masih di blurbnya kubaca, bahwa kisah berlatar indahnya kota P

Review Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika

Buku ini cukup menarik perhatianku untuk kubaca, walau untuk judul buku sebelumnya dari penulis Hanum Salsabiella Rais ini tak kubaca hanya kunikmati saja filmnya. Film yang berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa ini (buku fiksi pertamanya) benar-benar mendapat tempat dihatiku, sarat dengan makna dan pesan yang disajikan dengan apik.  Oleh karena itu untuk judul kedua dari bukunya walau sudah diangkat ke layar lebar dan aku sudah menonton traillernya, aku lebih penasaran untuk membaca bukunya langsung. Dan ternyata dinikmati via film atau pun buku karya penulis Hanum ini sama-sama indah. Apalagi ternyata seperti ada sambungan dari buku pertamanya ya kisah di buku kedua ini.  Review kali ini aku akan mengulas para tokoh utamanya. Masih sama dengan buku sebelumnya. Tokoh utama di buku ini  (Bulan Terbelah di Langit Amerika) adalah Hanum dan Rangga yang pergi ke New York dan Washington DC dalam rangka tugas masing-masing (Hanum dan Rangga sedang berdomisili di Wina tempat Rangga sedang menemp

Review Buku "Home is Where The Heart is"

Buku ini sudah kumiliki sejak 10 tahun yang lalu ketika aku mengikuti acara international youth tentang kemanusiaan di Pattaya, Thailand. Saat itu ada seorang pembicara bernama Geraldine Cox yang berbagi ceritanya tentang mendirikan suatu panti asuhan di kamboja. Dia adalah seorang berkewarganegaraan Australia.  Seorang wanita paruh baya saat itu, bercerita tentang panti asuhannya itu yang membuatnya merasa menemukan arti hidup. Aku kala itu benar-benar terhanyut dengan ceritanya dan sangat menginspirasi aku. Aku pun membeli bukunya yang bercerita tentang kisah hidupnya. Namun 10 tahun kemudian aku baru sempat membacanya, selain karena tebalnya buku dan dalam bahasa inggris, kesibukanku bekerja membuatku belum menengok buku ini.  Akhirnya aku kini dapat membaca buku ini, ternyata kisah hidupnya penuh dengan roller coaster. 10 hal menarik tentang biografi seorang Geraldine Cox: Di usianya 23 tahun, dirinya mengetahui bahwa dirinya tak akan pernah bisa hamil, kemun

Review Buku Bunda Sarjana Rumah Tangga

Ketika mendengar judul buku ini, aku langsung tertarik untuk membacanya. Mengapa? Karena kini aku pun seorang Bunda bergelar Sarjana yang mengurus Rumah Tangga . Sepertinya akan banyak hal-hal yang relate banget dengan aku ketika membaca buku ini. Aku pun ikutan Give Awaynya dari pengarangnya. Tak kusangka aku memenangkannya.  Aku pun saat ini sedang mengikuti Reading Challenge One Day One Post. Untuk tantangan pekan pertama dibebaskan untuk membaca buku genre apa pun. Jatuhlah pilihanku untuk membaca buku ini. Ku memang sudah jatuh hati pada pandangan pertama melihat cover dan judul serta taglinenya "Perjuangan Ibu Muda Meraih Gelar Sarjana". Alur ceritanya mengalir dan membuat pembaca benar-benar dapat merasakan yang dirasakan ibu muda ini. Diceritakan mulai dari saat awal kuliah, hingga terpilih menjadi mahasiswa berprestasi. Namun akhirnya memilih untuk menikah muda disaat belum menjadi sarjana tanpa paksaan dari siapa pun tapi karena memang jodohny

Roma 96-180 Masehi

Roma 96-180 Masehi, Pemerintahan 'Antonines' - Nerva, Trajan, Hadrian, Antonius dan Marcus Aurelius membawa Kekaisaran Roma berada pada puncaknya pada tahun 96 - 180 Masehi. Kota-kota di Roma menjadi kota terbesar dan tercanggih. Kota-kota nan indah di Roma memiliki dua jalan utama dengan banyak jalan-jalan kecil berjarak yang disebut insulae (pulau). Insulae dipenuhi dengan rumah-rumah mewah yang dimiliki oleh orang kaya Roma yang disebut dengan domi. Halaman yang luas terhampar di tiap-tiap domi ini. Domi adalah rumah dua lantai yang nyaman, dengan kolam air hangat dengan pemanas bawah lantainya. Kota yang tertata rapi, hingga macet pun adalah hal yang biasa. Sehingga ada larangan kendaraan beroda memasuki kota di siang hari. Di sisi kanan dan kiri jalan, banyak ditemui toko, penginapan (tabarnae), kafe (thermopilia), dan toko roti (pistrina).  Rumah-rumah mandi (thermae) juga sering dikunjungi orang-orang, dimana mereka dapat duduk dan berendam di dalam air panas dan

Review Buku 100 Cara Agar Anak Bahagia

Pada level 3 tantangan pada Reading Challenge One Day One Post Batch 6, para peserta diminta untuk membaca salah satu buku terjemahan dan memberikan review atau analisanya tentang apa yang membuatnya berbeda dari buku non terjemahan. Banyak sekali seri buku psikologi populer yang juga telah aku baca yang bukan merupakan terjemahan. Namun aku pribadi lebih menyukai membaca terjemahan walau masing-masingnya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Khusus buku ini jika keunggulannya antara lain jika dibandingkan buku sejenia non terjemahan: 1. Alur mengalir, singkat, padat dan jelas. Menggunakan angka istimewa 100, jadi seluruh bahasan dipecah menjadi 100 tips (5 keping besar @ 20 tips) dimana di setiap tips hanya 1-3 halaman saja. Membuat pembaca tidak bosan dan hilang konsen saat membacanya. Fokus terjaga serta yang ingin disampaikan mengena sekali tanpa ada kesan bertele/tele. Adanya kalimat yang dicetak tebal menggunakan ukuran huruf lebih besar juga s

