Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Roma 96-180 Masehi

Roma 96-180 Masehi, Pemerintahan 'Antonines' - Nerva, Trajan, Hadrian, Antonius dan Marcus Aurelius membawa Kekaisaran Roma berada pada puncaknya pada tahun 96 - 180 Masehi. Kota-kota di Roma menjadi kota terbesar dan tercanggih. Kota-kota nan indah di Roma memiliki dua jalan utama dengan banyak jalan-jalan kecil berjarak yang disebut insulae (pulau). Insulae dipenuhi dengan rumah-rumah mewah yang dimiliki oleh orang kaya Roma yang disebut dengan domi. Halaman yang luas terhampar di tiap-tiap domi ini. Domi adalah rumah dua lantai yang nyaman, dengan kolam air hangat dengan pemanas bawah lantainya. Kota yang tertata rapi, hingga macet pun adalah hal yang biasa. Sehingga ada larangan kendaraan beroda memasuki kota di siang hari. Di sisi kanan dan kiri jalan, banyak ditemui toko, penginapan (tabarnae), kafe (thermopilia), dan toko roti (pistrina).  Rumah-rumah mandi (thermae) juga sering dikunjungi orang-orang, dimana mereka dapat duduk dan berendam di dalam air panas dan dingi…

Ibu sebagai Pondasi dan Tiang Peradaban

Bunda, taukah Anda, bahwa ibu adalah pondasi dan tiang suatu peradaban? Peradaban manusia berasal dari suatu kelompok manusia, baik itu negara, lalu lebih kecil lagi masyarakat, dimana bagian yang terkecilnya adalah keluarga.
              sumber : www.pixabay.com
Peran Ibu dalam suatu keluarga tidaklah main-main. Sangat penting dan merupakan jiwa dan roh dari sebuah keluarga. Seorang ibulah yang mengantarkan jiwa murni dari anak ke dunia yang kelak menjadi anggota keluarga. Seorang ibulah yang mendidik dan menyayangi serta menutrisi makanan bergizi (ASI) pertama kali kepada sang bayi, calon penerus keluarga, masyarakat, bangsa negara dan peradaban manusia selanjutnya. 
Jangan biarkan anak-anak lepas dan kekurangan kasih sayang, didikan serta nutrisi dari ibundanya. Akibatnya sangat fatal untuk peradaban manusia generasi selanjutnya. Seorang ibu akan berusaha selalu memberikan yang terbaik untuk anandanya dalam segala hal termasuk kasih sayang, pendidikan akhlak/budi pekerti dan pelajara…

Kapan Wanita Produktif dan Berkarya?

Seorang perempuan lahir dari rahim seorang ibu. Seorang anak perempuan kelak akan menikah sehingga menjadi seorang istri. Lalu menjadi seorang ibu ketika mempunyai anak. Terakhir menjadi seorang mertua serta nenek. Fitrahnya adalah seperti itu.
             sumber : www.pixabay.com

Seorang perempuan yang menjadi produktif dan berkarya tidak serta merta hanya dilihat dari nominal uang yang dihasilkan dari karya dan produktivitasnya. Namun karya dan produktivitas seorang perempuan, istri, ibu, mertua dan nenek itu dirasakan oleh suami, anak, menantu dan cucu-cucu mereka.
Jangan terbelenggu dengan suatu karya dan produktivitas perempuan harus menghasilkan nominal tertentu, jangan. Tapi lihatlah karya dan produktivitas perempuan saat menata rumah tangganya, mendidik anak-anaknya, menjadi sahabat suaminya, menemani cucu-cucunya bermain serta menjadi ibu bagi menantunya. Semua itu termasuk karya yang tak ternilai dalam rupiah. 
Jadi janganlah berkecil hati jika karya dan produktivitas kita hany…

"Me Time" itu Wajib Hukumnya Bagi Semua Ibu. Mengapa?

Aku dulu seorang single lady yang gemar bekerja (workaholic). Kebiasaan ini pun terbawa hingga ketika aku menikah bahkan saat aku sudah memiliki anak. Lalu kemudian tidak lama setelah kelahiran anakku yang kedua, aku pun memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga saja. 
               sumber : www.pixabay.com

Saat ketika masih bekerja khususnya ketika masih single, "Me Time" itu dengan mudahnya dapat kulakukan. Aku bebas melakukan yang aku senangi, hobbyku, bepergian kesana kemari diluar jam kantor pastinya. Bahkan terkadang saat berada di kantor pun itu bisa menjadi saat "Me Time" aku. Karena aku senang dengan yang pekerjaan yang aku lakukan di kantor plus dapat gaji lagi. Saat makan siang pun juga dapat dikatakan "Me Time" aku, karena bertemu dan bercengkerama dengan teman-teman. 
Lalu aku pun menikah dan mempunyai anak sambil tetap bekerja. Wow, mengatur waktu, fokus dan pikiran serta rasa itu supaya semua tanggung jawab yang aku emban sebagai seorang…

Ingin Anak Cerdas? Ibunya Bahagia Dulu Ya.

