Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Education & Scholarship

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Studying during Corona Pandemic

Corona virus had became a pandemic from the early of 2020 all over the world. It started from China then spread to every country. Some country had managed it well but many country are still struggling. This pandemic gave a huge impact to our education system ( kebijakan pendidikan ). Some people believe that study must proceed during the pandemic (using online study system) but some people think, it would be better to postphone the new school academic year until the pandemic is under controlled.  In my opinion, it would be better if the government postphone the new school academic year rather than insist to open the new school academic year. There are some disadvantages if the new school academic year will be opened during the pandemic. The life of the children will be on risk if the schools open and do the offline learning system. Eventhough, if the learning system will be using online platform, it will not give the same quality compare to offline learning system. Face to face learnin

Sudah Tua masih Mau Sekolah? Ada lho beasiswanya ke Belanda.

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/11/26/beasiswa-ke-negeri-orange-tak-batasan-usia Simak tulisanku yang dimuat pada situs goodnewsfromindonesia yaaa. Sebelum membaca lanjutannya dibawah ini. Kali ini tentang beasiswa yang tak berbatas usia. Mempunyai mimpi untuk mengenyam pendidikan di negeri orang bukan hanya milik anak-anak muda saja. Usia setelah kepala 3 atau bahkan kepala 4 mungkin masih menyimpan asa untuk mengejar gelar master ataupun gelar Phd. Banyaknya beasiswa yang memberikan persyaratan usia untuk melamarnya menyurutkan asa orang-orang yang sudah tidak muda lagi. Seakan hak untuk belajar dengan beasiswa hanya milik anak-anak muda saja. Namun akhirnya kutemukan beasiswa  penuh yang tanpa batasan usia untuk menggapai gelar master. Bahkan untuk freelancer pun dapat mencoba untuk melamar beasiswa ini sepanjang telah bekerja selama 2 tahun. Fresh Graduate pun juga welcome to apply . Beasiswa itu adalah Beasiswa Stuned atau beasiswa untuk studi di Belanda yang diber

Ketika Usia Tak Menyurutkan Semangat Belajar

Sembari aku menunggui kakak les piano di ruang tunggu, ada yang tak biasa. Aku melihat ada seorang nenek-nenek dan juga temannya, sepertinya beliau berdua tertarik untuk ikut les piano disini. Pemandangan yang cukup menarik, karena biasanya tempat les ini dipenuhi oleh anak-anak usia sekolah yang les alat musik. Tapi kali ini ada nenek-nenek yang masih semangat untuk dapat belajar bermain musik. Aku pun yang duduk disebelahnya menjadi ikut tertarik dengan motivasi nenek ini bermain musik, akhirnya mengobrol dengan mereka berdua bersama-sama dengan pemilik franchise les ini dan juga petugas yang melayani pelanggan. Ternyata nenek ini juga ingin diajari oleh guru les yang juga mengajari anakku. Guru les anakku memang cukup senior juga. Setelah beberapa saat bercengkerama bersama, akhirnya aku mengetahui bahwa nenek ini sudah berusia 77 tahun dan juga rutin berenang.  Namun nenek ini tidak terlihat seperti usia 70an, kupikir masih 65 tahunan. Sang nenek pun juga bercerita bahwa dia suda

Siap Sekolah, Siap Meraih Cita-cita

Ketika anak sudah masuk usia pra sekolah. TK dan PAUD, gemar sekali memberikan informasi sharing ilmu parenting, baik skala sekolah atau skala wilayah (kelurahan/kecamatan). Sedikit banyak  jadi merefresh ilmu-ilmu yang sebenarnya sudah pernah didapat via grup wag atau berselancar di dunia maya. Namun bagiku pribadi memang offline itu tidak bisa tergantikan dengan online. Magnitudenya beda, feelnya beda. Kemungkinan karena termasuk generasi zaman old jadi sebagian besar masa hidupnya dulu masih tumbuh di era offline. Mungkin offline ini bisa tergantikan sedikit dengan channel youtube/video. Namun totally kalau hanya membaca materi hanya sedikit sekali yg nyantol. Menulis adalah salah satu cara mengikat ilmu. Baik ilmu yang didapat dari online maupun offline. Akan lebih terekam dengan baik jika dituliskan kembali, diucapkan kembali dan dilakukan langsung/dipraktekkan tanpa ditunda. Supaya ilmu parenting yang barusan didapat tidak langsung hilang, maka saya akan coba ikat dulu, ditul