Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label People Story

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Perempuan Pekerja di Sekitarku

Pagi ini aku bersama para bunda TK Kakak, berkunjung ke dua bunda yang baru melahirkan. Berhubung rumahnya agak dekat dengan sekolahan maka kami memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju kesana. Nyatanya agak jauh ya, untungnya kontur jalanannya menurun. Berjalan kaki bersama-sama, berdua-dua sepanjang jalan menuju ke rumah bunda tersebut, membuatku menangkap banyak pemandangan yang jarang kutemui sebelumnya. Padahal hampir setiap hari aku melewati jalan ini ketika mengantar dan menjemput kakak sekolah dengan motor ataupun mobil. Dengan berjalan kaki, kami pun menyapa ibu-ibu atau para lansia yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Hal demikian tentunya tak bisa kami lakukan jika mengendarai motor atau pun mobil. Silahturahmi dan keramahan sangat terasa di bumi jawa ini. Tak berapa lama aku berpapasan dengan ibu berusia 40-50 tahunan yang membawa bakul berisi sayuran menawarkan sayurannya ke rumah-rumah yang dilewatinya sambil mengetuk pintunya. Kontur jalanan cukup menanjak. Dapa…

Ragam Kehidupan di Atas Bis Trans Jateng dan Semarang

Berkendara dengan kendaraan umum, akan memperluas pemahaman kita akan hadirnya beraneka ragam jenis dan rupa kehidupan di luar sana. Kali ini aku mengajak adik dan kakak berkeliling kota Semarang menggunakan Trans Semarang dan Trans Jateng. Apa bedanya? Trans Semarang hanya menghubungkan dalam kota Semarang sedangkan Trans Jateng menghubungkan dengan berbagai kabupaten Semarang di sekitar kota Semarang. Trans Jateng ada dengan trayek Bawen - Ungaran - Stasiun Tawang. Saat ini juga sudah ada tol dengan pintu keluar Bawen sebelum Salatiga dan setelah Ungaran, namun Trans Jateng ini melewati jalan non tol. Tarifnya cukup murah hanya 3500 dan 1000 untuk anak-anak. Cara pembayarannya pun cukup berbeda dibandingkan Trans Jakarta. Jika Trans Jakarta wajib menggunakan e-money yang di tap pintu masuk setiap halte, kalau disini tiket dapat di beli di halte atau di atas bus dengan penjaganya. Penjaganya membawa alat kecil seperti kalkulator yang dapat menggeluarkan tiket.Halte disini juga sangat…

Dermawan di Pagi Hari

Aku cukup sering mendengar cerita tentang orang-orang berderma. Namun baru kali ini aku melihat langsung dengan mataku sendiri di suatu pagi pada awal bulan November. Aku baru saja keluar dari pelataran lobby sebuah bank besar di kota ini. Ku melihat ada seorang ibu yang berjualan dengan sepedanya di tempat parkir. Ibu ini mengajak serta anaknya yang masih kecil yang terlihat berusia sekitar 4 tahun. Ibu ini berjualan gorengan, minuman sachet lengkap dengan termosnya serta bungkusan daun pisang atau kertas coklat yang berisi nasi untuk sarapan. Tak lama kemudian aku melihat seorang wanita muda berbaju hijau yang mirip dengan salah satu seragam pegawai bank syariah. Tak jauh dari bank besar ini memang ada cabang bank syariah tersebut. Wanita muda ini terlihat memilih dan mengambil beberapa bungkusan sarapan tersebut. Lalu membayarnya dengan selembar uang berwarna merah.Ibu penjual pun menyiapkan kembalian. Namun ditolak oleh wanita tersebut seraya berlalu menuju motornya. Sang Ibu penj…

