Langsung ke konten utama

Terima Kasih Squad Blogger ODOP

Entah kata apa yang dapat kuucapkan kepada seluruh anggota Squad Blogger ODOP.  Naik turun semangat selama mengikuti kelas ini selalu dapat terpacu dengan adanya teman-teman semua.  Tugas yang nampak mudah namun sulit untuk dikerjakan.  Pentingnya prioritas serta menjunjung tinggi komitmen awal saat ikut ambil bagian menjadi Squad Blogger ODOP selalu kuingat.  Semangat teman-teman member Squad Blogger ODOP benar-benar menular.  Aku awalnya sempat kurang semangat karena merasa tertinggal dengan tingkat literasi digitalku di dunia blog masih jauhlah jika dibandingkan para blogger senior di Squad Blogger ODOP.  Namun ternyata para member Squad Blogger ODOP ini benar-benar baik hati, tidak sombong dan suka menolong serta sabar.  Aku pun menjadi terpacu dan tidak malu bertanya apa pun di kelas ini, termasuk untuk pertanyaan yang sangat mudah sekalipun.  Aku hanya dapat mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas segala sharing ilmu , atas segala jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku seputar

Baby Blues Setelah Keguguran? Ayo Kenali Gejala dan Tips Menjalaninya.

Baby Blues tidak hanya bisa datang pada ibu melahirkan. Baby blues bahkan depresi juga dapat menghampiri pada ibu yang mengalami keguguran. Terlebih jika calon bayi ini telah ditunggu-tunggu atau berpulang saat usia kandungan diatas 7 bulan. Dimana sang ibu harus melahirkan atau mengeluarkan bayinya yang sudah tiada dari rahimnya. Tidak ada isak tangis bayi setelah melahirkan. Bahkan terkadang apakah ada kuasa/kekuatan bagi sang ibu untuk langsung menyemayamkan ananda calon buah hati ke pusara terakhirnya.

Sumber : www.pixabay.com

Belum jika asi yang terus menerus keluar tanpa ada bayi yang nenen padanya hingga dapat membuat badan sang ibu demam panas dingin dan terkena mastitis.

Baby blues, tidak semua perempuan hamil dan melahirkan atau keguguran mengalaminya. Namun banyak yang mengalaminya baik disadari atau tidak disadari oleh sang ibu. Sebuah rasa yang hanya sang ibulah yang mengerti. Suami atau pun perempuan lain yang belum mengalaminya hanya dapat berempati. 

Para ibu yang terkena baby blues ini bukan manja, bukan tidak bersyukur, bukan tidak menerima fitrahnya, bukan aneh juga bisa merasa hal seperti itu. Pahamilah bahwa banyak yang merasa dan mengalami hal yang sama. Jangan merasa aneh, sedih, sendirian dan merasa bersalah mempunyai rasa baby blues ini. Hal yang sangat normal merasa baby blues ini (80 persen menurut www.alodokter.com)  Menjadi tidak normal jika dalam waktu lebih dari 2 minggu masih merasakan hal yang sama terus menerus bahkan bertambah parah. Karena sudah masuk ke dalam gejala depresi paska melahirkan/depreai post partum (10 persen menurut menurut www.alodokter.com). Jika ini terjadi, jangan ragu untuk konsultasi pada psikolog atau psikiater. 

Sebagai ibu yang pernah melahirkan dan juga keguguran, rasa itu (baby blues) pernah hadir. Bahkan saat hamil pun rasa itu datang. Tiap kehamilan mempunyai tantangannya sendiri-sendiri dan berbeda-beda. Karena walau rahimnya sama namun janin serta cikal bakal bayi yang dikandung berbeda dan unik. Mempunyai genetis yang berbeda (sel telur dan sel spermanya berbeda). Pun usia sang ibu juga berbeda antara kehamilan 1 dan yang lainnya juga turut andil karena kondisi psikis dan fisik yang berbeda. 

Untungnya di era digital saat ini, informasi mengenai baby blues sudah banyak sekali. Begitu pula dengan support systemnya. Banyak sekali komunitas dimana para wanita tidak akan merasa sendirian dan aneh serta menyalahkan diri sendiri, dapat saling berbagi rasa dan solusi tentang bagaimana menjalaninya. Karena jika tidak ditanggapi dengan seksama dan penuh kasih, maka akan semakin banyak berita-berita tentang seorang ibu yang bunuh diri bersama bayinya, dan lain-lain. 

Ijinkan saya berbagi tips jika baby blues datang ala bunda angrumaoshi:

*Saat hamil*
  • Sadari bahwa hal yang normal mengalami baby blues, karena terdapat perubahan fisik dan hormonal pada tubuh.
  • Jangan membandingkan diri sendiri dengan ibu hamil lainnya yang "hamil kebo". Pada saat hamil tidak mengalami kendala yang berarti. 
  • Perjuangan 9 bulan ini akan berakhir manis saat anda nanti melahirkan bayi yang sehat penyejuk hati.
  • Mood swing dan rasa tidak nyaman pada fisik, dapat diutarakan pada suami atau dokter atau atasan (jika bekerja), sehingga mereka mengetahui dan bersikap sesuai dengan kondisi yang sedang anda jalani.