Mempunyai anak-anak yang cerdas adalah impian semua ibu di dunia ini. Anak-anak yang cerdas, sukses, bahagia, riang gembira dan sehat, sesederhana itulah mimpi semua ibu untuk anak-anaknya. Namun untuk meraih mimpi itu apakah sulit? 
              sumber : www.pixabay.com

Sebelum kita memulai mimpi untuk anak kita, cobalah bertanya apakah mimpi untuk diri sendiri sudah tercapai? Apakah kita sudah menjadi ibu yang cerdas, sukses, bahagia, riang gembira dan sehat lahir batin? 
Anak adalah peniru ulung. Jika melihat ibundanya bahagia maka ia pun dapat meniru dengan hebatnya menjadi anak yang bahagia. Anak mengikuti apa yang dilihat dan dicontohkan oleh ibunya dalam hidup ini. Bundanya adalah segalanya bagi ananda di usia-usia awal kehidupannya. Segala emosi ibunda akan tersalurkan dan terasa oleh si buah hati. 
Seorang ibu yang bahagia akan dengan mudahnya menyebarkan emosi positif pada anak-anaknya secara otomatis. Mengharapkan anak menjadi cerdas maka jadilah ibu yang cerdas juga yang sena…

Baper? Tips Jadi Ibu Gak Baperan.

Ketika menjadi seorang ibu, peran seorang perempuan bertambah tiga kali lipat. Kok bisa? Karena selain menjadi seorang perempuan, maka juga menjadi seorang istri dari suaminya dan juga seorang ibu dari anak-anak yang kelak dilahirkannya . Dimana seorang perempuan, istri dan ibu mempunyai tanggung jawab yang berbeda namun sekaligus harus dilaksanakan dengan penuh sukacita dalam waktu yang bersamaan.
              sumber : www.pixabay.com

3 peran sekaligus dalam 24 jam 7 hari 1 minggu berturut-turut tanpa jeda, tentunya membawa konsekuensi pada rasa dan kesehatan fisik serta mental. Sehingga amat mudah bagi kami para ibu menjadi "baper" dalam segala hal yang kami lakukan. Mood menjadi tak terkendali, rasanya capek dengan semua tanggung jawab yang menumpuk di pundak ini tanpa orang lain mengetahuinya bahwa "berat" memikul tanggung jawab dari 3 peran ini. Yang orang lain tau hanyalah, ya memang sudah seharusnya seorang ibu seperti itu. 
Banyak mungkin perempuan yang tidak…

Review Film Habibie dan Ainun 3

Semalam menonton Habibie dan Ainun 3 bersama mama. Sepanjang nonton film ini, tak kuasa air mata ini menetes. Mungkin bagi penonton lain, film ini biasa. Namun bagi aku, film ini sangat beresonansi dengan kehidupanku kini, mimpiku dan cita-citaku dulu hingga sekarang.
           sumber : id.bookmyshow.com
Waktunya pun sangat-sangat tepat, aku menonton beberapa hari setelah pengumuman seleksi beasiswa yang sedang aku ikuti saat ini. Bahkan aku pun menuliskan tokoh idola saat seleksi tersebut adalah BJ Habibie. Mungkin jika aku sudah menonton film ini sebelumnya, tokoh idolaku kan kuralat menjadi Ibu Ainun Habibie. 
Cuplikan kata-kata BJ Habibie (Rudy) ketika ditanya oleh Ainun muda saat perpisahan SMU kala itu benar-benar merasuk ke dalam relung hati ini.
Ainun : Jadi kamu mengambil beasiswa untuk sekolah ke Jerman?
Rudy : Oh, tidak. Ibuku yang akan membiayai sekolahku, karena ibuku telah berjanji kepada almarhum ayahku untuk dapat terus membiayai sekolahku. Beasiswa itu biar dapat digunaka…

Baby Blues Setelah Keguguran? Ayo Kenali Gejala dan Tips Menjalaninya.

Baby Blues tidak hanya bisa datang pada ibu melahirkan. Baby blues bahkan depresi juga dapat menghampiri pada ibu yang mengalami keguguran. Terlebih jika calon bayi ini telah ditunggu-tunggu atau berpulang saat usia kandungan diatas 7 bulan. Dimana sang ibu harus melahirkan atau mengeluarkan bayinya yang sudah tiada dari rahimnya. Tidak ada isak tangis bayi setelah melahirkan. Bahkan terkadang apakah ada kuasa/kekuatan bagi sang ibu untuk langsung menyemayamkan ananda calon buah hati ke pusara terakhirnya.

Belum jika asi yang terus menerus keluar tanpa ada bayi yang nenen padanya hingga dapat membuat badan sang ibu demam panas dingin dan terkena mastitis.
Baby blues, tidak semua perempuan hamil dan melahirkan atau keguguran mengalaminya. Namun banyak yang mengalaminya baik disadari atau tidak disadari oleh sang ibu. Sebuah rasa yang hanya sang ibulah yang mengerti. Suami atau pun perempuan lain yang belum mengalaminya hanya dapat berempati. 
Para ibu yang terkena baby blues ini bukan m…

Review Buku 100 Cara Agar Anak Bahagia

Pada level 3 tantangan pada Reading Challenge One Day One Post Batch 6, para peserta diminta untuk membaca salah satu buku terjemahan dan memberikan review atau analisanya tentang apa yang membuatnya berbeda dari buku non terjemahan.



