Langsung ke konten utama

Bayar Cashless QRIS Saja, Bisa untuk Semua Aplikasi

Pernah nggak sih, kamu keluar rumah, terus nggak sadar kalau kamu nggak bawa dompet?  Lalu di tengah udara panas yang menusuk kulitmu, kamu mampir ke toko kecil untuk membeli minuman dingin. Eh, pas mau bayar baru sadar cuma bawa HP. Aku pernah tuh seperti itu. Aduh bagaimana ini, antrean di kasir udah panjang, tadi udah antre lama, minuman kemasan favorit udah di tangan dan dahaga di kerongkongan sudah tak tertahankan.  Masa nggak jadi beli, sih? Lima belas menit terbuang sia-sia saja kalau begitu.   Aha! Aku melihat logo QRIS di meja kasir. Kodenya seperti ini, nih. Contoh QRIS Logo Seketika masalahku terselesaikan. Aku bisa membayar belanjaanku dengan cashless . Nggak jadi deh mau minum di rumah saja, pulang ke rumah kan jauh.  Mana terik sekali ini mataharinya. Bisa-bisa kalau aku tidak minum sekarang, pingsan aku di tengah jalan. Aduh kok bisa lupa sih tadi bawa dompet, untungnya masih bawa ponsel dan baterainya penuh serta kuota masih aman. Aku buru-buru cek saldoku di aplikasi p

Hidup di Perantauan (Part 1)

LIVE THE ADVENTURE

Menginjak usia dewasa muda mungkin bahkan remaja akan muncul keinginan merantau ini. Sekolah merantau  ke kota sebelah atau ke negeri tetangga.

Entah dilandasi alasan ingin mandiri atau ingin bebas saja tinggal terpisah dari orang tua, rasa ingin berkelana mencoba merasakan dunia baru biasanya menggebu.

Hidup Merantau


Bagi yang sudah bekerja juga dapat dihadapkan pada pilihan untuk merantau mengikuti tempatnya bekerja.

Bagi pasangan suami istri, merantau juga akan menjadi pengalaman tak terlupakan karena mereka akan sangat mengandalkan satu sama lain di tempat baru dimana tiada sanak saudara ataupun teman.

Apapun alasan kamu untuk merantau itu, dapat aku katakan hidup di perantauan itu akan penuh dengan tantangan. Segala sesuatunya baru di matamu. Live The Adventure 🙂.


Perantauan


5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi.

    1.  Make a  friend (Perbanyak kenalan)
    2.  Prepare your savings (Siapkan dana darurat)
    3. Know your new place (Kenali daerahmu) 
    4. Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki)
    5. Learn the language (Belajar bahasa daerahnya).

 Mari kita bahas satu per satu:

  • Make a friend

Saat ini tentunya mudah untuk mencari teman di tempat baru bahkan sebelum kamu datang menginjakkan kakimu di sana.

Manfaatkanlah berbagai komunitas yang berada di kota perantauan. Bergabunglah dengan komunitas yang sesuai dengan minat dan hobby kamu atau bahkan profesi  kamu. Informasi seperti ini sangat mudah didapatkan, kamu tinggal googling saja.

Biasanya komunitas-komunitas tersebut mempunyai banyak cabang, jadi ketika kamu akan merantau pindah ke kota lain lagi maka kamu pun tinggal menghubungi Person in Charge (PIC) komunitas di kota tujuan dan otomatis kamu punya banyak kenalan di kota tujuan rantaumu sejak kamu belum berangkat ke perantauan. 

Contoh komunitas antara lain :

  1. Komunitas bagi pelajar di luar negeri (Perhimpunan Pelajar Indonesia Negara/Kota),
  2. Komunitas ibu (Institut Ibu Profesional Regional),
  3. Komunitas mobil/motor/sepeda (sesuai dengan merk/jenis kendaraan),
  4. Komunitas suku/ras (Mahasiswa Padang Perantauan, Medan, Jawa, dan lainnya),
  5. Komunitas profesi (Asosiasi Profesi Tingkat Provinsi/Kota/Kabupaten),
  6. Komunitas agama (LDII/Gereja Kristen Jawa/Gereja Bethel dan lainnya).
  7. Komunitas berdasarkan hobi seperti komunitas travellers, komunitas blogger, komunitas street art, komunitas gambar dll.
  8. Banyak komunitas-komunitas lainnya.

  • Prepare your savings

Ketika merantau tentunya dana darurat yang kita persiapkan atau yang kita punyai harus lebih dari biasanya. 