*Saat melahirkan dan mengasuh bayi*

  • Jika rasa kesal/sedih/merasa menjadi ibu yang gagal datang, sadari bahwa 80 peren ibu melahirkan merasakan hal ini.
  • Ceritakan yang anda rasakan pada suami/dokter/orang tua.
  • Beritahu apa yang dapat mereka lakukan supaya Anda tidak merasa kesal/sedih/tak berdaya. Misalnya : meminta suami untuk membantu menggendong bayi saat menangis (turut serta dalam pengasuhan bayi) dan lain-lain.
  • Alokasikan me time untuk recharge diri anda mengingat pada awal masa melahirkan 0-3 bulan usia ananda adalah 24 jam setiap hari anda bersama bayi anda. 
  • Ikutlah tidur saat bayi anda tidur sehingga anda juga beristirahat. 

*Saat keguguran*


  • Sadari bahwa hal ini terjadi karena kehendakNya. Bukan kesalahan Anda. Anda sudah melakukan yang maksimal dan menjaga serta menyanyangi calon buah hati anda mulai dari awal anda mengetahui bahwa diri anda hamil. 
  • Jangan biarkan ada orang lain (suami/orang tua/mertua bahkan diri anda sendiri) yang menyalahkan diri anda atas keguguran ini. 
  • Terima dengan ikhlas dan lapang dada atas kepergian calon buah hati. 
  • Beri waktu untuk diri ini dapat menerima kehendakNya, jangan dipaksakan atau memakai topeng seolah anda baik-baik saja dengan keguguran ini. Atau lari dari kenyataan menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas atau pekerjaan dengan harapan bahwa rasa sedih ini akan hilang dengan sendirinya. 
  • Dan yang terpenting bicara dengan pasangan dari hati ke hati, saling menguatkan untuk dapat melewati duka ini bersama dan menyusun rencana untuk program kehamilan berikutnya. 
#perempuanmenulisbahagia

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing "Perempuan Menulis Bahagia".

Tulisan ini kupersembahkan bagi seluruh ibu di dunia dalam rangka menyambut hari ibu 22 Desember 2019, semoga bermanfaat.


Komentar

  1. Thanks tips dan tricknya Mbaa... Bermanfaat banget untuk ibu2 yg baru kehilangan anaknya dan ngga menyadari gejala PPD yg mungkin dialaminya

    BalasHapus
  2. Semoga semua ibu-ibu yang harus menjalani takdir ini kuat, dan tulisan ini bisa menambah kewaspadaan buat yang lain.

    BalasHapus
  3. Menurutku terpenting tetep berbagi rasa (ahzek) sama suami. Bagaimanapun jg dia orang yg terdekat sama seorang ibu..

    BalasHapus
  4. makasih sharinya mbak, dengan makin banyak tulisan kayak gini jadi ibu-ibu yang tengah mengalami keguguran merasa tidak sendirian

    BalasHapus
  5. sumai dn keluarga jd grada terdepan jg untk ibu nifas yg habs melahirkan/kegugguran untk ibu bs menjad nyaman dn terhndr dr babyblues

    BalasHapus
  6. Tips yang bagus banget nih..semoga banyak buibu yg membaca dan mengenali gejala baby blues shingga bisa mengatasinya atau meminimalkan resiko kenanya. TFS mba..

    BalasHapus
  7. ya Allah, bener sih itu pasti rasanya sakit banget. Terimakasih mba atas tips-tipsnya,pokoknya kalaua ada apa-apa tuh emang better cerita langsung ya daripada diem dan jadi overthinking. Sending virtual hug untuk semua ibu dimanapun berada.

    BalasHapus
  8. Selamat hari ibu mbak..mood swing mmg baiknya dikonsulkan ke ahlinya y mb

    BalasHapus
  9. Sedih bangrt bacanya jadi ingat sebelah kamar pas aku dulu lahiran, keguguran,nangisnya memilukan..semoga para ibu diberi kekuatan

    BalasHapus
  10. Kehamilan pertamaku juga ngga berhasil mba. Janin tdk berkembang. Awal2 sediih sampe malas makan. Alhamdulillah ngga berlarut2.

    BalasHapus
  11. Tentunya pelukan dan support orang terdekat sangat diperlukan oleh ibu yang mengalami musibah seperti ini ya. Hiks... Jadi inget pengalaman keguguran dulu.

