Langsung ke konten utama

Mudahnya Tanya Veronica Asisten Virtual Pintar dari Telkomsel

Ketika kamu ada masalah dengan Telkomsel kamu cara favorit aku untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan tanya Veronica saja. Veronica itu siapa sih? Veronica itu adalah virtual asisten dari provider Telkomsel dia akan selalu siap membantu kamu selama 24 jam di manapun kamu berada ketika kamu ada masalah dengan Telkomsel kamu. Caranya tinggal chat aja kamu klik Veronica di aplikasi My Telkomsel atau website resminTelkomsel.  Bahkan via sosmed juga bisa loh seperti: LINE WhatsApp Facebook Messenger Telegram  Veronica ini cukup membantu ya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terlalu rumit jadi di daripada kamu harus menelpon call center dan menunggu untuk dihubungkan dengan customer service officer yang kadang antriannya cukup banyak ya dan juga memakan pulsa serta waktu kamu maka pilihan untuk bertanya ke Veronica ini menjadi pilihan yang yang paling efektif dan efisien. Tanya Veronica ketika di Luar Negeri Tanya ke Veronica ini juga andalan banget loh ketika kamu berada

Review Buku "Home is Where The Heart is"

Buku ini sudah kumiliki sejak 10 tahun yang lalu ketika aku mengikuti acara international youth tentang kemanusiaan di Pattaya, Thailand. Saat itu ada seorang pembicara bernama Geraldine Cox yang berbagi ceritanya tentang mendirikan suatu panti asuhan di kamboja. Dia adalah seorang berkewarganegaraan Australia. 

Seorang wanita paruh baya saat itu, bercerita tentang panti asuhannya itu yang membuatnya merasa menemukan arti hidup. Aku kala itu benar-benar terhanyut dengan ceritanya dan sangat menginspirasi aku. Aku pun membeli bukunya yang bercerita tentang kisah hidupnya.



Namun 10 tahun kemudian aku baru sempat membacanya, selain karena tebalnya buku dan dalam bahasa inggris, kesibukanku bekerja membuatku belum menengok buku ini. 

Akhirnya aku kini dapat membaca buku ini, ternyata kisah hidupnya penuh dengan roller coaster.

10 hal menarik tentang biografi seorang Geraldine Cox:


  1. Di usianya 23 tahun, dirinya mengetahui bahwa dirinya tak akan pernah bisa hamil, kemungkinannya kecil sekali. Padahal ia sangat ingin membina keluarga dan mendidik anak-anak yang lahir dari rahimnya. 
  2. Namun ia tidak patah semangat, ketika tunangannya meninggalkannya karena hal tersebut, dia menenggelamkan dirinya memulai bekerja sebagai seorang pegawai kedutaan yang akan ditempatkan di berbagai negara.
  3. Dia pun berusaha untuk dapat mengadopsi anak dengan status belum menikah.
  4. Berbagai cara ditempuhnya, bahkan hingga pura-pura menikah supaya dapat mengadopsi anak. 
  5. Namun akhirnya ketika ia berhasil mengadopsi anak, ternyata anak tersebut mengalami cerebral palsy dan beragam penyakit lainnya. Ia pun tetap mengadopsi anak tersebut dan menyayanginya hingga beberapa tahun, tapi akhirnya ia harus menyerahkannya ke institusi yang merawat anak-anak dengan kekurangan seperti itu. 
  6. Perjalanannya dalam usahanya mengadopsi anak penuh dengan tantangan. Di setiap penempatannya di berbagai negara dia berusaha untuk dapat mengadopsi anak. 
  7. Penempatannya sebagai staf dari kedutaan Australia kebetulan selalu pada di daerah negara konflik perang seperti Kamboja, Iran walau dia juga pernah di Thailand dan terakhir di Washington DC.
  8. Kisah cintanya pun juga ternyata sangat menarik. Dan ternyata Geraldine Cox adalah seorang wanita yang sangat cantik di usia mudanya. Terlihat dari foto-foto yang terpampang di buku ini.  Banyak lika-liku percintaannya dan lelaki yang singgah dalam kehidupan percintaannya.
  9. Dia menikah di usia 39 tahun dengan seorang muslim berkewarganegaraan Iran. 
  10. Berbagai kisah kehilangan beberapa orang yang sangat dekat dengan dirinya juga menyertai kisah hidupnya. 

