Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Melatih Kemandirian

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Melatih Kemandirian (Toilet Training) Day 10

Bagaimanakah kehebohan semalam? Apakah si adik masih tidak mau pipis? Apakah kakak dan adik masih mengompol??? Bahagia tak terkira pagi ini anak-anak dibangunkan sahur, daaaaaan jreeeeeng popok mereka masih keriiiiing. Yeaaaay senang sekali.Berkah Ramadhan, bangun pagi-pagi, anak-anak belum ngompol. Tak perlu malam-malam dibangunkan untuk menyuruh mereka pipis demi tidak ngompol.Semoga ini dapat berlanjut teruuus menerusss sehingga selepas Ramadhan ini anak-anak benar-benar tuntas lepas popok. Amin.

Melatih Kemandirian (Toilet Training) Day 9

Setelah semalam berakhir dengan drama karena si kecil menangis2 tetap keukeuh dengan pendiriannya tidak mau pipis setelah minum, padahal kalau dipikir, sudah bangun kan, lalu sudah minum trus lanjut ke kamar mandi apa susahnya untuk pipis. Sudah dicontohkan oleh ibunya yang setelah minum juga ikutan pipis. Bahkan kakaknya yang terbangun karena tangisan si kecil pun juga ikut pipis sambil ikut membujuk adiknya yang kecil untuk pipis.Hari ini aku pun akan menggunakan strategi yang sama. Akan tetap meminta anak-anak pipis di malam hari apalagi jika mereka terbangun meminta minum.Si adik lucunya ketika bangun pagi-pagi, dia memegang tanganku sambil berkata maaf ya mama sambil dicium tanganku. Sepertinya dia sadar dan teringat semalam menangis meraung-raung ketika kuminta untuk pipis. Aku pun berkata nanti malam gak gitu lagi ya, kalau diminta pipis, ya pipis ya. Iya mama, katanya.Bagaimana hasil toilet training malam ini? Kita tunggu hasilnya besok yah.

Melatih Kemandirian (Toilet Training) Day 8

Setelah 7 hari berfokus kepada ketrampilan kemandirian untuk membereskan mainan pada kakak. Pada hari ke-8 ini, ketrampilan untuk bisa tidak ngompol menjadi fokusku untuk ke adik dan ke kakak sekalian.Sebenarnya toilet training ini sudah cukup lama kuperkenalkan kepada kedua anakku ini. Namun timbul tenggelam. Terkadang sukses namun lalu gagal lagi.Perkembangan toilet training ini sebenarnya sudah dimulai dari tahun lalu untuk kakak. Kakak yang saat tidur siang pun bisa ngompol saat ini sudah tidak ngompol lagi. Namun saat malam, kakak benar-benar tidak terasa ketika mengompol. Sedangkan si adik walau usianya terpaut 2,5 thn lebih maju toilet trainingnya. Aku pun bertekad untuk melaksanakan lagi toilet training ini. Semoga kali ini lulus dengan mantap kedua anakku dan tidak mengompol kembali. Hari pertama ini masih memakai popok namun sebelum tidur kuminta pipis terlebih dahulu dan ketika terbangun malam untuk meminta minum, aku sekalian meminta untuk pipis di kamar mandi. Namun terny…

Melatih Kemandirian (Membereskan Mainan) Day 7

Hari ini kakak meminta untuk dapat bermain mewarnai dengan cat air lagi. Aku pun teringat dengan kejadian sebelumnya ketika kakak bermain mewarnau dengn cat air. Cukup rapi dan tidaj berceceran dimana-mana. Akhirnya aku pun meluluskan permintaannya dengan syarat jangan berebut dengan adik ya. Kuasnya kan ada dua, satu kecil dan satu besar.Akhirnya mereka pun bermain mewarnai dengan cat air tanpa kuawasi. Beberapa saat kemudian, kutengok mereka. Voila ternyata mereka tidak mewarnai dengan cat air beralaskan kardus seperti beberapa hari lalu yang aku contohkan. Alhasil lantainya berwarna-warni terkena cat air.Setelah mereka selesai mewarnai, seperti biasa aku meminta kakak untuk membereskan seperti semula, termasuk membersihkan lantai yang berwarna-warni tersebut sambil memberikan tissue.Ternyata kakak bisa loh membereskan dengan mendekati sempurna seperti sedia kala. Hebat. Kakak pun memberikan semua peralatan kepadaku yang sudah bersih untuk aku simpan di atas lemari supaya tidak terj…

Melatih Kemandirian (Membereskan Mainan) Day 6

Kakak tiba-tiba mendatangiku dengan beragam cat air dan kuasnya. Dia meminta izin untuk boleh bermain mewarnai dengan cat air itu. Terbersit langsung di pikiranku, bahwa aduh bakal berantakan seperti apa ini. Nanti air ada dimana2, catnya bisa kena baju dan tumpah ke lantai. Fiuh.Akhirnya, kuputuskan untuk menemai mereka mewarnai dengan cat air. Kuajari bagaimana caranya supaya tidak berantakan. Airnya sedikit saja. Memakai alas kardus sehingga tidak terkena lantai. Dan meminta kakak berjanji untuk membereskan semuanya seperti semula setelah mewarnai dengan cat air. Kuasnya dicuci sampai bersih dan dilap dengan kertas tissue.Ternyata kakak bisa loh, mewarnai dengan cat air tanpa belepotan kesana kemari. Dan janjinya juga ditunaikan, dibereskan kembali semuanya seperti semula. Good Job Kakak.