    BalasHapus
  12. Aku sempet ngalamin baby blues pas anak kedua alhamdhulilah dukungan suami dan keluarga sangat membantu

    BalasHapus
  13. Ibu hamil atau yang abis melahirkan butuh suport dari keluarga dan lingkungannya ya mbak. Semoga dengan pendampingan yang ngerti gimana isi hati dan pikiran mereka, tidak lantas menjadi makin buruk. Aku nggak ngalami keguguran, tapi ngerti giman sedihnya perasaan calon ibu ini saat mengalaminya

    BalasHapus
  14. Ternyata angka kekambuhan baby blues pada ibu hingga 80%, artinya hampir semua ibu mengalami baby blues. Emang sebagai perempuan kita mesti paham tentang baby blues. Semoga setiap perempuan survive dari baby blues.

    BalasHapus
  15. Subhanallah. Informasi dan kiat yang sangat berguna. Smoga makin tumbuh kesadaran semua pihak untuk turut menjaga kesehatan para perempuan.

    BalasHapus
  16. orang terdekat yang memberi prhatian itu bikin kita akan menjadi prang yang terhindar dari negatif vibe

    BalasHapus
  17. Bagus ini tipsnya, support yg luar biasa terhadap para ibu yang mengalami baby blues. Kita sesama ibu memang harus saling menguatkan, bukannya malah menyalah-nyalahkan ya. Semoga banyak yang baca artikel ini ya Tya, baik ibu yg mengalami baby blues, suami ibu tersebut, atau supporting system lainnya misal ortu, mertua, saudara dan tetangga.

    BalasHapus
  18. Waktu saya hamil kembar, sulit rasanya. Mungkin juga mengalami gejala bb. Saya larinya ke nulis buku. Alhamdulillah jadi terapi sendiri.

    BalasHapus
  19. pantes temenku yang baru nikah, terus langsung hamil setelah anak lahir dan tumbuh dia ngeluh dan pengen lari dari semua
    jagi gegara ini ya mba. Semoga para ibu dan calon ibu dimanapun dikuatkan hatinya.Termasuk aku calon ibu hehehe

    BalasHapus
  20. Wah, makasih banget ilmunya mbak, aku perlu banget baca2 artikel kaya gini sih, biar siap sedia saat sudah saatnya nanti.

    BalasHapus
  21. Ibu melahirkan di era sekarang emang rentan banget mengalami baby blues, aku dulu juga sempet baby blues karena takut ngasuh bayi pertama kali plus komentar tak sedap sekitar waktu itu sehingga saat hamil anak kedua, kami memutuskan tinggal sendiri

    BalasHapus
  22. Waktu anak pertama aku juga sempat nih mengalami baby blues. Cuma waktu itu nggak ngerti, baru setelah terlampaui masa itu, baru tahu soal baby blues. Untung deh nggak sampai kejadian yang macam-macam.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya, Berani Berwisata Lagi (Air Terjun Klenting Kuning) di Kabupaten Semarang

  Awal Mula Berwisata Kembali Sudah beberapa bulan ini sejak Februari 2020, aku dan keluarga berada di rumah saja. Sudah penat rasanya. Ingin rasanya berjalan-jalan berwisata seperti yang sering kami lakukan saat akhir pekan.  Sekarang sudah masuk bulan September 2020, jadi sudah 6 bulan. Waktu yang terasa sangat lama. Kami benar-benar tidak pergi keluar kota bahkan ke mall pun tidak. Anak-anak pun benar-benar di rumah saja. Sekolah juga hanya via daring.  Ayahnya sebenarnya sudah kerap kali mengajak kami untuk berwisata. Wisata yang pada akhirnya hanya berputar-putar saja keliling kota atau ke kota sebelah namun benar-benar tidak turun dari kendaraan. Fiuh apa asyiknya seperti itu. Semangat kami langsung ciut ketika mendapati penuhnya parkiran tempat-tempat wisata tersebut dan banyaknya orang-orang berlalu lalang tanpa masker.  Tetapi akhirnya hari minggu kemarin 6 September 2020, sang ayah kembali mengajak kami keluar rumah. Aku pun sudah pesimis saja, pasti hanya berputar-putar saja

Narasi dari Papua, Sebuah Sumbangsih Freeport Indonesia kepada Masyarakat Papua

Siapa yang tak kenal dengan PT. Freeport Indonesia. Hampir semua orang mengetahui tentang perusahaan tambang besar di bumi papua Indonesia ini. PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia yang melalukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.  Walau hampir semua orang mengetahui PT Freeport Indonesia, namun belum tentu mengetahui tentang kontribusi Freeport baik kepada masyarakat langsung di sekitar lokasi tambang atau pun kontribusi dalam rangka meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.  Berdasarkan sifatnya, kegiatan pertambangan bagaimanapun akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Tapi Freeport Indonesia telah melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak tersebut dan memastikan dampak tersebut tidak berlangsung dalam jangka waktu lama. Untuk itu Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan identifikasi, memahami, mem

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan.  Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda.  sumber : www.pixabay.com Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah.  Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat i