Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perempuan & Wanita

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Perempuan Berpendidikan, Garda Penerus Generasi Muda Indonesia

Bunda, taukah Anda, bahwa ibu adalah pondasi dan tiang suatu peradaban? Peradaban manusia berasal dari suatu kelompok manusia. Negara itu adalah kumpulan dari sekelompok manusia, yang menamakan dirinya masyarakat. Masyarakat terdiri dari keluarga-keluarga. sumber gambar : www.pixabay.com Peran Ibu dalam suatu keluarga tidaklah main-main. Sangat penting dan merupakan jiwa dan roh dari sebuah keluarga. Seorang ibulah yang mengantarkan jiwa murni dari anak ke dunia yang kelak ketika besar nanti akan membentuk keluarganya sendiri. Seorang ibulah yang mendidik dan menyayangi serta menutrisi makanan bergizi (ASI) pertama kali kepada sang bayi, calon penerus keluarga, masyarakat, bangsa negara dan peradaban manusia selanjutnya. Jangan biarkan anak-anak lepas dan kekurangan kasih sayang, didikan serta nutrisi dari ibundanya. Akibatnya sangat fatal untuk peradaban manusia generasi selanjutnya.  Seorang ibu akan berusaha selalu memberikan yang terbaik untuk anandan

Ibu sebagai Pondasi dan Tiang Peradaban

Bunda, taukah Anda, bahwa ibu adalah pondasi dan tiang suatu peradaban? Peradaban manusia berasal dari suatu kelompok manusia, baik itu negara, lalu lebih kecil lagi masyarakat, dimana bagian yang terkecilnya adalah keluarga.               sumber : www.pixabay.com Peran Ibu dalam suatu keluarga tidaklah main-main. Sangat penting dan merupakan jiwa dan roh dari sebuah keluarga. Seorang ibulah yang mengantarkan jiwa murni dari anak ke dunia yang kelak menjadi anggota keluarga. Seorang ibulah yang mendidik dan menyayangi serta menutrisi makanan bergizi (ASI) pertama kali kepada sang bayi, calon penerus keluarga, masyarakat, bangsa negara dan peradaban manusia selanjutnya.  Jangan biarkan anak-anak lepas dan kekurangan kasih sayang, didikan serta nutrisi dari ibundanya. Akibatnya sangat fatal untuk peradaban manusia generasi selanjutnya. Seorang ibu akan berusaha selalu memberikan yang terbaik untuk anandanya dalam segala hal termasuk kasih sayang, pendidikan akhlak/budi pekert

Kapan Wanita Produktif dan Berkarya?

Seorang perempuan lahir dari rahim seorang ibu. Seorang anak perempuan kelak akan menikah sehingga menjadi seorang istri. Lalu menjadi seorang ibu ketika mempunyai anak. Terakhir menjadi seorang mertua serta nenek. Fitrahnya adalah seperti itu.              sumber : www.pixabay.com Seorang perempuan yang menjadi produktif dan berkarya tidak serta merta hanya dilihat dari nominal uang yang dihasilkan dari karya dan produktivitasnya. Namun karya dan produktivitas seorang perempuan, istri, ibu, mertua dan nenek itu dirasakan oleh suami, anak, menantu dan cucu-cucu mereka. Jangan terbelenggu dengan suatu karya dan produktivitas perempuan harus menghasilkan nominal tertentu, jangan. Tapi lihatlah karya dan produktivitas perempuan saat menata rumah tangganya, mendidik anak-anaknya, menjadi sahabat suaminya, menemani cucu-cucunya bermain serta menjadi ibu bagi menantunya. Semua itu termasuk karya yang tak ternilai dalam rupiah.  Jadi janganlah berkecil hati jika karya dan produkti

"Me Time" itu Wajib Hukumnya Bagi Semua Ibu. Mengapa?

