Langsung ke konten utama

Mudahnya Tanya Veronica Asisten Virtual Pintar dari Telkomsel

Ketika kamu ada masalah dengan Telkomsel kamu cara favorit aku untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan tanya Veronica saja. Veronica itu siapa sih? Veronica itu adalah virtual asisten dari provider Telkomsel dia akan selalu siap membantu kamu selama 24 jam di manapun kamu berada ketika kamu ada masalah dengan Telkomsel kamu. Caranya tinggal chat aja kamu klik Veronica di aplikasi My Telkomsel atau website resminTelkomsel.  Bahkan via sosmed juga bisa loh seperti: LINE WhatsApp Facebook Messenger Telegram  Veronica ini cukup membantu ya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terlalu rumit jadi di daripada kamu harus menelpon call center dan menunggu untuk dihubungkan dengan customer service officer yang kadang antriannya cukup banyak ya dan juga memakan pulsa serta waktu kamu maka pilihan untuk bertanya ke Veronica ini menjadi pilihan yang yang paling efektif dan efisien. Tanya Veronica ketika di Luar Negeri Tanya ke Veronica ini juga andalan banget loh ketika kamu berada

"Me Time" itu Wajib Hukumnya Bagi Semua Ibu. Mengapa?

Aku dulu seorang single lady yang gemar bekerja (workaholic). Kebiasaan ini pun terbawa hingga ketika aku menikah bahkan saat aku sudah memiliki anak. Lalu kemudian tidak lama setelah kelahiran anakku yang kedua, aku pun memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga saja. 

               sumber : www.pixabay.com

Saat ketika masih bekerja khususnya ketika masih single, "Me Time" itu dengan mudahnya dapat kulakukan. Aku bebas melakukan yang aku senangi, hobbyku, bepergian kesana kemari diluar jam kantor pastinya. Bahkan terkadang saat berada di kantor pun itu bisa menjadi saat "Me Time" aku. Karena aku senang dengan yang pekerjaan yang aku lakukan di kantor plus dapat gaji lagi. Saat makan siang pun juga dapat dikatakan "Me Time" aku, karena bertemu dan bercengkerama dengan teman-teman. 

Lalu aku pun menikah dan mempunyai anak sambil tetap bekerja. Wow, mengatur waktu, fokus dan pikiran serta rasa itu supaya semua tanggung jawab yang aku emban sebagai seorang ibu, istri, wanita karir dapat terselesaikan dengan baik dan optimal itu sangat menantang. "Me Time" yang dulu dengan mudahnya dapat kulakukan, ketika itu sangat sulit. Bahkan rasanya 24 jam sehari itu tidak cukup untuk dapat melaksanakan semua kewajiban dari ketiga peranku itu. Lambat laun, aku pun lupa kapan terakhir "Me Time" untuk diriku sendiri.

Hingga saat aku menjadi Ibu Rumah Tangga, "Me Time" semakin sulit kuraih. Waktuku menjadi 24 jam untuk anak dan suami. Lambat laun rasa lelah mulai menggelayuti dan datang tanpa diundang. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, sangat tidak baik untuk kesehatan jiwa dan raga. Emosi menjadi tidak stabil, yang pada akhirnya nanti anak-anak juga yang terkena akibatnya (mendapat omelan-omelan yang tidak perlu). Recharge itu penting ketika tubuh sudah memberikan sinyal bahwa butuh refreshing, butuh time break sejenak. 

Sinyalnya seperti apa?

Tubuh mulai sakit-sakitan, entah flu atau maag atau pusing, intinya daya tahan tubuh menurun sehingga rentan terkena penyakit.

Semangat mulai menurun, cepat lelah, emosi menjadi tidak stabil (marah-marah saja maunya), sensitif, kesal dan lainnya.

Kalau sudah ada sinyal seperti ini, wajib hukumnya seorang ibu itu "Me Time". Gak perlu lama kok 1-3 jam saja cukup, melakukan hal yang disenangi sendirian atau bersama teman (tanpa anak atau suami). Bisa membaca bagi yang hobbynya membaca, atau menulis, melukis, berenang, jalan-jalan di mall, nonton drama korea, atau tidur. Apa pun yang bunda senang lakukan, yang setidaknya mengalihkan sejenak dari dunia mengurus anak dan suami. 

Mintalah bantuan suami ketika bunda sudah benar-benar membutuhkan "Me Time". Atau bantuan orang tua atau mertua untuk dititipi anak sejenak (1-3 jam). 

Jika tidak ada yang dapat membantu, misal karena merantau atau pun Long Distance Marriage carilah daycare terdekat dan terpercaya dimana bunda dapat melepas anak bunda sejenak dengan rasa aman dan anak-anak pun senang.

Seorang ibu bukanlah superhero wonder woman yang serba bisa, serba sempurna, menjaga dunia setiap waktu tanpa kenal istirahat atah hari libur. 

