Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Parenting

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Review Buku 100 Cara Agar Anak Bahagia

Pada level 3 tantangan pada Reading Challenge One Day One Post Batch 6, para peserta diminta untuk membaca salah satu buku terjemahan dan memberikan review atau analisanya tentang apa yang membuatnya berbeda dari buku non terjemahan.



Banyak sekali seri buku psikologi populer yang juga telah aku baca yang bukan merupakan terjemahan. Namun aku pribadi lebih menyukai membaca terjemahan walau masing-masingnya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
Khusus buku ini jika keunggulannya antara lain jika dibandingkan buku sejenia non terjemahan:
1. Alur mengalir, singkat, padat dan jelas.
Menggunakan angka istimewa 100, jadi seluruh bahasan dipecah menjadi 100 tips (5 keping besar @ 20 tips) dimana di setiap tips hanya 1-3 halaman saja. Membuat pembaca tidak bosan dan hilang konsen saat membacanya. Fokus terjaga serta yang ingin disampaikan mengena sekali tanpa ada kesan bertele/tele. Adanya kalimat yang dicetak tebal menggunakan ukuran huruf lebih besar juga sangat memudahkan pembac…

Ragam Kehidupan di Atas Bis Trans Jateng dan Semarang

Berkendara dengan kendaraan umum, akan memperluas pemahaman kita akan hadirnya beraneka ragam jenis dan rupa kehidupan di luar sana. Kali ini aku mengajak adik dan kakak berkeliling kota Semarang menggunakan Trans Semarang dan Trans Jateng. Apa bedanya? Trans Semarang hanya menghubungkan dalam kota Semarang sedangkan Trans Jateng menghubungkan dengan berbagai kabupaten Semarang di sekitar kota Semarang. Trans Jateng ada dengan trayek Bawen - Ungaran - Stasiun Tawang. Saat ini juga sudah ada tol dengan pintu keluar Bawen sebelum Salatiga dan setelah Ungaran, namun Trans Jateng ini melewati jalan non tol. Tarifnya cukup murah hanya 3500 dan 1000 untuk anak-anak. Cara pembayarannya pun cukup berbeda dibandingkan Trans Jakarta. Jika Trans Jakarta wajib menggunakan e-money yang di tap pintu masuk setiap halte, kalau disini tiket dapat di beli di halte atau di atas bus dengan penjaganya. Penjaganya membawa alat kecil seperti kalkulator yang dapat menggeluarkan tiket.Halte disini juga sangat…

Ibuku Sudah Menua...

Di mata seorang anak, seorang ibu akan senantiasa terlihat segar dan kuat seperti semasa muda dulu ketika aku masih kecil. Walau rambut sudah memutih dan usia sudah senja, aku berpikir bahwa Ibuku masih sehat dan kuat seperti dulu ketika saat membesarkan ku. Termasuk saat ketika anak pertamaku lahir dan sering kutitipkan kepadanya ketika aku bekerja. Kupikir ibuku masih kuat, sekuat saat membesarkanku dulu. Namun seiring berjalannya waktu, kini kusadari bahwa tangan kuat dan wajah cantiknya kian memudar. Tak segesit dulu lagi ketika berjalan. Capek sedikit mudah sakit. Mendengar teriakan dan tangisan anak-anakku pun sudah membuatnya pusing. Salah satu keputusanku untuk meninggalkan karir kantoranku adalah tak kuasa melihat ibuku ketika walau hanya turut mengawasi anakku ketika di rumah, ternyata perilaku anakku benar-benat manja sekali. Semuanya maunya di"ladeni" sama eyangnya walau ada mba atau babysitternya. Belum kalau lagi tantrum, apalagi kalau aku tinggal dinas berha…

Kembali Memelihara Kelinci

Aku adalah seorang yang cukup senang dengan binatang. Ketika kecil aku pernah memelihara kucing, karena ayahku suka sekali memelihara kucing kecil. Sudah banyak sekali jenis binatang peliharaan yang pernah aku pelihara. Mulai dari kucing, anjing, burung, kelinci, marmut, keong, ikan dan kura-kura. Aku juga suka mengamati binatang di habitatnya. Berhubung aku mempunyai halaman yang luas, banyak sekali binatang atau pun serangga yang dapat diamati. Aku lebih suka melihat binatang bebas di alam habitatnya daripada terkurung di sangkarnya.Dari sekian banyak binatang peliharaan yang pernah ku pelihara, ada satu jenis binatang yang aku paling suka. Aku paling lama pernah memelihara kelinci hingga kelincinya berusia 7 tahun. Aku sangat suka dengan kelinci. Selain karena makanannya mudah (aku tinggal memetik daun-daunan), bulunya halus dan enak dielus-elus. Bahkan usia pernikahanku pun masih kalah dengan kebersamaanku bersama kelinciku ini.Halaman rumahku dulu cukup luas, sehingga kelinciku d…

Satu Sakit Seluruh Isi Rumah Ikut Sakit

Kakak tiba-tiba demam lalu berlanjut batuk serta pilek. Demamnya lumayan tinggi hingga 39,9 derajat celcius. Untungnya hanya 1-2 malam, setelah itu turun, tidak demam lagi. Kakak cukup kooperatif untuk minum obat dan dikompres kepalanya. Berbeda dengan adiknya yang agak sulit untuk minum obat.Ketika demam, akhirnya kami berpisah kamar, supaya adiknya tidak ketularan. Papa bersama kakak dan aku bersama adik. Setelah demam kakak turun tinggal batuknya saja, kembali tidur bersama-sama. Nah, inilah salah satu kesalahannya, setelah kami satu kamar disaat kakak masih batuk-batuk, satu persatu kami pun menjadi sakit. Adik ikutan demam 1 malam juga hingga 38,5 derajag celcius. Aku pun dan papa juga mulai merasa tidak enak untuk menelan. Badanku juga mulai greges dan mulai menjadi bengek. Padahal semenjak kakak demam di awal-awal, kami sudah berusaha untuk meningkatkan pertahanan diri dengan minum vitamin dan peningkat daya tahan tubuh. Lalu aku pun juga memotong bawang merah dan diletakkan di…

