Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibu

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

"Me Time" itu Wajib Hukumnya Bagi Semua Ibu. Mengapa?

Aku dulu seorang single lady yang gemar bekerja (workaholic). Kebiasaan ini pun terbawa hingga ketika aku menikah bahkan saat aku sudah memiliki anak. Lalu kemudian tidak lama setelah kelahiran anakku yang kedua, aku pun memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga saja. 
               sumber : www.pixabay.com

Saat ketika masih bekerja khususnya ketika masih single, "Me Time" itu dengan mudahnya dapat kulakukan. Aku bebas melakukan yang aku senangi, hobbyku, bepergian kesana kemari diluar jam kantor pastinya. Bahkan terkadang saat berada di kantor pun itu bisa menjadi saat "Me Time" aku. Karena aku senang dengan yang pekerjaan yang aku lakukan di kantor plus dapat gaji lagi. Saat makan siang pun juga dapat dikatakan "Me Time" aku, karena bertemu dan bercengkerama dengan teman-teman. 
Lalu aku pun menikah dan mempunyai anak sambil tetap bekerja. Wow, mengatur waktu, fokus dan pikiran serta rasa itu supaya semua tanggung jawab yang aku emban sebagai seorang…

Baper? Tips Jadi Ibu Gak Baperan.

Ketika menjadi seorang ibu, peran seorang perempuan bertambah tiga kali lipat. Kok bisa? Karena selain menjadi seorang perempuan, maka juga menjadi seorang istri dari suaminya dan juga seorang ibu dari anak-anak yang kelak dilahirkannya . Dimana seorang perempuan, istri dan ibu mempunyai tanggung jawab yang berbeda namun sekaligus harus dilaksanakan dengan penuh sukacita dalam waktu yang bersamaan.
              sumber : www.pixabay.com

3 peran sekaligus dalam 24 jam 7 hari 1 minggu berturut-turut tanpa jeda, tentunya membawa konsekuensi pada rasa dan kesehatan fisik serta mental. Sehingga amat mudah bagi kami para ibu menjadi "baper" dalam segala hal yang kami lakukan. Mood menjadi tak terkendali, rasanya capek dengan semua tanggung jawab yang menumpuk di pundak ini tanpa orang lain mengetahuinya bahwa "berat" memikul tanggung jawab dari 3 peran ini. Yang orang lain tau hanyalah, ya memang sudah seharusnya seorang ibu seperti itu. 
Banyak mungkin perempuan yang tidak…