Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Life Story

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Hidup di Perantauan (Part 1)

LIVE THE ADVENTURE Menginjak usia dewasa muda mungkin bahkan remaja akan muncul keinginan merantau ini. Sekolah merantau   ke kota sebelah atau ke negeri tetangga. Entah dilandasi alasan ingin mandiri atau ingin bebas saja tinggal terpisah dari orang tua, rasa ingin berkelana mencoba merasakan dunia baru biasanya menggebu. Bagi yang sudah bekerja juga dapat dihadapkan pada pilihan untuk merantau mengikuti tempatnya bekerja. Bagi pasangan suami istri, merantau juga akan menjadi pengalaman tak terlupakan karena mereka akan sangat mengandalkan satu sama lain di tempat baru dimana tiada sanak saudara ataupun teman. Apapun alasan kamu untuk merantau itu, dapat aku katakan hidup di perantauan itu akan penuh dengan tantangan. Segala sesuatunya baru di matamu. Live The Adventure 🙂. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi.   Make a  friend (Perbanyak kenalan)   Prepare your savings (Siapkan dana darurat) Know your new place (Kenali daerahmu)  Less Goods is Good

Fun Banget Loh, Belajar Bahasa Inggris bersama TBI Pondok Indah

Belajar bahasa itu sepanjang masa, karena bahasalah kita dapat berkomunikasi dan memperluas wawasan. -Angrumaoshi- Apa itu TBI? Tempat Les Bahasa Inggris ya? Aku sudah lama mendengar dan mengenal tempat kursus bahasa Inggris yang bernama The British Institute atau biasa disingkat dengan TBI ini. TBI ini sangat terkenal pada masa aku sekolah dulu dan merupakan pilihan favorit untuk tempat les bahasa inggris. Hingga kini pun TBI pun masih favorit loh. Di usia yang semakin matang, TBI sudah berdiri sejak 37 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 18 Februari 1984. Dalam hitungan hari mau ulang tahun nih.  Dan ternyata TBI sudah menyiapkan banyak kejutan loh.  Salah satunya adalah  TBI akan mengadakan: Kelas & Sesi Konsultasi GRATIS pada tanggal 18 Februari 2021 , yang dilanjutkan dengan acara daring talkshow, webinar dan TOEFL Simulation Test pada tanggal 19 Februari 2021 . Kamu buruan daftar ya sekarang. Kamu dapat memilih free class sesuai dengan kebutuhan bahasa inggris kamu dan ja

Unforgetable Moment when Delivering My Baby into The World

It was a very unforgetable moment of my life when delivering my baby into the world. I've never expected that it would feel this way. Having my baby in my tummy for 9 months then holding my baby in my arm, were totally a different experience.  During the pregnancy, I felt something growing in my tummy. It was not something, it was a living thing. It was a baby. A baby from the size of peanut then grew bigger until 50cm and 3kg. From the time the mommy didn't realize that the baby was there until the baby got bigger and always kick the tummy's mommy from the inside. And then, the time for the baby to see the world finally came.  There was so many myth during pregnancy ( mitos tentang ibu hamil ), but I don't care at all. I just paid attention to my health (physically and mentally). Also the food had been eaten by me during my pregnancy. I didn't eat sushi at all, eventhough I like to eat sushi very much.  My first pregnancy became a moment that me and my husband had

Wisuda Akbar, Matrikulasi Batch 6 Jateng 1 Institut Ibu Profesional

Tak terasa hampir 6 bulan kebersamaan bersama dalam program matrikulasi ibu profesional. 3 bulan intensif belajar bersama via google class lalu kami mempersiapkan acara wisuda akbar wilayah jateng 1 yang meliputi Salatiga, Semarang, Jepara dan Pati yang Alhamdulillah dapat terselenggara dengan sangat baik pada hari Minggu lalu.  Pada acara wisuda yang mengambil tema Ibu pembelajar, anak terpelajar ini berkesempatan hadir narasumber yang keren abis dimoderatori oleh moderator yang juga oke banget. Narasumber pertama adalah Ibu Ellen Kristi, seorang penggiat homescholler dengan metode Charlotte Mason yang sebelumnya telah berkarya menjadi abdi negara (PNS) selama 10 tahun. Ibu keren ini juga telah menuliskan sebuah buku berjudul "Cinta Yang Berpikir". Pada kesempatan kali ini Ibu Ellen berbagi ilmunya tentang ilmu apa saja yang harus dipersiapkan dan dipelajari ketika menjadi seorang ibu.  Ilmu-ilmu tersebut dimulai dari memahami bahwa seorang anak adalah seo

Pekerjaan Pertamaku, Pekerjaan Impianku?

Salah satu fase kehidupan yang biasanya dialami oleh orang banyak adalah selesainya tahapan belajar di bangku formal. Bisa itu wisuda setelah kuliah atau tamat SMU. Setelah fase ini, diharapkan para lulusan ini dapat bekerja dan hidup mandiri. Tidak lagi bergantung kepada orang tua atau keluarga. Bahkan mungkin mulai mempersiapkan diri untuk memulai keluarga kecilnya sendiri. Bagaimana kita bisa mendapatkan pekerjaan idaman kita? Apa saja yang harus dipersiapkan? Teman-teman para lulusan baru yang sedang bersiap mencari pekerjaan pertamanya baiknya membaca tips berikut ini: 1. Pekerjaan pertama jangan asal, nanti menyesal. Jika memang ingin menyalurkan ilmu yang sudah dipelajari di bangku sekolahan, maka lamarlah pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. Namun jika itu bukan masalah, melamar pekerjaan yang tidak sesuai juga tidak apa-apa seperti misalnya management trainee, karena biasanya akan ditraining dengan intensif terlebih dahulu. 2. Lamarlah pekerjaan di perusa

