Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Life as An Adult

When you were young, you can be an idealist person. By the time goes by, it will fade away. I believe that when you grow older, life would became more complicated and force you to accept that you live in the grey area. 



Life is not a white and black area eventhough when you were child, you were thought the good and bad deed. But in the reality, to decide is it really bad or is it really the good deed, not that simple. Everyone have their own reason and background when do something. 
I really miss my childhood. Children really have a pure soul. Perhaps until you live on your own and meet a lot of other different kind of people, you still can be an idealist person and can still view this life as a white and black area.
Is that so difficult to make life as white and black area? Why society accept the grey area? Why there must be a grey area in the first place? Why we were thought about white and black area and never about grey area while in the reality life is not white and black area?
I rea…

Kisah Keluarga Ibrahim pada Hari Raya Idul Adha

Idul Adha ternyata menyimpan suatu kisah penuh makna. Kisah seorang anak, ibu dan bapaknya dikaitkan dengan ketakwaan kepada TuhanNya Allah Yang Maha Esa. Seorang anak yang bernama Ismail, Bapaknya yang bernama Ibrahim serta ibunya yang bernama Hajar. 
Ibrahim bukanlah seorang biasa namun seorang nabi yang terpilih. Orang-orang pilihan yang diberikan ujian oleh Allah SWT, ujian kehidupan yang tidak main-main. 
Setelah sekian lamanya tidak diberikan keturunan, akhirnya Nabi Ibrahim diberikan seorang anak yang kemudian dinamakan Ismail yang dilahirkan oleh seorang ibu yang bernama Hajar. Kemudian Nabi Ibrahim diminta oleh Allah SWT untuk membawa istrinya Hajar dan anaknya Ismail yang masih bayi ke suatu tempat yang masih tandus dan gurun pasir. Lalu diminta oleh TuhanNya, seorang Nabi Ibrahim meninggalkan anak dan istrinya tersebut disana. Nabi Ibrahim pun taat pada perintah TuhanNya begitu pula istrinya Hajar. Walau secara logika, tidak masuk diakal. Bagaimana dapat bertahan hidup di tem…

Unforgetable Moment when Delivering My Baby into The World

It was a very unforgetable moment of my life when delivering my baby into the world. I've never expected that it would feel this way. Having my baby in my tummy for 9 months then holding my baby in my arm, were totally a different experience. 
During the pregnancy, I felt something growing in my tummy. It was not something, it was a living thing. It was a baby. A baby from the size of peanut then grew bigger until 50cm and 3kg. From the time the mommy didn't realize that the baby was there until the baby got bigger and always kick the tummy's mommy from the inside. And then, the time for the baby to see the world finally came. 
There was so many myth during pregnancy (mitos tentang ibu hamil), but I don't care at all. I just paid attention to my health (physically and mentally). Also the food had been eaten by me during my pregnancy. I didn't eat sushi at all, eventhough I like to eat sushi very much. 
My first pregnancy became a moment that me and my husband had been…

Battle of Surabaya, 10 November, No Glory in War, Film Animasi tentang Sejarah yang Cocok untuk Anak-Anak

Aku sebenarnya pernah melihat poster film ini di bioskop beberapa tahun lalu. Ternyata film ini sudah pernah diputar di bioskop pada tahun 2015. Saat itu aku tidak tertarik untuk menontonnya bahkan hingga saat kemarin 17 agustus 2020. 
sumber : wikipedia.com
Film animasi karya anak bangsa ini ternyata banyak mendapatkan award dan nominasi. Jika biasanya kisah di buku diangkat ke layar lebar maka kebalikannya kisah di film ini ditulis bentuk novelnya. Sayangnya ketika diputar di bioskop hanya 200.000 saja penontonnya. Bandingkan dengan film-film box office atau film romansa indonesia yang bisa menembus angka jutaan penonton di bioskop.
Film ini benar-benar cocok ditonton oleh anak-anak. Sudut pandang dari pemeran utamanya yang seorang anak kecil sangat membantu bagi anak-anak yang menonton filmnya. Belajar sejarah melalui film itu tentu lebih menarik daripada membaca buku teks pelajaran sejarah di sekolah atau menonton film dokumenter yang cenderung monoton. Sayang sekali film sebagus ini…

Mengapa Kamu Membaca Buku?

Aku itu sebenarnya tidak begitu suka membaca novel atau buku fiksi. Bisa dibilang aku membaca karena ikut-ikutan trend saja. Karena yang ada di pikiranku, buku novel dan fiksi itu hanya rekaan semata. Bukan kisah kehidupan nyata. Jadi aku lebih menyukai buku-buku non fiksi. Ensiklopedia, buku biografi atau buku kumpulan kisah nyata. 
Namun akhirnya karena tuntutan pergaulan mau gak mau ya mesti ikutan membaca buku-buku yang sedang trend saat itu. Contohnya: Buku Harry Potter. Buku yang tebalnya minta ampun ini dan benar-benar dunia khayal ya mau gak mau kulalap juga. Daripada kalau saat ngobrol nggak nyambung. Belum lagi teman-teman yang sudah membaca duluan bukunya yang versi bahasa inggris. Wkwkwk kalau yang versi bahasa indonesianya saja tidak kubaca, malu lah aku.
Jadi keinginanku membaca fiksi itu memang lebih kepada peer pressure.  Bagiku membaca buku fiksi itu lebih baik menonton filmnya. Semua sudah dengan apik divisualisasikan oleh sang sutradara dan akting para pemerannya oke. …

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NCKTHI), Sebuah Film tentang Luka dalam Keluarga

Banyak orang yang bilang bahwa film ini bagus. Akhirnya aku pun menyempatkan untuk menonton film ini dan baru saja selesai nonton film ini. Aku pun langsung ingin meninggalkan jejak kata tentang film ini di blogku ini. Film "Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini" sedari awal memang membuat penasaran dan menebak-nebak maksud dari cerita ini apa. Terlebih dengan alurnya yang maju mundur maju mundur banyak sekali. Benar-benar membuat penonton bagai disajikan kepingan-kepingan puzzle. 
Kisah kehidupan suatu keluarga yang ternyata diawali dengan tekad sang kepala keluarga ketika melamar gadis pujaan dengan janji bahwa ketika kita menikah nanti dia berjanji untuk tidak akan ada satu hari pun yang dapat membuatnya bersedih. Klise ya. Kalau kita biasanya mendengar aku akan membahagiakanmu selalu yang diucapkan sebagai janji, kali ini menjanjikan bahwa tidak akan ada kesedihan lagi. 2 kalimat yang mirip namun ternyata makna dan prakteknya dapat jauh berbeda yang justru ternyata malah mem…