Turut Berduka Cita, atas Jatuhnya Pesawat JT610

Mendengar berita tersebut kemarin, lalu mendapat beberapa terusan kabar melalui WA group kemarin yang memberitakan bahwa banyak penumpang ASN/PNS yang menjadi korban, menjadikanku teringat pada waktu aku dulu menjadi ASN/PNS.Tuntutan pekerjaan membuatku cukup sering dinas ke luar kota menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Seringkali aku juga mengejar penerbangan pertama. Walau standar anggaran penerbangan dinas PNS cukup untuk menggunakan maskapai G* namun terkadang penerbangan pertama tidak tersedia oleh maskapai tersebut. Maskapai LCC swasta seperti Li*n Air pun terkadang menjadi satu-satunya pilihan.Terkadang sebelum subuh sudah berangkat menuju bandara demi mengejar penerbangan pertama. Supaya dapat sampai di kota tujuan pagi hari dan langsung dapat beraktivitas sesuai tugas yang sudah direncanakan. Bagi aku yang seorang Ibu lebih baik berangkat pagi dini hari daripada sehari sebelumnya (jika memungkinkan) untuk pergi dinas dengan penerbangan pertama. Supaya waktu bersama…

Kantor Pos Mungil Baru di Kompleks Rumahku

Walaupun saat ini sudah memasuki era digital, namun keberadaan kantor pos tetap dibutuhkan. Contohnya, aku masih membutuhkan jasa kantor pos untuk mengirimkan dokumen asli atau pun barang. Apalagi bagi seorang yang berbisnis online mengirimkan barang dagangan juga dapat membutuhkan jasa layanan pos. Aku dulu termasuk salah satu penggemar hobby filateli. Jika ada peluncuran perangko bertema khusus dan sampul hari pertama pasti akan kudatangi kantor pos besar pusat utama di daerah Jakarta Pusat sana atau di Kantor Pos Besar Bekasi. Sebelah sekolah SMPku pun kantor pos walaupun tidak besar. Jadi semenjak kecil aku sudah terbiasa keluar masuk kantor pos, apalagi aku juga hobby bersahabat pena baik dengan sahapat pena dari dalam maupun luar negeri. Segala benda pos aku kukoleksi termasuk kartu pos. Semua masih tersimpan rapi hingga ada 3 album besar. Depan rumah kakakku yang juga satu kompleks denganku mengubah garasinya menjadi sebuah kantor pos kecil. Aku pun penasaran. Hingga akhirnya s…

Ketika Usia Tak Menyurutkan Semangat Belajar

Sembari aku menunggui kakak les piano di ruang tunggu, ada yang tak biasa. Aku melihat ada seorang nenek-nenek dan juga temannya, sepertinya beliau berdua tertarik untuk ikut les piano disini. Pemandangan yang cukup menarik, karena biasanya tempat les ini dipenuhi oleh anak-anak usia sekolah yang les alat musik. Tapi kali ini ada nenek-nenek yang masih semangat untuk dapat belajar bermain musik.Aku pun yang duduk disebelahnya menjadi ikut tertarik dengan motivasi nenek ini bermain musik, akhirnya mengobrol dengan mereka berdua bersama-sama dengan pemilik franchise les ini dan juga petugas yang melayani pelanggan. Ternyata nenek ini juga ingin diajari oleh guru les yang juga mengajari anakku. Guru les anakku memang cukup senior juga.Setelah beberapa saat bercengkerama bersama, akhirnya aku mengetahui bahwa nenek ini sudah berusia 77 tahun dan juga rutin berenang.  Namun nenek ini tidak terlihat seperti usia 70an, kupikir masih 65 tahunan. Sang nenek pun juga bercerita bahwa dia sudah p…

Pentingnya Peran Seorang Manajer

Peran manager dalam pelayanan pelanggan itu vital. Sebagai pelanggan ketika kita mengalami suatu masalah maka akan meminta untuk dipertemukan dengan manager atau biasanya staffnya memanggil managernya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebenarnya jika hal yang biasa dan rutin serta telah tertulis dengan jelas di Standart Operating Procedure, maka biasanya staff akan dengan mudah menyelesaikannya. Staff akan meminta bantuan managernya jika ada hal-hal yang tidak biasa. Hal-hal seperti inilah yang membutuhkan kemampuan dan kompetensi seorang manager/atasan yang handal untuk dapat menyelesaikannya dengan win-win solution tanpa menyalahi prosedur. Istilah kerennya adalah kebijakan. Pelanggan akan lebih merasa dihargai jika atasan/managernya turun langsung untuk ikut membantu menyelesaikan masalah. Bukan sekedar menerima pernyataan dari staff bahwa, "Setelah kami konfirmasi ke atasan kami, tidak bisa." Tanpa ada penjelasan atau penjelasan minimal yang dikuasai staff tersebut. …

