Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pikiranku & Opiniku

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan.  Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda.  sumber : www.pixabay.com Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah.  Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat i

Life as An Adult

When you were young, you can be an idealist person. By the time goes by, it will fade away. I believe that when you grow older, life would became more complicated and force you to accept that you live in the grey area.  Life is not a white and black area eventhough when you were child, you were thought the good and bad deed. But in the reality, to decide is it really bad or is it really the good deed, not that simple. Everyone have their own reason and background when do something.  I really miss my childhood. Children really have a pure soul. Perhaps until you live on your own and meet a lot of other different kind of people, you still can be an idealist person and can still view this life as a white and black area. Is that so difficult to make life as white and black area? Why society accept the grey area? Why there must be a grey area in the first place? Why we were thought about white and black area and never about grey area while in the reality life is not white and bl

Kisah Keluarga Ibrahim pada Hari Raya Idul Adha

Idul Adha ternyata menyimpan suatu kisah penuh makna. Kisah seorang anak, ibu dan bapaknya dikaitkan dengan ketakwaan kepada TuhanNya Allah Yang Maha Esa. Seorang anak yang bernama Ismail, Bapaknya yang bernama Ibrahim serta ibunya yang bernama Hajar.  Ibrahim bukanlah seorang biasa namun seorang nabi yang terpilih. Orang-orang pilihan yang diberikan ujian oleh Allah SWT, ujian kehidupan yang tidak main-main.  Setelah sekian lamanya tidak diberikan keturunan, akhirnya Nabi Ibrahim diberikan seorang anak yang kemudian dinamakan Ismail yang dilahirkan oleh seorang ibu yang bernama Hajar. Kemudian Nabi Ibrahim diminta oleh Allah SWT untuk membawa istrinya Hajar dan anaknya Ismail yang masih bayi ke suatu tempat yang masih tandus dan gurun pasir. Lalu diminta oleh TuhanNya, seorang Nabi Ibrahim meninggalkan anak dan istrinya tersebut disana. Nabi Ibrahim pun taat pada perintah TuhanNya begitu pula istrinya Hajar. Walau secara logika, tidak masuk diakal. Bagaimana dapat bertahan hidup di te

Mengapa Kamu Membaca Buku?

Aku itu sebenarnya tidak begitu suka membaca novel atau buku fiksi. Bisa dibilang aku membaca karena ikut-ikutan trend saja. Karena yang ada di pikiranku, buku novel dan fiksi itu hanya rekaan semata. Bukan kisah kehidupan nyata. Jadi aku lebih menyukai buku-buku non fiksi. Ensiklopedia, buku biografi atau buku kumpulan kisah nyata.  Namun akhirnya karena tuntutan pergaulan mau gak mau ya mesti ikutan membaca buku-buku yang sedang trend saat itu. Contohnya: Buku Harry Potter. Buku yang tebalnya minta ampun ini dan benar-benar dunia khayal ya mau gak mau kulalap juga. Daripada kalau saat ngobrol nggak nyambung. Belum lagi teman-teman yang sudah membaca duluan bukunya yang versi bahasa inggris. Wkwkwk kalau yang versi bahasa indonesianya saja tidak kubaca, malu lah aku. Jadi keinginanku membaca fiksi itu memang lebih kepada peer pressure.  Bagiku membaca buku fiksi itu lebih baik menonton filmnya. Semua sudah dengan apik divisualisasikan oleh sang sutradara dan akting para pemerannya oke

Narasi dari Papua, Sebuah Sumbangsih Freeport Indonesia kepada Masyarakat Papua

Siapa yang tak kenal dengan PT. Freeport Indonesia. Hampir semua orang mengetahui tentang perusahaan tambang besar di bumi papua Indonesia ini. PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia yang melalukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.  Walau hampir semua orang mengetahui PT Freeport Indonesia, namun belum tentu mengetahui tentang kontribusi Freeport baik kepada masyarakat langsung di sekitar lokasi tambang atau pun kontribusi dalam rangka meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.  Berdasarkan sifatnya, kegiatan pertambangan bagaimanapun akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Tapi Freeport Indonesia telah melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak tersebut dan memastikan dampak tersebut tidak berlangsung dalam jangka waktu lama. Untuk itu Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan identifikasi, memahami, mem

Apakah Fresh Grad Siap Terjun Bekerja dalam Dunia Nyata?

https://pixabay.com/en/multi-tasking-efficiency-manager-2845125/ Aku pernah menjadi fresh grad yang langsung bekerja setelah lulus (bahkan sebelum ijazah di tangan). Aku juga pernah mempunyai rekan kerja fresh grad dan bekerja sama dalam satu tim. Aku pun juga pernah membimbing para fresh grad layaknya aku seorang mentor bagi mereka. Bahkan aku juga pernah melihat para fresh grad   ini setelah dibekali training beberapa waktu langsung mempunyai bawahan yang umurnya jauh diatas mereka dengan waktu pengalaman bekerja yang lama walau jenjang pendidikan mereka dibawahnya (D3/SMK). Apakah para lulusan universitas ini langsung siap terjun berkarya di dunia kantoran? Apakah performanya langsung bersinar secemerlang IPKnya? Apakah langsung dapat menyesuaikan dengan atasan, bawahan dan rekan kerjanya, bekerja bersama-sama bahu membahu menggapai goal perusahaan? Apakah perusahaan puas dengan kinerjanya? Siap pakaikah mereka di dunia pekerjaan ini? Aku yang pernah mengalaminya, ingin b