Jika dana darurat biasanya berkisar diantara 6-12 bulan biaya hidup kita sehari-hari, maka ketika merantau sebaiknya kita mempunyai tabungan dana darurat sesuai jangka waktu rencana kita akan merantau di kota/negara tersebut setidaknya minimal 12 bulan hingga 24 bulan. 

Dengan memiliki dana darurat di tangan maka kamu akan merasa lebih aman dan nyaman nantinya di tanah rantau, jika misalnya kamu kesulitan dengan likuiditas/cashflow kamu khususnya bagi kamu yang menggantungkan biaya hidup dari beasiswa/transferan dari pihak lain.

Jangan lupa hitungan dana darurat ini disesuaikan dengan biaya hidup di kota/negara tujuan ya bukan di kota saat ini kita tinggal. 

Serta yang paling penting tempatkan dana darurat tersebut pada jenis valuta yang berlaku di kota/negara tempat kamu merantau nanti. 

Bisa kamu tempatkan dalam bentuk tabungan/deposito di bank, yang sebaiknya bank tersebut adalah bank yang mempunyai cabang di kota/negara tujuan rantau kamu. 

Poin 1 dan 2 sudah kita bahas. Ayok para pejuang rantau, sudah dipersiapkan semuanyakah poin 1 dan 2?

Simak pembahasan poin 3 hingga 5 versi Angrumaoshi di blog post selanjutnya ya 🙂👌.

Komentar

  1. Waah pas banget nih aku baru pindahan lagi, mbak. Belum nemu komunitas yang cocok. Masih fokus ke menata kos baru hehe. Nomor 2 Alhamdulillah udah kekumpul sih. Cuma belum sesuai target. Ayokk ditunggu pembahasan poin 3 sampe 5 nya yaa

    BalasHapus
  2. Aku juga barusan hijrah nih beberapa tahun pindah ke desa suami, jadi ya menyesuaikan lagi dari kehidupan sebelumnya. Di perantauan yang jauh dari Indonesia juga pernah mbak, ke Hongkong hehehe. Menikmati aja sih, insyaAllah nanti ketemu juga ya yang pas. Part 2 nya ditunggu ya Mbak

    BalasHapus
  3. Hidup nomaden gini ada serunya juga tapi memang menantang bgt ya mbak apalagi kalo saving nya ga kuat. Penting juga saling support suami.istri. aku tunggu ya next part nyq

    BalasHapus
  4. saya juga merantau sejak kuliah. di saat2 awal memang berasa hidup sebatang kara. lambat laun mendapat teman dan berinteraksi dengan lingkungan

    BalasHapus
  5. Saya merantau sejak tamat sma. Sendiri...
    Sdh menapakkan kaki ke beberapa kota di Indonesia
    Tetep deg degan ketika harus menapaki dunia baru..
    Tapi tetap excited...
    Hidup merantau!!

    BalasHapus
  6. Terima aksoh mba..jadi ingat bahwa saya blm tuntas menyiapkan dana darurat nih.. Semangat nabung lagi ah..

    BalasHapus
  7. Pertama kali merantau saat kuliah. Anak udik merantau ke kota, bener-bener pengalaman yang emosional ��

    Habis itu balik lagi ke Semarang karena menikah, tentu dengan tantangan yang berbeda.
    Setelah menikah dan punya anak merantau ke luar Jawa. Bayanginnya dulu udah takut aja. Alhamdulillah nggak semenakutkan itu.

    Soal nyari temen, sebelum pindah Bali juga sudah kontak2 temen ngaji dan temen blogger, jadi sampai sini sudah nggak yang ngerasa sendirian banget gitu.

    BalasHapus
  8. Setuju nih, apalagi untuk komunitas2, itu emang ngebantu banget buat pendatang dan pengen eksplor daerah itu lebih lagi

    BalasHapus
  9. Iya biar ngga kesepian di tanah rantau harus cari teman..waktu pindah ke Ungaran aku dan teman-teman bikin Ibu-Ibu Doyan Nulis.. hehehe

    BalasHapus
  10. Aku hanya sempat merantau 3 bulan aja kalau ga salah, kerja di Madiun selepas kuliah. Selain masa-masa itu, setia banget nih nungguin kota kelahiran tercinta hehehe....

    BalasHapus
  11. Aku nggak punya pengalaman merantau nih. Kuliah juga lokasinya di kota yang nggak jauh dari rumah ortu, pas kuliah tinggal sama eyang. Habis itu nikah dapatnya orang lokal juga. Jadi ya nggak ngerti deh rasanya merantau.

