Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Healthy Life

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Ketika Wanitamu, Tak Berdaya Melawan Depresi

Jika pada posting sebelumnya sudah diulas hasil ngobrol ringan dengan Mba Ika yang pernah mengalami depresi karena ditinggal suaminya. Dan juga curahan hati Mba Indah yang mempunyai sahabat yang mengalami depresi. Kali ini saya berkesempatan mengobrol ringan dengan Mas Ale (bukan nama sebenarnya) yang istrinya pernah mengalami depresi.

Berikut obrolan ringan kami: ✒Bagaimana awalnya Anda mengetahui bahwa istri Anda terkena depresi?
Saya sudah mengetahuinya sebelum menikah. Saat itu dia tidak mau berangkat ke kantor selama seminggu, akhirnya diceritakan bahwa dia mengalami depresi dan dalam pengobatan.

✒Apa yang Anda lakukan ketika mengetahui dia terkena depresi?
Berusaha mensupport.

✒Bagaimana perasaan Anda mengetahui calon istri terkena depresi?
 Awalnya bingung karena bisa ya ada orang mengalami seperti ini, tapi kemudian berselancar di dunia maya mencari tahu apa itu depresi dan ternyata ada banyak orang di dunia ini yg mengalaminya.

✒Bagaimana pandangan Anda terhadapnya ketika…

Berduka Dapat Berujung Depresi

Kehilangan seseorang atau sesuatu yang amat sangat berarti bagi kita dapat meninggalkan duka yang teramat mendalam. Duka tersebut dapat menetap cukup lama bahkan dapat menjadi lebih dalam seiring berjalannya waktu. Namun banyak juga yang harus cepat bangkit dari keadaan berduka guna kehidupan dapat berjalan dengan normal kembali tanpa adanya seseorang atau sesuatu yang telah hilang tersebut. Tetapi bagaimana dengan yang larut dalam kesedihan hingga mempengaruhi kehidupannya. Lalu bagaimana membedakannya, apakah berduka pasti akan berujung depresi?
Menurut Diagnostic and Statistical Manual IV - Text Revision (DSM IV-TR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang dikatakan menderita gangguan depresi jika terdapat lima (atau lebih) gejala telah ada selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa seseorang; sekurangnya salah satu gejala harus (1) emosi depresi atau (2) kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu. Gejala-gejala tersebut adalah  (3) Hilangn…

Perbedaan Depresi dan Cemas

https://youtu.be/uynf5qtSki0 Diatas adalah salah satu channel youtube favourite saya yang pastinya saya subscribe dan saya ikuti selalu postingannya. Banyak sekali pembahasan mengenai kesehatan jiwa disini yang disampaikan dari sudut pandang seorang dokter ahli jiwa namun sangat mudah dipahami dengan bahasa yang membumi. Dokternya pun lumayan good looking ya dan masih muda, jadi menontonnya pun juga enak, tanpa merasa digurui. Episode kali ini membahas tentang perbedaan antara cemas dan depresi. Kalau yang saya pahami setelah mendengarkan penjelasan beliau diatas, kunci perbedaannya terletak pada perasaan. Jika cemas, perasaan yang dominan adalah takut hingga dapat disertai gejala fisik seperti jantung beedebar-debar, ingin muntah, keringat dingin di sekujur tubuh, pikiran tidak tenang karena selalu memikirkan yang dicemaskan atau ditakutkan. Sedangkan depresi lebih kepada sudah kehilangan semangat hidup, menyalahkan diri sendiri, menyerah, cenderung diam saja, apatis terhadap lingku…

Senam Pagiku Dulu dan Sekarang

Dulu itu di kantorku setiap selasa dan jumat itu adalah hari olahraga. Jam 7-9 pagi kita dibebaskan untuk berolahraga apa saja dan dimana saja. Sepanjang jam 9 sudah kembali ke meja kerja. Banyak pilihan olah raga disekitar kantorku ini. Bisa jalan ke monas, lari mengitari monas,bersepeda berputar-putar di daerah gajah mada-pecenongan dan sekitarnya bahkan ada beberapa temanku yang berenang di hotel dekat kantor sini. Kantor juga sebenarnya menyediakan berbagai fasilitas diantaranya meja pingpong, alat fitnes seperti treadmill, sepeda statis dan angkat beban. Lalu sebulan sekali juga ada senam bersama memanggil instruktur senam yang oke banget. Aku dulu sebenarnya cukup senang dan rutin memanfaatkan waktu olah raga ini khususnya jika ada senam. Namun seiring macetnya menuju kantor aku sering terlewat senam ini. Aku bahkan sampai menitipkan juga sepeda lipatku di parkiran kantor untuk kugunakan saat jam olah raga ini. Namun kesibukan pekerjaan dan seringnya kegiatan di luar kantor me…

Sehat Jiwa Raga? Kamu pasti bisa!

Hari gini sehat badan belum tentu sehat jiwa, namun sehat jiwa biasanya sehat badannya. Jadi ada benarnya juga tentang slogan Mens Sana In Corpore Sano yang artinya di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jiwa yang sehat tidak dapat dipisahkan dari keberadaan badan yang sehat. Jadi menjaga badan untuk tetap bugar dan sehat juga salah satu cara untuk tidak mengundang penyakit yang menyerang mental ini untuk datang. Mau donk badannya sehat namun jiwanya juga sehat. Berikut beberapa tips dan trik yang dirangkum dari berbagai sumber dan narasumber baik pelaku ataupun dokter spesialis kejiwaan untuk menjaga jiwa tetap sehat di kehidupan nyata yang semakin menantang ini :1. Berolahraga teratur
Sesibuk apa pun anda usahakan dapat berolahraga secara teratur setiap harinya minimal 30 menit. Olah raga tidak harus ke gym atau berganti baju olah raga atau yang berat seperti lari/tennis/basket/badminton/renang. Olah raga ringan dapat dilakukan di kubikel Anda bekerja atau pada saat kelu…