Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1), aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal).  3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Review Buku "Home is Where The Heart is"

Buku ini sudah kumiliki sejak 10 tahun yang lalu ketika aku mengikuti acara international youth tentang kemanusiaan di Pattaya, Thailand. Saat itu ada seorang pembicara bernama Geraldine Cox yang berbagi ceritanya tentang mendirikan suatu panti asuhan di kamboja. Dia adalah seorang berkewarganegaraan Australia.  Seorang wanita paruh baya saat itu, bercerita tentang panti asuhannya itu yang membuatnya merasa menemukan arti hidup. Aku kala itu benar-benar terhanyut dengan ceritanya dan sangat menginspirasi aku. Aku pun membeli bukunya yang bercerita tentang kisah hidupnya. Namun 10 tahun kemudian aku baru sempat membacanya, selain karena tebalnya buku dan dalam bahasa inggris, kesibukanku bekerja membuatku belum menengok buku ini.  Akhirnya aku kini dapat membaca buku ini, ternyata kisah hidupnya penuh dengan roller coaster. 10 hal menarik tentang biografi seorang Geraldine Cox: Di usianya 23 tahun, dirinya mengetahui bahwa dirinya tak akan pernah bisa hamil, kemun

Review Buku Bunda Sarjana Rumah Tangga

Ketika mendengar judul buku ini, aku langsung tertarik untuk membacanya. Mengapa? Karena kini aku pun seorang Bunda bergelar Sarjana yang mengurus Rumah Tangga . Sepertinya akan banyak hal-hal yang relate banget dengan aku ketika membaca buku ini. Aku pun ikutan Give Awaynya dari pengarangnya. Tak kusangka aku memenangkannya.  Aku pun saat ini sedang mengikuti Reading Challenge One Day One Post. Untuk tantangan pekan pertama dibebaskan untuk membaca buku genre apa pun. Jatuhlah pilihanku untuk membaca buku ini. Ku memang sudah jatuh hati pada pandangan pertama melihat cover dan judul serta taglinenya "Perjuangan Ibu Muda Meraih Gelar Sarjana". Alur ceritanya mengalir dan membuat pembaca benar-benar dapat merasakan yang dirasakan ibu muda ini. Diceritakan mulai dari saat awal kuliah, hingga terpilih menjadi mahasiswa berprestasi. Namun akhirnya memilih untuk menikah muda disaat belum menjadi sarjana tanpa paksaan dari siapa pun tapi karena memang jodohny