Adek Bisa Minum Obat

Ketika anak sakit, akan menjadi PR banget untuk mamanya jika si anak tidak mau minum obat. Aku termasuk penganut yang kalau bisa tanpa obat, ya gak usah diminumin obat jika sakit. Sakit itu sebenarnya tanda bahwa tubuh kita sedang lemah pertahanannya dan butuh banyak istirahat. Dengan istirahat yang cukup dan asupan makanan bergizi sakit pun bisa segera hilang.InsyaAllah jika hanya panas, pilek, batuk maka aku biasanya tidak memaksakan anak untuk minum obat. Karena *upaya* untuk bisa obat itu terminum dengan baik dan benar itu, merupakan suatu proses yang cukup melelahkan.  Termasuk vitamin, segala sesuatu yg diminumkan dari pipet atau sendok obat itu, anakku sulit sekali. Butuh 2 orang untik memegangi dan supaya obat itu masuk, maka perlu dipaksa, dicekoki macam di film-film itu. Hadeuh, melihatnya membuat hati ini terasa, kok mesti begini banget ya. Padahal obatnya atau vitaminnya juga manis. Namun akhirnya sampailah pada suatu ketika ada obat yang harus diminumkan, karena ternyata …

Bermain "Salju" di rumah

Masih ingat dengan buah kapuk yang didapat dari dekat masjid. Kakak membukanya di rumah dan jadilah hujan "salju". Kakak dan adik berlarian kesana kemari mengejar kapuk tersebut dan menerbangkannya serta meniupnya. Dan juga berusaha menangkapnya.Kakak pun penasaran kenapa ada biji hitam kecil diantara bulu-bulu kapas putih itu. Aku pun menjelaskan bahwa itu biji pohon kapuk, jika kakak tanam nanti bisa tumbuh pohon kapuk yang besaaaaar seperti di dekat masjid itu.Kakak pun bersemangat menggali tanah dan menanam biji tersebut berharap akan tumbuh pohon kapuk yang besar sehingga buahnya banyak dan jika merekah buahnya akan datang hujan "salju" seperti sekarang ini. Kakak oun mengambil air dan menyiraminya.Sungguh memamg fitrah anak itu pembelajar, ingin mengetahui segala sesuatunya dengan penuh semangat. Semoga aku sebagai orang tuanya dapat senantiasa mendampingi dan mempertahankan kobar semangat rasa ingin tau dan belajar yang sudah terinstall dengan baik ini.#ODOP…

Belajar tentang Angin

Siang ini tumben sekali kakak dan adik begitu sampai rumah setelah pulang sekolah, langsung mengaplikasikan yang diminta Bu Guru untuk langsung pulang, cuci tangan ,cuci kaki, ganti baju dan bobo siang. Ada lagunya yang dinyanyikan setiap hendak pulang sekolah dan sepertinya jika disampaikan melalui lagu lebih meresap ke dalam pikiran dan dikerjakan.Jam 1 adik bangun lalu disusul kakaknya jam 2 juga terbangun dari tidur siangnya yang nyenyak. Setelah selesai makan siang, jadilah anak-anak meminta bermain diluar. Awalnya meminta untuk naik sepeda namun ternyata tertarik untuk bermain pasir. Dilarang tidak mau dan tidak bisa, akhirnya mamanya turut mengawasi saja agar pasir tersebut tidak masuk ke mata. Kakak ingin membuat istana pasit namun apa daya pasirnya hanya sedikit. Kakak memang paling senang bermain pasir jika diajak ke pantai.Aku pun terbentik ide untuk mengajarkan dan mengenalkan angin sembari mereka bermain pasir. Sambil mereka melempar-lempar pasir dan kerikil, aku sampaika…

Belajar bersama alam (pohon kapuk)

Belajar tidak selalu harus identik dengan duduk manis di dalam suatu kelas mendengarkan penjelasan dari guru di depan. Namun dari kegiatan sehari-hari, banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil maknanya.Seperti pada saat pulang mengaji. Kakak menemukan pohon kapuk di sebelah masjid. Kebetulan pohon kapuknya sedang berbuah lebat dan banyak yang berjatuhan. Bulu-bulu kapuk berterbangan dari buahnya yang sudah terbuka. Kakak dan adik senang sekali, bermain bersama kapuk ini. Pertama kalinya melihat buah kapuk dan bulu-bulu kapuk langsung dari pohonnya. Kakak dan adik pun berebutan untuk mengambil buah-buah kapuk yang terjatuh merekah, lalu mengambil bulu-bulu kapuk tersebut dan diterbangkan ditiup kesana kemari.Setelah puas bermain, kakak pun meminta untuk dapat membawa buah kapuk yang belum pecah untuk ditunjukkan kepada papa nanti di rumah.Belajar dan bermain dengan alam sungguh sangat menyenangkan, banyak ilmu dan pengetahuan yang bisa kita dapatkan hanya dari kegiatan kita sehari…