    Tapi kalau soal survive hidup tanpa bantuan keluarga tetap ngalamin. Meski ngga merantau, mandiri sudah jadi middle name buat aku dan suami. Dari ngurus baby sendiri sampai urusan lain ya dikerjakan berdua aja.

    BalasHapus
  12. Mungkin cerita merantau kalian pada jauh jauh, beda dengan saya, merantau pertama itu pas kkn 2018. Walau cuma sebulan itu cukup memberikan saya pengalamn berharga.
    Hidup di kota orang harus strong, belajar cerdas biar nggak keblubuk kata orang jawa

    BalasHapus
  13. Pas banget buat aku yg mau merantau (lagi) nih. Hhh
    Sepakat sama 5 tips di atas, kl merantau bakal nyaman dan damai jika melakukan ke 5 tips di atas :)

    BalasHapus
  14. Saya pernah merantau tapi cuma 6 bulan. BIsa disebut merantau gak sih, hihihi. Namun tetap saja beradaptasi dengan kebiasaan baru tidak mudah ya mbak.

    BalasHapus
  15. Bener banget Mbak Angrumaoshi, waktu saya merantau ke Jogja saya pun ikut komunitas berbasis asal daerah yang sama yaitu mahasiswa asal Medan. Persiapkan dana darurat itu juga penting banget buat mengantisipasi keadaan yang mendadak tetapi kita masih berada di perantauan yah

    BalasHapus
  16. Iya banget. Mau hidup merantau atau nggak, rasanya punya dana darurat itu seperti kunci kalau sampai ada kebutuhan mendesak sementara jauh dari keluarga.

    BalasHapus
  17. Bener banget nih. Kalo merantau setidaknya harus siap mental yang utamanya

    BalasHapus
  18. Hidup merantau memang ada sisi enak gak enaknya ya kak. Tapi kalo mau enak tentu saja harus berbaur dengan tetangga. Kalo bisa emang belajar bahasa daerah setempat ya kak.

    BalasHapus
  19. Semangaat terus mbaa.
    Saya yg ngga pernah merantau ini jadii berpikir, gimana ya kalau merantau tapi bahasa lokalny beda dengan yg kita pakai sehari2 hihi butuh penyesuaian bangettt pasti

    BalasHapus
  20. waaah mbak, samaa akupun merantau hihii.. alhamdulillah dari semenjak kuliah sudah merantau, jd sudah berkeluarga sendiri harus merantau juga sdh tahan banting, hehe.. memang banyak seninya ya :)

    BalasHapus
  21. Wah, tipsnya sangat bermanfaat kak. Saya sendiri belum pernah hidup merantau, jadi belum bisa merasakan gimana gregetnya. hehehe... Ini saya akan share ke tmn2 yang merantau ah, siapa tahu bermanfaat.

    BalasHapus
  22. Wah siap nih nyimak artikel berikutnya...

    Bener banget ya selama di perantauan harus banyak cari teman lewat komunitas dan memang harus hemat-hemat dalam mengendalikan pemasukan dan pengeluaran.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darurat Literasi Digital di Indonesia

Literasi Digital adalah kemampuan dasar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang terhubung dengan dunia maya, - Angrumaoshi - Sumber : www.pixabay.com Pengertian Literasi Digital Pernah dengar Literasi Digital? Jujur, aku pernah mendengarnya namun belum paham 100%. Kalau literasi keuangan/finansial dan literasi baca tulis sudah cukup sering ya mendengarnya. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Literasi Digital, aku mau mengutip terlebih dahulu mengenai pengertian dari literasi yang disebutkan di wikipedia. “ Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. ” Nah ternyata, literasi itu ada banyak jenisnya. Salah satunya adalah literasi digital. Tetapi apa saja sih jenis-jenis literasi itu, berikut jenis litera

Akhirnya, Berani Berwisata Lagi (Air Terjun Klenting Kuning) di Kabupaten Semarang