Aku dulu seorang single lady  yang gemar bekerja ( workaholic). Kebiasaan ini pun terbawa hingga ketika aku menikah bahkan saat aku sudah memiliki anak. Lalu kemudian tidak lama setelah kelahiran anakku yang kedua, aku pun memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga saja.                 sumber : www.pixabay.com Saat ketika masih bekerja khususnya ketika masih single, "Me Time" itu dengan mudahnya dapat kulakukan. Aku bebas melakukan yang aku senangi, hobbyku, bepergian kesana kemari diluar jam kantor pastinya. Bahkan terkadang saat berada di kantor pun itu bisa menjadi saat "Me Time" aku. Karena aku senang dengan yang pekerjaan yang aku lakukan di kantor plus dapat gaji lagi. Saat makan siang pun juga dapat dikatakan "Me Time" aku, karena bertemu dan bercengkerama dengan teman-teman.  Lalu aku pun menikah dan mempunyai anak sambil tetap bekerja. Wow, mengatur waktu, fokus dan pikiran serta rasa itu supaya semua tanggung jawab yang aku emban

Ingin Anak Cerdas? Ibunya Bahagia Dulu Ya.

Mempunyai anak-anak yang cerdas adalah impian semua ibu di dunia ini. Anak-anak yang cerdas, sukses, bahagia, riang gembira dan sehat, sesederhana itulah mimpi semua ibu untuk anak-anaknya. Namun untuk meraih mimpi itu apakah sulit?                sumber : www.pixabay.com Sebelum kita memulai mimpi untuk anak kita, cobalah bertanya apakah mimpi untuk diri sendiri sudah tercapai? Apakah kita sudah menjadi ibu yang cerdas, sukses, bahagia, riang gembira dan sehat lahir batin?  Anak adalah peniru ulung. Jika melihat ibundanya bahagia maka ia pun dapat meniru dengan hebatnya menjadi anak yang bahagia. Anak mengikuti apa yang dilihat dan dicontohkan oleh ibunya dalam hidup ini. Bundanya adalah segalanya bagi ananda di usia-usia awal kehidupannya. Segala emosi ibunda akan tersalurkan dan terasa oleh si buah hati.  Seorang ibu yang bahagia akan dengan mudahnya menyebarkan emosi positif pada anak-anaknya secara otomatis. Mengharapkan anak menjadi cerdas maka jadilah ibu yang cerdas

Baper? Tips Jadi Ibu Gak Baperan.

Ketika menjadi seorang ibu, peran seorang perempuan bertambah tiga kali lipat. Kok bisa? Karena selain menjadi seorang perempuan, maka juga menjadi seorang istri dari suaminya dan juga seorang ibu dari anak-anak yang kelak dilahirkannya . Dimana seorang perempuan, istri dan ibu mempunyai tanggung jawab yang berbeda namun sekaligus harus dilaksanakan dengan penuh sukacita dalam waktu yang bersamaan.               sumber : www.pixabay.com 3 peran sekaligus dalam 24 jam 7 hari 1 minggu berturut-turut tanpa jeda, tentunya membawa konsekuensi pada rasa dan kesehatan fisik serta mental. Sehingga amat mudah bagi kami para ibu menjadi "baper" dalam segala hal yang kami lakukan. Mood menjadi tak terkendali, rasanya capek dengan semua tanggung jawab yang menumpuk di pundak ini tanpa orang lain mengetahuinya bahwa "berat" memikul tanggung jawab dari 3 peran ini. Yang orang lain tau hanyalah, ya memang sudah seharusnya seorang ibu seperti itu.  Banyak mungkin peremp

Baby Blues Setelah Keguguran? Ayo Kenali Gejala dan Tips Menjalaninya.

Baby Blues tidak hanya bisa datang pada ibu melahirkan. Baby blues bahkan depresi juga dapat menghampiri pada ibu yang mengalami keguguran. Terlebih jika calon bayi ini telah ditunggu-tunggu atau berpulang saat usia kandungan diatas 7 bulan. Dimana sang ibu harus melahirkan atau mengeluarkan bayinya yang sudah tiada dari rahimnya. Tidak ada isak tangis bayi setelah melahirkan. Bahkan terkadang apakah ada kuasa/kekuatan bagi sang ibu untuk langsung menyemayamkan ananda calon buah hati ke pusara terakhirnya. Sumber : www.pixabay.com Belum jika asi yang terus menerus keluar tanpa ada bayi yang nenen padanya hingga dapat membuat badan sang ibu demam panas dingin dan terkena mastitis. Baby blues, tidak semua perempuan hamil dan melahirkan atau keguguran mengalaminya. Namun banyak yang mengalaminya baik disadari atau tidak disadari oleh sang ibu. Sebuah rasa yang hanya sang ibulah yang mengerti. Suami atau pun perempuan lain yang belum mengalaminya hanya dapat berempati.