#KAI Perjalanan Ke Bandung demi Survey Tempat Kuliah Idaman

Aku saat itu duduk di bangku kelas 3 SMU. Berdebar-debar rasanya membayangkan bahwa sebentar lagi akan berkuliah. Aku bersama teman-temanku, para perempuan tangguh mempunyai mimpi yang sama ingin dapat berkuliah di universitas negeri ternama. Salah satunya tentu, kampus di bandung yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pajajaran (Unpad). Kami pun berenam sepakat untuk survey kampus di bandung tersebut. Walaupun belum tentu kami akan memilih kampus tersebut nantinya, karena masih ada beberapa universitas negeri lainnya yang juga kami incar. Salah seorang nenek dari teman kami ada yang mempunyai kos-kosan di daerah kampus tersebut. Kami pun berencana untuk menginap disana, karena sedang ada kamar kosong. Perjalanan pun kami sepakati untuk menggunakan Argo Parahyangan. Saat itu belum ada tiket online seperti sekarang ini. Sehingga kami pun mengantri di stasiun untuk membeli tiket. Di depan kami terdapat beberapa anak laki-laki yang sepertinya juga seumuran dengan kami. K

#KAI Perjalanan Pertamaku ke Rumah Eyang Tanpa Ditemani Orang Tuaku

Pengalamanku bepergian tidak bersama orang tua ke rumah eyang di Solo, sangat berkesan. Kala itu, aku masih berumur 10 tahunan. Aku pergi bersama ke-empat saudara sepupuku yang juga seumuran ditemani oleh om dan tante yang merupakan orang tua dari kedua kakak beradik sepupuku. Kami berangkat bersama menggunakan kereta eksekutif Argo Lawu. Waktu itu kami berangkat pagi hari. Perjalanan kurang lebih memakan waktu 8 jam. Aku yang baru pertama kali naik kereta api tanpa orang tuaku, sama sekali tidak merasa cemas. Namun rasa senang sangat meluap-luap karena liburan ini akan aku habiskan bersama sepupu-sepupuku di rumah eyang. Orang tuaku melepas aku di stasiun hingga kereta berangkat meninggalkan peron berangkat menuju solo. Sejenak setelah kereta bergerak, aku yang memang aktif sejak kecil, sudah tidak sabar ingin menjelajahi kereta api ini. Akhirnya kami pun ijin ke om dan tante lalu berkelanalah kami menyusuri gerbong demi gerbong. Ternyata setiap gerbong sama isinya. Namun ada 1 ger

Generasi Old Baby Boomers yang Berusaha Mengikuti Perkembangan Zaman

Aku mempunyai anak balita dan orang tua yang sudah masuk lansia. Jika aku bandingkan, lebih mudah anak balita untuk mengoperasikan smartphone daripada lansia. Aku butuh beberapa kali dengan sabar untuk mengajari kedua orang tuaku menggunakan handphone. Ketika ayahku masih ada, mengajari beliau menggunakan handphone merupakan suatu tantangan yang luar biasa. Padahal ayahku adalah seorang pembelajar sejati. Beliau banyak membeli buku bagaimana cara belajar internet. Beliau pun mulai belajar word dan mengetik. Namun belajar internet tidak semudah belajar word dan mengetik ternyata baginya. Terlalu banyak icon yang dapat diklik membuat bingung dan takut salah. Sehingga hingga akhirn hayatnya beliau pun tidak bisa menggunakan smartphone hanya dapat telepon saja menggunakan handphone biasa, itu pun yang tombol angkanya harus besar-besar. Sms pun sangat terbatas. Berbeda dengan ibuku. Ibuku yang usianya terpaut cukup jauh dari ayahku. Walau bukan tipe pembelajar namun agak lebih mudah diaja

MERAIH MIMPI

Mimpi demi mimpi berguguran Mimpi menjadi seorang dokter gugur Mimpi berkarir blazer pun gugur Namun, masih ada mimpi yang ingin kuraih Tak pernahku sekalipun... Kubermimpi menjadi ibu rumah tangga Namun saat ini, itulah aku... Karena aku kembali berbadan dua Kuharap mimpiku ini tidak kembali gugur Mimpi meraih dan mengenyam pendidikan di negeri orang Walau saat ini aku hanya di rumah Menjadi seorang ibu rumah tangga #ODOP #onedayonepost #51post #fiksi

Seorang Ayah di Mata Putrinya

Desember 1941, telah lahir seorang laki-laki kuat, anak kedua dari Bapak Poespowikoro di kota Solo. Beliau bernama Sriyono Poespowikoro. Besar di kota solo, menempuh pendidikan bruderan hingga melanjutkan pendidikan ke kota gudeg meraih titel Insinyur Sipil. Beliau mempunyai seorang kakak perempuan, cukup banyak adik-adik dan juga beberapa adik tiri. Menjadi anak lelaki pertama di keluarga, membuatnya serta merta turut membantu keuangan keluarga menyekolahkan adik-adiknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Selepas lulus dari Universitas Gajah Mada, beliau masuk bergabung menjadi abdi negara di kementrian pekerjaan umum dan ditempatkan di proyek pembangunan waduk karang kates di kabupaten malang. Disanalah beliau menemukan jodohnya, wanita yang sangat cantik, kembang desa yang masih berkuliah di Universitas Brawijaya. Walau terpaut usia yang cukup jauh, dan masih berstatus mahasiswa jika jodoh maka pernikahan pun terlaksana dengan khidmatnya. Putra priyayi solo meminang kembang desa