  Awal Mula Berwisata Kembali Sudah beberapa bulan ini sejak Februari 2020, aku dan keluarga berada di rumah saja. Sudah penat rasanya. Ingin rasanya berjalan-jalan berwisata seperti yang sering kami lakukan saat akhir pekan.  Sekarang sudah masuk bulan September 2020, jadi sudah 6 bulan. Waktu yang terasa sangat lama. Kami benar-benar tidak pergi keluar kota bahkan ke mall pun tidak. Anak-anak pun benar-benar di rumah saja. Sekolah juga hanya via daring.  Ayahnya sebenarnya sudah kerap kali mengajak kami untuk berwisata. Wisata yang pada akhirnya hanya berputar-putar saja keliling kota atau ke kota sebelah namun benar-benar tidak turun dari kendaraan. Fiuh apa asyiknya seperti itu. Semangat kami langsung ciut ketika mendapati penuhnya parkiran tempat-tempat wisata tersebut dan banyaknya orang-orang berlalu lalang tanpa masker.  Tetapi akhirnya hari minggu kemarin 6 September 2020, sang ayah kembali mengajak kami keluar rumah. Aku pun sudah pesimis saja, pasti hanya berputar-putar saja

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Selamat Datang Vaksin Virus Corona untuk Indonesia

Andaikan vaksin virus corona telah tersedia jauh-jauh hari, tentunya kita tidak akan pusing dan merasa takut yang berlebihan dengan corona seperti setahun terakhir ini. Untungnya banyak negara dan perusahaan farmasi berlomba-lomba dan giat untuk menciptakan vaksin untuk covid-19.  Sudah banyak nama-nama vaksin covid-19 yang siap beredar disebutkan pada berita seperti   vaksin moderna , vaksin Bio Farma (Persero), vaksin Astra Zeneca-Oxford, vaksin Sinopharm, vaksin Pfizer-BioNTech, dan vaksin Sinovac. Indonesia pun akan menggunakan keenam jenis merk vaksin ini. Bahkan vaksin Sinovac sudah datang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Tiap-tiap vaksin mempunyai harga yang berbeda-beda. Begitupun dengan efek samping yang menyertainya. Bahkan bagi yang memiliki alergi disarankan juga untuk berhati-hati dalam memilih vaksin yang sesuai untuk tubuhnya.  Sumber gambar : www.pixabay.com Tak terasa sudah hampir setahun covid-19 bersama kita. Dalam hitungan hari pun tahun juga

Angrumaoshi.com, Tempatmu Bercerita Kehidupan

Aku rutin menulis itu, dimulai 3 tahun yang lalu. Bukan menulis laporan atau riset di kala bekerja, namun menulis tentang apa yang ada di pikiranku tentang kehidupan di sekitarku. Tentang pikiran orang-orang memandang kehidupannya. Kutuangkan semua di blog aku, angrumaoshi.com. Tempatmu bercerita kehidupan, disitulah aku menyimak dan menuangkannya ke dalam tulisan penuh makna, -angrumaoshi.com- Hidup di Perantauan   Tahun 2017, aku pindah ke Semarang. Di Semarang ini bisa dibilang aku tidak punya kenalan siapa pun. Aku ikut merantau ke kota lumpia ini bersama suamiku, karena Suamiku dipindahtugaskan di kota ini. Aku pun melepas kehidupanku di Jakarta meninggalkan semua teman-temanku di sana dan bisa dibilang aku memulai hidup baru disini memulai dari nol.  Peran ku pun berubah dari yang sebelumnya seorang working mom suka lembur dan terbang ke sana ke mari menjadi seorang full time stay at home mom dengan dua anak yang masih berusia dibawah 3 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana perubahan

Balada Si Roy, Film Layar Lebar Perdana IDN Pictures

  Jangan percaya terhadap cinta, karena itu akan menjajah hidup kamu! begitu kata Roy. Seorang petualang jiwanya tidak bisa dimiliki, karena dia butuh inspirasi. Kalau jiwanya sudah diikat, berarti dia akan beku dan mati. Baginya, cinta bukan berarti harus menjadi jangkar dalam hidupnya. Balada Si Roy ke Layar Lebar November 2020 lalu, IDN Pictures telah mengumumkan bahwa akan mengangkat Novel lawas Balada Si Roy ke layar lebar sekaligus menjadi proyek perdananya dengan Fajar Nugros sebagai sang sutradara dan Susi Susanti sebagai produsernya. Sumber : IDN Media Bagi generasi milenial atau pun generasi Z tentunya mungkin masih terdengar asing dengan novel yang berjudul Balada Si Roy. Padahal novel Balada Si Roy ini sangat terkenal di masa tahun 80-90an.  Coba deh kamu tanya ke Ibu/Bapak kamu atau tante/om kamu pasti tau tentang kisah Balada Si Roy ini. Novel lawas Balada Si Roy ini merupakan karya dari Gol A Gong yang merupakan nama pena dari  Heri Hendrayana Harris , seorang sastrawan

Tempat Hang Outku di Pringsewu Kota Lama Semarang bersama Blogger Gandjel Rel

Sebenarnya aku sudah tidak asing dengan restoran #pringsewu ini. Pringsewu group ini, restorannya tersebar di sepanjang jalur pantura dan saat ini juga tersebar di sepanjang jalur rest area tol trans jawa. Aku biasa makan di pringsewu rest area atau tegal/pemalang ketika perjalanan semarang-jakarta begitu pula sebaliknya. Namun aku baru mengetahui kalau ada pringsewu juga di kota lama Semarang ini. Pertama kali aku mengetahuinya saat berkunjung ke Sam Pho Kong dan diberikan voucher diskon saat akan meninggalkan lokasi. Aku pun penasaran ingin mencoba. Gayung pun bersambut, tak lama ada undangan dari komunitas keren #GandjelRel yang akan berulang tahun ke4 dirayakan disana. Aku sebagai member baru yang baru join, senang sekali plus dapat menghilangkan rasa penasaranku dengan pringsewu yang di kota lama ini. Aku sebenarnya adalah pendatang di kota lunpia ini dan sudah jatuh cinta dengan kota ini. Kota lama yang apik dengan taman sri gunting untuk foto-foto, di sebelah ge

Narasi dari Papua, Sebuah Sumbangsih Freeport Indonesia kepada Masyarakat Papua

Siapa yang tak kenal dengan PT. Freeport Indonesia. Hampir semua orang mengetahui tentang perusahaan tambang besar di bumi papua Indonesia ini. PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia yang melalukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.  Walau hampir semua orang mengetahui PT Freeport Indonesia, namun belum tentu mengetahui tentang kontribusi Freeport baik kepada masyarakat langsung di sekitar lokasi tambang atau pun kontribusi dalam rangka meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.  Berdasarkan sifatnya, kegiatan pertambangan bagaimanapun akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Tapi Freeport Indonesia telah melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak tersebut dan memastikan dampak tersebut tidak berlangsung dalam jangka waktu lama. Untuk itu Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan identifikasi, memahami, mem

The Teacher, Nonton Streaming Film Indonesia di STRO

Hari Jumat tanggal 8 Januari 2020 kemarin, aku menonton film "The Teacher" dengan menggunakan layanan streaming di  STRO.TV - Stream ON! . Kupikir awalnya ini film serius yang bercerita tentang seorang guru.  Namun ketika aku menonton filmnya setelah sebelumnya telah menyimak trailernya, ternyata ini film komedi yang kocak banget.  Cocok ditonton bersama keluarga, walau bagi anak-anak  yang ingin menonton ini tetap harus didampingi oleh orang tua ya, karena film ini merupakan jenis film BO (Bimbingan Orang Tua). Film ini bercerita tentang seorang polisi wanita yang sedang menyamar menjadi seorang guru di suatu sekolah elite guna dapat membongkar jaringan narkoba disana.  Siapa pun di sekolah tersebut patut dicurigai, mulai dari para guru, murid hingga wali murid. Film Teachers dibintangi oleh Yova Gracia (Agnes, seorang polisi wanita yang sedang menyamar menjadi guru) & Estelle Linden (Meg, wali kelas 4A) . Film ini juga didukung oleh para comedian senior sebut saja

Fun Banget Loh, Belajar Bahasa Inggris bersama TBI Pondok Indah

Belajar bahasa itu sepanjang masa, karena bahasalah kita dapat berkomunikasi dan memperluas wawasan. -Angrumaoshi- Apa itu TBI? Tempat Les Bahasa Inggris ya? Aku sudah lama mendengar dan mengenal tempat kursus bahasa Inggris yang bernama The British Institute atau biasa disingkat dengan TBI ini. TBI ini sangat terkenal pada masa aku sekolah dulu dan merupakan pilihan favorit untuk tempat les bahasa inggris. Hingga kini pun TBI pun masih favorit loh. Di usia yang semakin matang, TBI sudah berdiri sejak 37 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 18 Februari 1984. Dalam hitungan hari mau ulang tahun nih.  Dan ternyata TBI sudah menyiapkan banyak kejutan loh.  Salah satunya adalah  TBI akan mengadakan: Kelas & Sesi Konsultasi GRATIS pada tanggal 18 Februari 2021 , yang dilanjutkan dengan acara daring talkshow, webinar dan TOEFL Simulation Test pada tanggal 19 Februari 2021 . Kamu buruan daftar ya sekarang. Kamu dapat memilih free class sesuai dengan kebutuhan bahasa inggris kamu dan ja