Resensi Recto Verso oleh Dee (Dewi Lestari)

Mengapa Recto Verso? Memasuki pekan kedua tantangan membaca buku dari Reading Challenge Group oleh ODOP (One Day One Post), kali ini tema buku tidak dibebaskan seperti pekan lalu dan ketebalan pun ditingkatkan. Tema buku yang harus dibaca pada pekan ini wajib bergenre Non Romace dengan ketebalan minimal 135 halaman alias minimal 15 halaman per hari gak boleh bolong selama 9 hari. Pilihanku jatuh kepada Buku Recto Verso oleh Dee (Dewi Lestari) yang juga adalah seorang penyanyi. Dimana Buku ini juga dijual sepaket dengan CD Albumnya yang berjudul sama yaitu Recto Verso. Buku Recto Verso + Lirik Lagu Jadi dalam buku ini terdapat 11 kisah fiksi yang melengkapi 11 lirik lagunya di album Recto Verso. Hmmm aku awalnya membaca cerita demi cerita tanpa mendengarkan lagunya, asyik sih, pilihan kata yang tak biasa, membuat otak untuk ikut berpikir mencerna, apa sebenarnya yang ingin disampaikan dari kisah-kisah ini. Namun ternyata ketika membaca buku ini sambil mendengarkan lagunya lang

Esther Duflo Pemenang Nobel Ekonomi 2019

Demi meningkatkan dan menumbuhkan semangat serta kebiasaan baik membacaku yang sudah lama menghilang. Yang kini telah tergantikan oleh kesibukanku di ranah domestik yang seakan tidak pernah berakhir. Aku pun bergabung untuk yang kedua kalinya dengan komunitas Reading Challenge Group yang dipersembahkan oleh ODOP (One Day One Post).  Awalnya aku bingung, mau membaca apa ya,saking sudah lamanya tidak membaca buku-buku tebal nan serius baik fiksi maupun non fiksi. Lalu aku tertarik pada suatu jurnal yang katanya memenangkan Nobel di bidang ekonomi tahun 2019 yang membahas tentang Indonesia (SD Inpres pada periode tahun 70an) oleh para peneliti dari luar negeri tentunya. Jurnal berbahasa inggris ini cukup tebal, 60an halaman ditambah tabel, grafik, catatan kaki dan lain-lainnya. Aku benar-benar dibuat penasaran, karya ilmiah seperti apa sih yang dapat memenangkan Nobel. Lalu aku putuskan untuk membaca selembar demi selembar, pelan-pelan, berusaha memahami dengan kemampuan otak yan

Ulasan Salah Satu Cerpen di Ngodop.com

Kali ini aku mengikuti kelas lanjutan yang fokus belajar tentang fiksi pada One Day One Post Batch 7. Seperti pada kelas sebelumnya, kita diminta untuk melakukan tugas atau tantangan serta BlogWalking pada link yang telah ditentukan oleh Penanggung Jawab dan pemateri kelas tersebut.  Untuk tugas pertama, kami diminta untuk membaca salah satu cerpen yang ada pada wwww.ngodop.com. Pilihanku jatuh kepada salah satu cerpen dari pemateri. Cerpem tersebut dapat dibaca pada link berikut http://www.ngodop.com/art/4/Cerita-Seorang-Lelaki-yang-Sedang-Bermimpi-tentang-Dirinya-yang-Sedang-Bermimpi.  Pada cerpen ini dikisahkan tentang seorang lelaki yang sedang bermimpi tentang diriny yang sedang bermimpi mendapatkan uang banyak dan serta merta menjadi orang kaya yang kemudian dapat mewujudkan impian yang diinginkan olehnya serta impian kedua ibu bapaknya. Mudahnya, pesan yang saya tangkapa pada awal-awal membaca cerpen ini adalah uang dapat mewujudkan segala impian dan mendatangkan kebahagiaan den

Buku Pemberian Ayahku, yang Mengubah Caraku dalam Menjalani Hidup.

Aku teringat ketika diminta oleh ayahku membaca sebuah buku berjudul "7th Habit for Effective People" karangan Steven Covey. Saat itu sepertinya aku masih duduk di bangku SMA. Buku ini merupakan salah satu buku psikologi dan pengembangan diri yang sangat populer sejak zaman tahun 1990an. Buku ini telah dialih bahasa juga ke dalam bahasa Indonesia dengan judul "7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif". Hingga saat ini telah dirilis edisi 25 tahun pada tahun 2014 yang sejak penerbitan pertamanya telah terjual puluhan juta eksemplar serta diterjemahkan dalam 38 bahasa. Tak heran ayahku menyuruhku membaca buku ini walau aku masih duduk di bangku sekolah saat itu. Setelah aku membacanya, buku ini memang bagus hanya saja aku sedikit kesulitan untuk mencernanya karena bahasa serta ilutrasi yang digunakan tidak sesuai dengan umurku saat itu. Lalu sempat kulihat buku berjudul yang mirip dengan buku ini yaitu "7 Kebiasaan Yang Sangat Efektif Bagi Remaja", dengan c