Melatih Kemandirian (Membereskan Mainan) Day 5

Hari ini kakak meminta berenang. Namun karena jauh, kakak berhasil dibujuk untuk bermain air saja di rumah.Nah, sebenarnya dulu sudah pernah dikomunikasikan kepada kakak kalau bermain air di rumah (di bak kamar mandi), hanya boleh membawa 1 mainan saja untuk diajak bermain bersama.Namun, kali ini aku lupa untuk mengingatkannya kembali. Alhasil buanyaaaak sekali mainan yang ditumpahkan ke dalam bak mandi tersebut. Aku pun sebelumnya juga tidak begitu mengetahui sebenarnya yang membawa mainan sebanyak itu ke kamar mandi si kakak atau si adik. Karena mereka berdua bermain bersama.Fiuuuh, akhirnya setelah mereka selesai bermain, aku minta kakak untuk membersihkan sampai bersih, membawa semua mainan ke luar dan dijemur. Good Job kakak, walau mainannya banyak yang tercerai berai, namun kakak tetap bertanggung jawab untuk membereskannya kembali.

Melatih Kemandirian (Membereskan Mainan) Day 4

Kusangka keesokan paginya, adik akan mencari-cari mainannya. Namun ternyata adiknya cuek saja. Serasa tidak kehilangan mainan. Setelah kupelajari, adik itu ingin memainkan mainan yang terlihat di depan matanya. Jika mainan itu tidak terlihat di depan matanya ya, dia tidak mencarinya atau bahkan lupa dengan mainannya.Berbeda dengan kakaknya yang hafal dengan setiap mainannya. Dia akan menanyakan mainannya ada dimana jika tidak terlihat di tempatnya semula. Untuk sementara kemandirian untuk membereskan mainan untuk si kakak patut diacungi jempol. Yeay.

Melatih Kemandirian (Membereskan Mainan) Day 3

Setelah malam kemarin, melatih kemandirian dalam membereskan mainan ini digagalkan oleh sang adik.Aku pun mempunyai strategi. Kakak yang menjadi marah-marah karena diberantakin lagi oleh si adik mainannya, aku pun memberitahunya, bahwa adik masih kecil. Tapi kamu bisa menjadi peri mainan.Apakah itu peri mainan? Setiap adik diajak untuk membereskan kembali mainannya tidak mau, maka kakak dapat menjadi peri mainan. Peri mainan itu akan menyembunyikan mainan-mainan yang tidak dikembalikan lagi pada tempatnya. Jadi adik akan bingung besok jika mau bermain, mainannya tidak ada. Kakak setuju dengan ide itu. Ketika dia menjadi peri mainan dan menyembunyikan mainan adik di kotak hitam yang adik tidak dapat membukanya.Adik pun tidak menangis karena tidak dimarahin kakaknya, mainan pun rapi. Mari kita lihat, besok adik cari mainannya gak ya?

Melatih Kemandirian (Membereskan Mainan) Day 2

Pada hari kedua ini, kakak sebenarnya masih mempertahankan dapat membereskan mainan setelah bermain. Namun ada yang membuatnya kesal, adiknya yang masih belum genap 3 tahun masih belum bisa mengikuti peraturan yang aku terapkan sehingga ruang bermainan selalu senantiasa berantakan bahkan adik suka membawa mainan ke luar ruang bermain sehingga berserakan dimana-mana di lantai.Dia pun menjadi uring-uringan dan kesal dengan adiknya. Karena berkali-kali dia membereskan mainan, kembali berantakan lagi. Pada dasarnya, kakak adalah seorang anak yang suka dengan kebersihan dan kerapihan.Hmm, bagaimana ini ya, mainan tetap berantakan plus adiknya menjadi menangis ketika kakaknya marah karena dibuat berantakan. Jadi double runyamnya. Let's see tommorow, day 3.

Melatih Kemandirian (Membereskan Mainan) Day 1

Si Kakak sudah berusia 5 tahun. Kemandirian yang ingin kutingkatkan untuk si kakak adalah membereskan mainannya kembali setelah dimainkan.Peraturan pertama yang aku terapkan adalah:
1. Bermain hanya boleh di kamar bermain sehingga mainan yang berantakan hanya berada di dalam 1 lokasi saja.
2. Bermain mainan hanya 1 jenis dalam 1 waktu. Ketika sudah selesai, dikembalikan kepada tempatnya, baru mengambil mainan yang lain.
3. Sebelum tidur lihat kembali kamar bermainan dan ruang-ruang lainnya jika masih ada mainan berserakan, maka harus dikembalikan ke tempatnya kembali.Hari pertama, kakak sudah bisa melaksanakan ketiga peraturan tersebut. Alhamdulillah, keep the good work, Kak.