Suka Duka Pengemudi Online (Part 3) Kena Tilang

Peraturan plat ganjil genap mengikuti tanggal yang diterapkan di Ibukota Jakarta dan sekitarnya, ternyata cukuo membuat orang-orang yang membawa kendaraan harus berputar otak bagaimana menyiasatinya. Salah satunya bagi para pengemudi online yang kutumpangi kemarin. Dia bercerita bahwa pernah dikenai tilang terkait peraturan ini. Pernah pada waktu awal-awal di pintu tol Bekasi Timur diminta putar balik menuju jalan kalimalang karena plat mobilnya tidak ganjil/genap sesuai dengan tanggal saat itu. Kala itu dia masih memaklumi (padahal sebenarnya akan keluar tol tangerang atau BSD tidak keluar di dalam kota).Akhirnya pernah juga masuk ke tol jakarta melalui Jatiwaringin/Jatibening. Disini boleh-boleh saja masuk tol walau platnya tidak sesuai ganjil/genap sesuai tanggal saat itu. Dia pun juga tidak berniat keluar di dalam kota Jakarta langsung lanjut keluar pintu tol Tangerang. Namun ternyata di dalam tol, diberhentikan oleh petugas dan dikenakan tilang. Dia pun berargumen bahwa akan kelu…

Suka Duka Pengemudi Online (Part 2) Dihipnotis Penumpang

Walau baru 5 bulan menjadi pengemudi mobil online, bapak ini mempunyai segudang cerita suka dan dukanya menjadi pengemudi mobil online. Mari kita bahas dukanya dahulu.Bapak ini lebih suka untuk mendapatkan job mengantar ke lokasi yang jauh-jauh. Suatu ketika dia mendapatkan job untuk mengantar ke cibinong. Metode pembayaran yang dipilih oleh penumpang adalah pembayaran cash. Biaya ongkos perjalanan ini pun cukup mahal , mencapai ratusa ribu. Sesampainya di tujuan, penumpang pun membayar beberapa lembar uang berwarna merah seraya menepuk pundaknya. Lalu turun dari mobil. Bapak ini masih saja diam, terbengong di dalam mobil. Cukup lama. Hingga didekati oleh satpam. Satpamnya pun bertanya, "Bapak mau kemana?  Dari tadi kok diam saja di sini." Bapaknya langsung refleks mencari penumpangnya setelah sadar bahwa hanya selembar uang sepuluh ribu di tangannya. Namun Pak Satpamnya tidak melihat penumpangnya karena memang sudah cukup lama Bapak itu terdiam di dalam mobil di situ. Bapak…

Suka Duka Pengemudi Online (part 1) Beli mobil kredit

Sudah cukup lama saya tidak melewati jalanan Ibukota. Kali ini saya melewatinya mulai dari ujung Barat (Kota Tangerang) menuju ujung timur (Kota Bekasi) membelah kota Jakarta melalui Tol Dalam Kota.Waktu tempuh kurang lebih 1 jam ini, saya habiskan dengan bercakap-cakap dengan pengemudi mobil online yang saya naiki. Para pengemudi onlne itu entah mengapa selalu mempunyai kisah yang menarik untuk saya bagi kepada teman-teman semua. Tak terkecuali Bapak ini. Simak kisahnya.Bapak ini terbilang cukup baru menggeluti dunia mobil online ini. Dia baru saja menjalaninya selama 5 bulan. Namun sebelumnya selama lebih dari 25 tahun memang telah bekerja sebagai pengemudi mobil di salah satu perusahaan TV swasta nasional. Pernah juga menjadi sopir bis antar kota antar propinsi. Bisa dikatakan Bapak ini memang besar di jalan. Mulai dari Jakarta hanya mempunyai 2 gedung bertingkat yaitu gedung sarinah dan gedung Hotel Indonesia pada tahun 70an hingga saat ini Jakarta sudah penuh dengan gedung pencak…

Ketika Kebohongan Kecil demi Anak, Menggelinding bagai Bola Salju Memporak-porandakan Negeri

Alkisah, hiduplah seorang nenek berusia 70 tahun yang sedang menjalani operasi plastik sedot lemak di bagian wajahnya. Beliau mempunyai beberapa anak yang cantik dan rupawan. Salah seorang anaknya adalah artis papan atas begitu pula menantunya. Beliau sendiri pun awalnya juga terjun dan dikenal masyarakat dari dunia teater.Namun usia tidak dapat berbohong, menginjak usia renta kecantikan pun serta merta pudar dengan cepatnya. Ketika sempat kutilik fotonya di kala muda, walau tidak secantik anaknya yang berdarah indo karena bersuamikan berdarah eropa. Memang cukup jauh berkurang sekali.Mungkin itu salah satu alasan nenek ini memutuskan untuk operasi plastik. Karena banyak sekali di jagad artis Indonesia masih terlihat cantik di usianya yang sudah senja. Sebut saja Ibunda kita Titiek Puspa, Widyawati dan lainnya. Pada awalnya, sepertinya nenek ini tidak ingin mengakui di depan anaknya bahwa dia operasi plastik guna dapat terlihat cantik seperti arits-artis lainnya seusianya. Bisa saja a…

Menikmati Luasnya Samudera Hindia

Kamu sedang menatap jauh ke depan. Duduk di atas gundukan pasir yang terbentang luas memisahkan daratan dan lautan. Kamu yang lebih menyukai gunung namun bersedia selalu menemaniku menikmati indahnya lautan luas. Kamu yang selalu duduk manis di atas pasir sembari sesekali mengeluh panasnya pantai ini.Entah apa yang kamu lihat di depan sana. Apakah hanya aku yang kamu lihat? Atau hanya anak-anak yang sama senangnya seperti aku bermain air serta ombak. Tak lupa aku dan anak-anak membuat istana pasir, mengumpulkan kerang, melihat kepiting berlarian masuk ke dalam lubang-lubang kecil di hamparan pasir dan menerjang ombak bahkan mencoba berenang di pantai ini. Kamu tetap menikmati disana. Mengamati kami dari kejauhan. Walau kamu tidak menyukai pantai. Namun kamu menyukai tenangnya alam ini. Kamu menikmati semilir angin yang berhembus. Pandangan jauh menembus batas cakrawala, bagaikan garis imajiner yang memisahkan antara langit dan lautan. Suara deburan ombak menemanimu memandang jauh ke l…

Sarapan di tukang bubur (end)

Hmm... Masih lanjutan makan bubur ayam pagi tadi. Jika post sebelumnya fokus kepada pengemis yang duduk di samping gerobak tukang bubur. Kali ini, fokus berpindah kepada dua orang muda mudi yang duduk di depanku semeja bersama.Sebenarnya masih ada beberapa meja kosong. Namun meja yang kosong memang menghadap tembok. Entah mengapa pemuda ini duduk di meja kami (hanya saya dan anak saya yang berusia 2 tahun). Seraya mengangguk mengisyaratkan meminta ijin untuk bergabung di meja kami. Ku balas saja dengan anggukan juga.Kupikir awalnya pemuda ini hanya sendiri, tak lama menyusul seorang perempuan muda ikut duduk di meja kami. Tambah bingung aku, kayak tidak ada meja lain saja. Bukannya aku merasa terganggu, namun aneh saja. Masih banyak tempat kosong lain. Lalu yang makan bubur pun hanya si perempuan.Sembari aku makan dan menyuapi adik, mau tak mau terdengar pembicaraan mereka berdua. Logat kental bukan asli daerah sini. Awalnya kupikir mereka berdua sepasang kekasih atau suami istri.Namu…

Sarapan di tukang bubur (begin)