Seorang ibu tetaplah seorang manusia biasa yang membutuhkan waktu untuk mengurus dirinya sendiri, tidak melulu mengurus di luar dirinya walau itu adalah keluarganya sendiri. Jika ibu tidak bahagia karena tidak sempat mengurus dirinya sendiri dan memupuk kepercayaan dirinya, bagaimana bisa dapat mengurus keluarga dengan benar dan sukacita yang dapat menghasilkan anak-anak yang cerdas serta bahagia? 

Remember Mommy, you deserve to be happy and have me time for your own. Eventhough you are a mom and a wife, you are still and always be a woman (a human being).

Jadi jangan lupa Me Time ya mommy dan lakukanlah secara rutin, jangan tunggu lelah jiwa raga.

Last but not least, 
Have Me Time and Be Happy :)

#perempuanmenulisbahagia

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing 'Perempuan Menulis Bahagia'.



Komentar

  1. Menjadi ibu memang luar biasa, karenanya perlu menjaga diri dan kondisi dengan melakukan me time. Tak harus mahal, seperti istirahat sejenak, ngobrol, ataupun baca buku. Hal yang mudah dan meriah bisa menjadi pilihan untuk me time.

    BalasHapus
  2. Masyaa Allah, bahkan ketika sudah melepas profesi di luar ibu rumah tangga pun, masih merasa tidak cukup waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas ya, Mba... Hmm...
    Nice sharing, Mbaa. Terima kasih 🌸

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darurat Literasi Digital di Indonesia

Literasi Digital adalah kemampuan dasar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang terhubung dengan dunia maya, - Angrumaoshi - Sumber : www.pixabay.com Pengertian Literasi Digital Pernah dengar Literasi Digital? Jujur, aku pernah mendengarnya namun belum paham 100%. Kalau literasi keuangan/finansial dan literasi baca tulis sudah cukup sering ya mendengarnya. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Literasi Digital, aku mau mengutip terlebih dahulu mengenai pengertian dari literasi yang disebutkan di wikipedia. “ Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. ” Nah ternyata, literasi itu ada banyak jenisnya. Salah satunya adalah literasi digital. Tetapi apa saja sih jenis-jenis literasi itu, berikut jenis litera

Akhirnya, Berani Berwisata Lagi (Air Terjun Klenting Kuning) di Kabupaten Semarang

  Awal Mula Berwisata Kembali Sudah beberapa bulan ini sejak Februari 2020, aku dan keluarga berada di rumah saja. Sudah penat rasanya. Ingin rasanya berjalan-jalan berwisata seperti yang sering kami lakukan saat akhir pekan.  Sekarang sudah masuk bulan September 2020, jadi sudah 6 bulan. Waktu yang terasa sangat lama. Kami benar-benar tidak pergi keluar kota bahkan ke mall pun tidak. Anak-anak pun benar-benar di rumah saja. Sekolah juga hanya via daring.  Ayahnya sebenarnya sudah kerap kali mengajak kami untuk berwisata. Wisata yang pada akhirnya hanya berputar-putar saja keliling kota atau ke kota sebelah namun benar-benar tidak turun dari kendaraan. Fiuh apa asyiknya seperti itu. Semangat kami langsung ciut ketika mendapati penuhnya parkiran tempat-tempat wisata tersebut dan banyaknya orang-orang berlalu lalang tanpa masker.  Tetapi akhirnya hari minggu kemarin 6 September 2020, sang ayah kembali mengajak kami keluar rumah. Aku pun sudah pesimis saja, pasti hanya berputar-putar saja

Selamat Datang Vaksin Virus Corona untuk Indonesia

Andaikan vaksin virus corona telah tersedia jauh-jauh hari, tentunya kita tidak akan pusing dan merasa takut yang berlebihan dengan corona seperti setahun terakhir ini. Untungnya banyak negara dan perusahaan farmasi berlomba-lomba dan giat untuk menciptakan vaksin untuk covid-19.  Sudah banyak nama-nama vaksin covid-19 yang siap beredar disebutkan pada berita seperti   vaksin moderna , vaksin Bio Farma (Persero), vaksin Astra Zeneca-Oxford, vaksin Sinopharm, vaksin Pfizer-BioNTech, dan vaksin Sinovac. Indonesia pun akan menggunakan keenam jenis merk vaksin ini. Bahkan vaksin Sinovac sudah datang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Tiap-tiap vaksin mempunyai harga yang berbeda-beda. Begitupun dengan efek samping yang menyertainya. Bahkan bagi yang memiliki alergi disarankan juga untuk berhati-hati dalam memilih vaksin yang sesuai untuk tubuhnya.  Sumber gambar : www.pixabay.com Tak terasa sudah hampir setahun covid-19 bersama kita. Dalam hitungan hari pun tahun juga