Langsung ke konten utama

Branding via Digital Marketing

Pentingnya Branding Mungkin masih banyak diantara kita yang tidak peduli dengan brand atau merek.  Khususnya bagi mereka yang berpikir bahwa yang penting aku jualan barang atau jasa yang memuaskan pelanggan itu sudah cukup. Nama brand atau merek itu nggak penting deh urusan belakangan. Apalagi ngurusin brand atau merek itu biasanya butuhkan uang yang tidak sedikit dan juga waktu. Benarkah merek atau brand itu nggak penting?  Aku mau cerita salah satu kisah temanku yang mempunyai bisnis rumahan membuat kue. Temanku ini adalah teman mantan satu kantorku di Jakarta yang suka sekali memasak kue.  Sebelum dia resign dari kantornya dia sudah memulai bisnis kuenya ini dari rumah. Pelanggannya rata-rata adalah teman-teman kantornya, teman-teman sekolahnya teman-teman kuliah, kolega kantor dari suaminya. Jadi bisa dibilang pemasarannya itu lewat WhatsApp status dan WhatsApp Group serta dukungan suaminya tentunya. Lalu dia memantapkan hati meninggalkan pekerjaan kantoran nya dan akan fokus di bi

Review Buku 100 Cara Agar Anak Bahagia

Pada level 3 tantangan pada Reading Challenge One Day One Post Batch 6, para peserta diminta untuk membaca salah satu buku terjemahan dan memberikan review atau analisanya tentang apa yang membuatnya berbeda dari buku non terjemahan.




Banyak sekali seri buku psikologi populer yang juga telah aku baca yang bukan merupakan terjemahan. Namun aku pribadi lebih menyukai membaca terjemahan walau masing-masingnya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Khusus buku ini jika keunggulannya antara lain jika dibandingkan buku sejenia non terjemahan:

1. Alur mengalir, singkat, padat dan jelas.

Menggunakan angka istimewa 100, jadi seluruh bahasan dipecah menjadi 100 tips (5 keping besar @ 20 tips) dimana di setiap tips hanya 1-3 halaman saja. Membuat pembaca tidak bosan dan hilang konsen saat membacanya. Fokus terjaga serta yang ingin disampaikan mengena sekali tanpa ada kesan bertele/tele. Adanya kalimat yang dicetak tebal menggunakan ukuran huruf lebih besar juga sangat memudahkan pembaca mendapatkan kalimat inti atau intisari dari tips yang sedang dibahas.


(Tips 23 dari Keping 1)

Buku non terjemahan seringkali terjebak pada intro yang bertele-tele sehingga membuat pembaca bosan.

2. Menggunakan contoh nyata dan realistis di hampir setiap 100 tips yang diulas.

Contoh-contoh ini sangat mudah diaplikasikan karena memang berasal dari kisah para klien-klien/pembaca blog/websitenya. Bahkan beberapa contoh pun sepertinya diubah atau dianalogikan dengan budaya Indonesia sehingga pembaca merasa sangat dekat dan memang dapat dengan mudah diaplikasikan. Seperti contoh ketika mengisahkan pentingnya makanan sehat. Diberikan ulasan kisah saat bepergian dan hanya dapat makan di rest area tol yang isinya sebagian besar hanya restoran siap saji. Penulis memberikan contoh bahwa kisah tersebut akhirnya harus keluar dari tol untuk mencari restoran lokal (restoran padang dengan ilutrasinya pelayan yang memegang banyak piring).




Contoh pada buku non terjemahan biasanya disajikan menyatu dalam paragraf ulasan tips (tidak dipisahkan), hal ini kurang menarik dan eye catching. Serta jika pembaca ingin membaca kembali akan kesulitan mencari contoh tersebut karena tergabung dalam paragaraf inti ulasan tips.

3. Penggunaan ilustrasi gambar yang simple namun menarik dan tepat serta menyatu dalam paragraf.

Saya sangat menikmati dan benar-benar terekam dengan baik beberapa ilustrasi yang sederhana (gambar orang yg hanya guratan beberapa garis dan lingkaran melakukan sesuatu hal yang tips tersebut ulas). Namun akan lebih baik jika gambar tersebut tidak menyatu dalam paragraf karena saya menjadi sedikit kesulitan membaca paragraf tersebut karena gambar yang menyatu dengan tulisan.



Buku-buku non terjemahan jarang menggunakan ilustrasi gambar. Kalau pun ada hanya beberapa dan sekilas, tidak sebanyak buku  terjemahan. Bahkan terkadang menggunakan ilustrasi foto yang detail yang terkadang bagi saya tidak tepat dan tidak menarik (apalagi disajikan dalam warna hitam putih).