Sungguh aku benar-benar larut membaca buku ini. Kisah hidupnya benar-benar bagaikan roller coaster. Akhirnya impiannya terwujud, bukan hanya 1-2 anak adopsi namun keseluruhan anak yang jumlahnya ratusan di panti asuhannya saat ini kini memanggilnya bunda. Panti asuhannya hingga  kini masih ada dan telah berkembang menjadi sedemikian besarnya. Panti asuhannya bernama sunrise children's villages (australia cambodia foundation inc). Silahkan dapat dikunjungi di www.geraldinecox.orgwww.scv.org.au



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darurat Literasi Digital di Indonesia

Literasi Digital adalah kemampuan dasar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang terhubung dengan dunia maya, - Angrumaoshi - Sumber : www.pixabay.com Pengertian Literasi Digital Pernah dengar Literasi Digital? Jujur, aku pernah mendengarnya namun belum paham 100%. Kalau literasi keuangan/finansial dan literasi baca tulis sudah cukup sering ya mendengarnya. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Literasi Digital, aku mau mengutip terlebih dahulu mengenai pengertian dari literasi yang disebutkan di wikipedia. “ Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. ” Nah ternyata, literasi itu ada banyak jenisnya. Salah satunya adalah literasi digital. Tetapi apa saja sih jenis-jenis literasi itu, berikut jenis litera

Akhirnya, Berani Berwisata Lagi (Air Terjun Klenting Kuning) di Kabupaten Semarang

  Awal Mula Berwisata Kembali Sudah beberapa bulan ini sejak Februari 2020, aku dan keluarga berada di rumah saja. Sudah penat rasanya. Ingin rasanya berjalan-jalan berwisata seperti yang sering kami lakukan saat akhir pekan.  Sekarang sudah masuk bulan September 2020, jadi sudah 6 bulan. Waktu yang terasa sangat lama. Kami benar-benar tidak pergi keluar kota bahkan ke mall pun tidak. Anak-anak pun benar-benar di rumah saja. Sekolah juga hanya via daring.  Ayahnya sebenarnya sudah kerap kali mengajak kami untuk berwisata. Wisata yang pada akhirnya hanya berputar-putar saja keliling kota atau ke kota sebelah namun benar-benar tidak turun dari kendaraan. Fiuh apa asyiknya seperti itu. Semangat kami langsung ciut ketika mendapati penuhnya parkiran tempat-tempat wisata tersebut dan banyaknya orang-orang berlalu lalang tanpa masker.  Tetapi akhirnya hari minggu kemarin 6 September 2020, sang ayah kembali mengajak kami keluar rumah. Aku pun sudah pesimis saja, pasti hanya berputar-putar saja

Selamat Datang Vaksin Virus Corona untuk Indonesia

Andaikan vaksin virus corona telah tersedia jauh-jauh hari, tentunya kita tidak akan pusing dan merasa takut yang berlebihan dengan corona seperti setahun terakhir ini. Untungnya banyak negara dan perusahaan farmasi berlomba-lomba dan giat untuk menciptakan vaksin untuk covid-19.  Sudah banyak nama-nama vaksin covid-19 yang siap beredar disebutkan pada berita seperti   vaksin moderna , vaksin Bio Farma (Persero), vaksin Astra Zeneca-Oxford, vaksin Sinopharm, vaksin Pfizer-BioNTech, dan vaksin Sinovac. Indonesia pun akan menggunakan keenam jenis merk vaksin ini. Bahkan vaksin Sinovac sudah datang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Tiap-tiap vaksin mempunyai harga yang berbeda-beda. Begitupun dengan efek samping yang menyertainya. Bahkan bagi yang memiliki alergi disarankan juga untuk berhati-hati dalam memilih vaksin yang sesuai untuk tubuhnya.  Sumber gambar : www.pixabay.com Tak terasa sudah hampir setahun covid-19 bersama kita. Dalam hitungan hari pun tahun juga