Pagi tadi, sebelum mengantar adik ke sekolah, aku sarapan pagi dahulu. Adik pun belum makan pagi, jadilah aku sarapan pagi di bubur ayam Pak Br**ok di dekat kantor papanya.Tempat makan ini memang sangat laris, motor dan mobil silih berganti berdatangan. Walau kalau menurut saya memang enak rasanya tapi tak bisa disebut murah juga harganya. Aku baru menyadari ternyata ada pengemis yang duduk bersila di sebelah gerobak bubur tersebut. Pemilik tempat makan ini sepertinya tidak merasa terganggu dengan kehadirannya, begitu pun para pelanggan. Hmm, jarang ya yang seperti ini. Biasanya jika ada peminta-peminta oleh pemilik tempat makan akan diusir atau diberikan makanan/uang lantas pergi pengemis tersebut.Masih penasaran sebenarnya mengapa oleh pemilik tempat makan ini, pengemis tersebut boleh dibiarkan berada disitu. Namun berhubung aku sedang sibuk menyuapi adik maka rasa penasaran tersebut pun berlalu. Aku hanya dapat menebak-nebak apa yang ada di pikiran pemilik rumah makan tersebut. Mun…

Bekerja, Tulus Melayani (Rumah Sakit)

Mudik kali ini aku sempatkan untuk kontrol ke RS langganan dekat rumahku. Karena sebenarnya sudah hampir sebulan pinggang ini sakit karena saat itu ketendang anakku yang masih 2 tahun, yang meronta-ronta saat kusapih. Ternyata kekuatan tendangan anak usia 2 tahun bisa membuat pinggangku encok berkepanjangan, yang kupikir akan hilang sakitnya dengan sendirinya.Anak-anak aku titipkan ibuku di rumah. Berangkatlah aku ke RS tsb yg hanya berjarak 1-2km dari rumahku. Aku sampai pukul 9.30 setelah sebelumnya sudah mendaftar via WA namun dijawab bahwa khusus untuk fisioterapi  antrian konsul dan terapi adalah per kedatangan. Sesampainya disana aku disambut oleh bagian pendaftaran yang waktu itu belum begitu penuh. Pegawai pendaftaran ini melayani dengan senyum dan dijelaskan bahwa aku harus konsul dahulu ke dokter rehab sebelum memulai terapinya. Lalu disampaikan bahwa jadwal dokternya adalah jam 11.00. Lalu aku pun bertanya, saya mendapat antrian berapa? Ternyata sudah ada 12 orang antrian d…

Kisah pengemudi online part 5 (ended)

As I promised, today I will write 2 post and will be the last post for the driver online life story.***Setelah istri keduanya mengikuti pelatihan, suaminya pun dikenalkan dengan para peserta pelatihan lainnya. Bapak driver ini tertarik dengan usaha pembuatan sabun. Ternyata membuat sabun itu sangat mudah cukup 30 menit untuk membuat 30 liter sabun. Ada sabun cuci piring, ada sabun mandi, dan semuanya pun sudah didaftarkan dan diberi merk. Penjualannya pun juga melalui online. Lumayan untuk sambilan di sela-sela kegiatannya menjadi supir mobil online. Istri pertamanya pun turut ikut serta membantu membuat serta berjualan sabun ini. Selain dia juga membuat kue kering yang tentunya juga hasil dari diajarkan oleh istri kedua dan teman-teman peserta lainnya.Aku memang pernah beberapa kali melihat spanduk balai kerja pemprov memberikan pelatihan gratis kepada para warganya, aku pun sempat tertarik juga untuk ikut. Ternyata memang tidak hanya sekedar pelatihan dapat sertifikat lalu lulus dib…

Kisah pengemudi online part 4 (another activity)

Hmmm ah kelewat kemarin aku gak ngepost lanjutan kisah pengemudi mobil online... Hari ini aku langsung post 2 kali ya sekalian penutup kisahnya yang sudah cukup berseri di 3 postku sebelumnya. Silahkan disimak....***Masih belum lengkap tentang kisah keluarganya namun untuk kali ini, aku akan mencoba menceritakan ulang kisahnya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluar kecilnya...ups keluarga besarnya (2 istri dan 7 anak)***Aku pun berucap, "Sekarang kegiatannya apa saja, Pak?". Cukup dengan satu pertanyaan meluncurnya seluruh kisahnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di kota Jakarta ini.Mba masih ingat dengan tanah 500m yang saya beli dengan uang warisan gusuran orang tua saya saat digusur menjadi Banjir Kanal Timur? Saya saat itu sekitar tahun 2007 membelinya sekitar 70 juta namun memang masih berupa empang. Saat ini nilai jualnya sudah tinggi, terlebih dibangun Kota Mandiri oleh Summarecon di dekat lokasi tanah saya tersebut. Tanah tersebut saya kavling menjadi 5 bagian dan t…