Secara garis besar buku terjemahan dan non terjemahan mempunyai beberapa perbedaan dan gaya penulisan/penyajian yang cukup berbeda. Namun menurut saya pribadi baik buku terjemahan dan non terjemahan seri psikologi populer khususnya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua kembali kepada para pembaca, gaya penulisan dan penyajian seperti apa yang cocok/menarik bagi masing-masing pembaca.

#RCO6 #OneDayOnePost




Komentar

  1. Untuk buku non fiksi menurutku lebih enak versi asli. Kadang waktu diterjemahkan kok jadi beda maknanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang mesti pilih-pilih ya, takut hasil terjemahannya zonk.

      Hapus
  2. Sampai sekarang, masih selalu cinta dengan novel-novelnya John Grisham.
    Baik versi asli, juga terjemahannya. Belum ada yg failed (tapi, semoga jangan sampai ada yg failed juga si ^^).

    Yang seri Harpot juga so far fine-fine selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penerjemahnya berarti bagus dan berkualitas serta penerbitnya.

      Hapus
  3. Wah kayaknya bagus ya bukunya, dipecah-pecah jadi lebih ringkas dan pembahasannya ringan..aku biasanya pilih buku terjemahan dari penerbit terpercaya biar ngga zonk dengan penerjemahannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku pun punya beberapa penerbit favorit. Aku sebelumnya membaca buku utamanya (100 cara agar bahagia) oleh pengarang dan penerbit yang sama dan bagus akhirnya beli deh yang buat anak :)

      Hapus
  4. Untuk buku terjemahan aku masih strick karena kualitas terjemahannya yang kadang bikin geleng-geleng kepala, sepertinya bukunya menarik ya....

    BalasHapus
  5. Wah buku parenting yg menarik untuk para ortu nih ya mba.. Meski judulnya 100 cara, tapi tampaknya pembahasannya ga membosankan ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup pembagian dan penyajiannya sistematis.

      Hapus
  6. Diterbitkan ulang dengan gambar yang lebih banyak porsinya pasti asik ini
    aku belum pernah baca bukunya Mba, tapi butuh banget ilmu ini untu jadi seorang ibu yang baik hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau gambar dan ilustrasinya lebih berwarna dan besar lebih oke ya

      Hapus
  7. bagus kayaknya bukunya mba.. memang sebagai ibu kita harus banyak membaca dan belajar lagi ya supaya bisa maksimalkan peran sebagai ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba happy bagi bundanya belum tentu happy bagi anandanya

      Hapus
  8. Wah masih terus ya mbak di Reading Challenge ... Mantaap..aku dong udah keok duluan.. semangat terus baca bukunya mbak. Menarik sepertinya buku yang dibaca mbak Tya.. lalu ingat di rumah masih banyak buku bersampul yang belum terjamah ... 😅😅😅

    BalasHapus
  9. Rupanya ilustrasi juga membantu pembaca untuk mempertahankan konsentrasi menyelesaikan bacaan yaa.. Bener juga sih, jadi lebih menarik gitu dengan memperhatikan ilustrasi, lalu membaca tips yang berkisar 1 hingga 3 halaman. Jadi lebih mudah dicerna.

    BalasHapus
  10. Menarik ya ada ilustrasinya jadi pembaca bisa dapet selingan tapi sekaligus tetap on track dengan bacaannya. Aku jadi penasraan pengen baca bukunya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak mba di toko buku besar, bukunya

      Hapus
  11. Aku suka buku yg ada ilustrasinya, biar nggak kaku dan nggak bosen bacanya. Mungkin aku orangnya visual banget si

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ilustrasinya memang cukup minim ya disini

      Hapus
  12. isi bukunya sepertinya menarik dan ga membosankan ya mbak...jadi enak bacanya dan mudah diresapi dan dipraktekkan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba aku suka membacanya dan gak mesti urut juga kan membacanya

      Hapus
  13. Wah, bukunya rekomendid nih.. 💕

    Kalau aku dulu sukanya novel terjemahan. Tapi lihat2 juga penerbitnya. Soalnya kadang ada yang bahasanya jadi aneh gitu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darurat Literasi Digital di Indonesia

Literasi Digital adalah kemampuan dasar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang terhubung dengan dunia maya, - Angrumaoshi - Sumber : www.pixabay.com Pengertian Literasi Digital Pernah dengar Literasi Digital? Jujur, aku pernah mendengarnya namun belum paham 100%. Kalau literasi keuangan/finansial dan literasi baca tulis sudah cukup sering ya mendengarnya. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Literasi Digital, aku mau mengutip terlebih dahulu mengenai pengertian dari literasi yang disebutkan di wikipedia. “ Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. ” Nah ternyata, literasi itu ada banyak jenisnya. Salah satunya adalah literasi digital. Tetapi apa saja sih jenis-jenis literasi itu, berikut jenis litera

Perawatan Wajah di ZAP Clinic saat Pandemi

ZAP Clinic Review Aku sudah lama sekali tidak perawatan wajah selama pandemi, baik itu ke salon atau ke klinik. Aku membayangkan harus membuka masker saja, sudah membuatku urung untuk melakukan perawatan wajah di luar rumah.  Namun ada saatnya perawatan wajah tidak dapat dilakukan di rumah saja.  Ini pertama kalinya aku mencoba di ZAP Clinic. Letaknya yang dekat dengan food court di lantai 2 Grand Galaxy Park ini, sangat strategis sehingga membuatku sudah sering sebenarnya melewatinya, namun belum kesampaian untuk mencobanya sebelumnya.  ZAP Clinic Grand Galaxy Park  Akhirnya walau masih pandemi aku memberanikan diri untuk treatment wajahku di ZAP Clinic Grand Galaxy Park (GGP) Bekasi. Mall yang tidak begitu ramai dan juga protokol kesehatan di ZAP Clinic yang sangat terjaga. Kebayang gak, pakai masker tapi ditreatment wajahnya, bisa loh ternyata. ZAP Clinic Ruang Treatment Tips dan Alur Perawatan di ZAP CLinic Booking Jadwal Sebaiknya kamu booking dulu nih, Jangan langsung go show khu

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1) , aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal). 3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Akhirnya, Berani Berwisata Lagi (Air Terjun Klenting Kuning) di Kabupaten Semarang

  Awal Mula Berwisata Kembali Sudah beberapa bulan ini sejak Februari 2020, aku dan keluarga berada di rumah saja. Sudah penat rasanya. Ingin rasanya berjalan-jalan berwisata seperti yang sering kami lakukan saat akhir pekan.  Sekarang sudah masuk bulan September 2020, jadi sudah 6 bulan. Waktu yang terasa sangat lama. Kami benar-benar tidak pergi keluar kota bahkan ke mall pun tidak. Anak-anak pun benar-benar di rumah saja. Sekolah juga hanya via daring.  Ayahnya sebenarnya sudah kerap kali mengajak kami untuk berwisata. Wisata yang pada akhirnya hanya berputar-putar saja keliling kota atau ke kota sebelah namun benar-benar tidak turun dari kendaraan. Fiuh apa asyiknya seperti itu. Semangat kami langsung ciut ketika mendapati penuhnya parkiran tempat-tempat wisata tersebut dan banyaknya orang-orang berlalu lalang tanpa masker.  Tetapi akhirnya hari minggu kemarin 6 September 2020, sang ayah kembali mengajak kami keluar rumah. Aku pun sudah pesimis saja, pasti hanya berputar-putar saja

Angrumaoshi.com, Tempatmu Bercerita Kehidupan

Aku rutin menulis itu, dimulai 3 tahun yang lalu. Bukan menulis laporan atau riset di kala bekerja, namun menulis tentang apa yang ada di pikiranku tentang kehidupan di sekitarku. Tentang pikiran orang-orang memandang kehidupannya. Kutuangkan semua di blog aku, angrumaoshi.com. Tempatmu bercerita kehidupan, disitulah aku menyimak dan menuangkannya ke dalam tulisan penuh makna, -angrumaoshi.com- Hidup di Perantauan   Tahun 2017, aku pindah ke Semarang. Di Semarang ini bisa dibilang aku tidak punya kenalan siapa pun. Aku ikut merantau ke kota lumpia ini bersama suamiku, karena Suamiku dipindahtugaskan di kota ini. Aku pun melepas kehidupanku di Jakarta meninggalkan semua teman-temanku di sana dan bisa dibilang aku memulai hidup baru disini memulai dari nol.  Peran ku pun berubah dari yang sebelumnya seorang working mom suka lembur dan terbang ke sana ke mari menjadi seorang full time stay at home mom dengan dua anak yang masih berusia dibawah 3 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana perubahan

Selamat Datang Vaksin Virus Corona untuk Indonesia

Andaikan vaksin virus corona telah tersedia jauh-jauh hari, tentunya kita tidak akan pusing dan merasa takut yang berlebihan dengan corona seperti setahun terakhir ini. Untungnya banyak negara dan perusahaan farmasi berlomba-lomba dan giat untuk menciptakan vaksin untuk covid-19.  Sudah banyak nama-nama vaksin covid-19 yang siap beredar disebutkan pada berita seperti   vaksin moderna , vaksin Bio Farma (Persero), vaksin Astra Zeneca-Oxford, vaksin Sinopharm, vaksin Pfizer-BioNTech, dan vaksin Sinovac. Indonesia pun akan menggunakan keenam jenis merk vaksin ini. Bahkan vaksin Sinovac sudah datang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Tiap-tiap vaksin mempunyai harga yang berbeda-beda. Begitupun dengan efek samping yang menyertainya. Bahkan bagi yang memiliki alergi disarankan juga untuk berhati-hati dalam memilih vaksin yang sesuai untuk tubuhnya.  Sumber gambar : www.pixabay.com Tak terasa sudah hampir setahun covid-19 bersama kita. Dalam hitungan hari pun tahun juga

Balada Si Roy, Film Layar Lebar Perdana IDN Pictures

  Jangan percaya terhadap cinta, karena itu akan menjajah hidup kamu! begitu kata Roy. Seorang petualang jiwanya tidak bisa dimiliki, karena dia butuh inspirasi. Kalau jiwanya sudah diikat, berarti dia akan beku dan mati. Baginya, cinta bukan berarti harus menjadi jangkar dalam hidupnya. Balada Si Roy ke Layar Lebar November 2020 lalu, IDN Pictures telah mengumumkan bahwa akan mengangkat Novel lawas Balada Si Roy ke layar lebar sekaligus menjadi proyek perdananya dengan Fajar Nugros sebagai sang sutradara dan Susi Susanti sebagai produsernya. Sumber : IDN Media Bagi generasi milenial atau pun generasi Z tentunya mungkin masih terdengar asing dengan novel yang berjudul Balada Si Roy. Padahal novel Balada Si Roy ini sangat terkenal di masa tahun 80-90an.  Coba deh kamu tanya ke Ibu/Bapak kamu atau tante/om kamu pasti tau tentang kisah Balada Si Roy ini. Novel lawas Balada Si Roy ini merupakan karya dari Gol A Gong yang merupakan nama pena dari  Heri Hendrayana Harris , seorang sastrawan

Tempat Hang Outku di Pringsewu Kota Lama Semarang bersama Blogger Gandjel Rel

Sebenarnya aku sudah tidak asing dengan restoran #pringsewu ini. Pringsewu group ini, restorannya tersebar di sepanjang jalur pantura dan saat ini juga tersebar di sepanjang jalur rest area tol trans jawa. Aku biasa makan di pringsewu rest area atau tegal/pemalang ketika perjalanan semarang-jakarta begitu pula sebaliknya. Namun aku baru mengetahui kalau ada pringsewu juga di kota lama Semarang ini. Pertama kali aku mengetahuinya saat berkunjung ke Sam Pho Kong dan diberikan voucher diskon saat akan meninggalkan lokasi. Aku pun penasaran ingin mencoba. Gayung pun bersambut, tak lama ada undangan dari komunitas keren #GandjelRel yang akan berulang tahun ke4 dirayakan disana. Aku sebagai member baru yang baru join, senang sekali plus dapat menghilangkan rasa penasaranku dengan pringsewu yang di kota lama ini. Aku sebenarnya adalah pendatang di kota lunpia ini dan sudah jatuh cinta dengan kota ini. Kota lama yang apik dengan taman sri gunting untuk foto-foto, di sebelah ge

Narasi dari Papua, Sebuah Sumbangsih Freeport Indonesia kepada Masyarakat Papua

Siapa yang tak kenal dengan PT. Freeport Indonesia. Hampir semua orang mengetahui tentang perusahaan tambang besar di bumi papua Indonesia ini. PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia yang melalukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.  Walau hampir semua orang mengetahui PT Freeport Indonesia, namun belum tentu mengetahui tentang kontribusi Freeport baik kepada masyarakat langsung di sekitar lokasi tambang atau pun kontribusi dalam rangka meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.  Berdasarkan sifatnya, kegiatan pertambangan bagaimanapun akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Tapi Freeport Indonesia telah melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak tersebut dan memastikan dampak tersebut tidak berlangsung dalam jangka waktu lama. Untuk itu Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan identifikasi, memahami, mem

Hidup di Perantauan (Part 1)

LIVE THE ADVENTURE Menginjak usia dewasa muda mungkin bahkan remaja akan muncul keinginan merantau ini. Sekolah merantau   ke kota sebelah atau ke negeri tetangga. Entah dilandasi alasan ingin mandiri atau ingin bebas saja tinggal terpisah dari orang tua, rasa ingin berkelana mencoba merasakan dunia baru biasanya menggebu. Bagi yang sudah bekerja juga dapat dihadapkan pada pilihan untuk merantau mengikuti tempatnya bekerja. Bagi pasangan suami istri, merantau juga akan menjadi pengalaman tak terlupakan karena mereka akan sangat mengandalkan satu sama lain di tempat baru dimana tiada sanak saudara ataupun teman. Apapun alasan kamu untuk merantau itu, dapat aku katakan hidup di perantauan itu akan penuh dengan tantangan. Segala sesuatunya baru di matamu. Live The Adventure 🙂. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi.   Make a  friend (Perbanyak kenalan)   Prepare your savings (Siapkan dana darurat) Know your new place (Kenali daerahmu)  Less Goods is Good