Kisah pengemudi online part 3 (family story)

Masih setengah tak percaya aku mendengarnya hingga aku memajukan posisi dudukku untuk memastikan apakah aku salah dengar atau tidak. Jadi istri Bapak membolehkan bahkan menyarankan untuk menikah lagi untuk bisa mendapatkan anak perempuan padahal saat ini sudah dikaruniai 6 anak laki-laki?Bapak pengemudi mobil online yang kutumpangi pun menjawab sambil tetap lihai menembus kemacetan kota Jakarta, "Iya, mbak. Padahal saya tidak meminta dan saat itu hanya menganggapnya dia bercanda."Namun seiring berjalannya waktu, istri saya mulai menjodoh-jodohkan saya dengan teman adiknya yang belum menikah. Saya pun mulai kesal, memang saya tidak bisa mencari sendiri. Kalau memang istri saya maunya begitu, baiklah saya cari sendiri saja tentunya yang sesuai dengan kriteria saya. Singkat kata akhirnya saya menemukan wanita dan saya jadikan istri kedua saya lalu saya bawa ke rumah. Wah saat itu istri saya marah besar. Lha, kan bingung saya, dia dulu yang meminta saya nikah lagi. Saya sudah me…

Kisah pengemudi online part 2 (love story)

Masih kisah lanjutan dari pengemudi mobil online yang aku tumpangi tempo hari...Setelah berkisah tentang hidupnya mencari nafkah dengan berternak bebek untuk diambil telurnya, aku pun menanyakan, Jadi masnya sudah berkeluarga ketika pindah ke empang dengan hanya berumah papan?Lalu cerita kisah perjalanan membentuk keluarganya pun mengalir bagai air dan aku pun duduk manis dibelakang mendengarkan dengan seksama.Saya dulu nikah muda mba, masih usia 18 tahun. Istriku dosen saya, cantik sekali, putih, kaya, membawa mobil kalau ke kampus, dan usianya terpaut 9 tahun diatas saya. Semua mahasiswa terpesona dengan dosen ini. Namanya juga mahasiswa, bandel dulu saya. Teman-teman bertaruh semua, siapa yang bisa mendapatkan dosen tersebut dia yang menang. Masing-masing diberi waktu 1 bulan untuk mendekati dosen ini, yang kalah harus mentraktir semuanya. Semua maju, 1 bulan berlalu, kalah, maju lagi yang lain, begitu terus semuanya hingga tidak ada yang dapat menaklukan dosen ini. Tinggal tersisa…

Kisah pengemudi online part 1 (beternak bebek)

Kali ini aku akan berbagi cerita menarik tentang kisah hidup seorang anak betawi tulen yang terkena gusur pembangunan Banjir Kanal Timur.

Sore ini aku memesan jasa mobil online untuk mengantarkan aku dari tengah kota Jakarta menuju pinggiran Jakarta. Waktu yang cukup lama hampir 1 jam perlu ditempuh karena mobil yang kutumpangi bernomer genap sedangkan hari ini bertanggal ganjil, jadilah aku memutar-mutar masuk jalan kecil memghindari rute ganjil-genap. Namun waktuku yang dihabiskan hampir 1 jam ini membawa makna tersendiri karena aku mendapat kesempatan mendengarkan kisah seorang anak betawi tulen yang mengingatkanku pada kisah si Doel Anak sekolahan...

Begini awal mula bapak pengemudi mobil online ini mengisahkan perjalanan hidupnya...

Saya dulu tinggal di Cipinang sebelum akhirnya digusur tahun 2007 untuk dijadikan Banjir Kanal Timur. Uang hasil ganti rugi tersebut oleh orang tua saya langsung dibagi-bagikan kepada anak-anaknya. Saya kala itu mendapat 100 juta rupiah. Berpikir deng…