Banyak sekali seri buku psikologi populer yang juga telah aku baca yang bukan merupakan terjemahan. Namun aku pribadi lebih menyukai membaca terjemahan walau masing-masingnya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
Khusus buku ini jika keunggulannya antara lain jika dibandingkan buku sejenia non terjemahan:
1. Alur mengalir, singkat, padat dan jelas.
Menggunakan angka istimewa 100, jadi seluruh bahasan dipecah menjadi 100 tips (5 keping besar @ 20 tips) dimana di setiap tips hanya 1-3 halaman saja. Membuat pembaca tidak bosan dan hilang konsen saat membacanya. Fokus terjaga serta yang ingin disampaikan mengena sekali tanpa ada kesan bertele/tele. Adanya kalimat yang dicetak tebal menggunakan ukuran huruf lebih besar juga sangat memudahkan pembac…

Be Smart Literated Financially since Toddler (Day 10, Let Your Toddler to Choose How to Spend Their Money)

To increase the self belongings feels for the money with our children, let our children freely to choose what they want to do with their own money. So they can feel the is a responsibility behind of thw way they spending it.
For example: my daughter want to use her money to buy the entrance ticket to a waterpark and also to go to the snow playground. But the money is not enough. So she must choose which one she wants more between that 2 option. Another option can be wait until she can save more money in the future or simply not to forget to ask God for the solution. She choose for the waterpark. After sometimes not long after we go to the watepark, we go to grandmother's home. And my mom want to see the snow in the snow playground, then my mother bougt us all the tickets for going there. It is perhaps the answers from God, when my daugther asked the God that she wants to go to thw snow playground eventhough her money has not enouh yet.

Be Smart Literated Financially since Toddler (Day 9, You Have to Wait to Buy Something You Want)

In their early years, we as their parent have a  responsibility to teach them about financial literacy. It is a must to let them know that life is not instant. Including when your children have something in their mind about their wants. Let them know and feel that they need to "wait" to buy or fullfil something they want. Not everything of their wants can be fullfil right away or instantly without they have to do nothing. 
Once they feel the struggle when it comes to fullfil their wants, they will appreciate it more. For example: my son want to have a big robot toy. I said I will give it to them for his birthday next 2 month. He have to wait until his birthday. He then play it safely not recklessly, because he know in order to get another big robot toy he must wait until his next birthday.

Be Smart Literated Financial since Toddler (Day 8, Introducing the Concept of Saving or Investing)

My children have 3 piggy bank, one in the school, at home and at grandmother's home. Each of it have a different goal and patterned. 
The first piggy bank in the school, we make it together with the teacher ar school using an unused bottled plastic. This piggy bank almost full after 2 years and in the next june when my son graduated from playgroup, he want to use the money to buy a robot toy.
The second piggy bank is at home. I bought the piggy bank and my son regularly plug some small amount of money whenever me or the father give him some money. He has not deciced what to buy in the future with the money from it. The piggy bank has not full enough. 
The third piggy bank is at grandmother home. We plug some money into it not that regularly compare to the first and second piggy bank annually at Idul Fitri. My children usually received some a lot of money from our relative (grandmother, grandfather, aunty, etc). We regularly asked our children to save some of the money they received f…

Be Smart Literated Financially since Toddler (Day 7, Ask Everything You Need and Wants to "God" Not Only to Your Parents)

I would like to share about what happen after I introduced her about asking whatever you want not only to your parents but you asked it to God first. 
She wants to go to a fastfood restaurant after the father finished at work in the office. But she know that her father would not fullfil her wants because her father would be tired after worked and tommorow she have to go to school. But she really want to eat the burger and the chicken there. She asked me, but then I said asked your father. 
Before she asked me, she said she had already asked God that she want to go to that restaurant and hoping God would fullfil her wants. 
Then we both go to the office to pick up the father that had already finished the work. At first, the father refused. But then he fullfil our daughter want, to eat there but on take away. Hmmm, it's great, right. One proof that everything could be happen if God will. Just by believe in God and pray to God, ask what do you want to God. 
At first, I didn't believe…

Be Smart Literated Financial since Toddler (Day 6, There Is a Part in Your Money that Belongs to The Needy Poor People)

Not all of your money is belong to you. Some part of it is belongs to others the needy, someone that less fortune than ours. Eventhough we earned it not easily.
Take our children to visit the orphanage regularly. Let them give their own money to them directly. Let them share or give their toys to them. Let them play together.

Be Smart Literated Financial since Toddler (Day 5, Prepare for the Future)

Let your children know that life should be prepared for the future. In also happens in a money term. The money you get now it is not only for now, but also for the future. Some part of it is belongs for the future. That's why we introduce them the concept of saving/investment with the money. 
We can buy them a small money place called "celengan", let them feel the experience itself about plug in some money into it. Once it full, we can bring it to the toystore to buy a toy that our children want. Or we can asked them, how they want to spend this amount of money? Is they want to give the money to others that needed or to buy a toy or to buy a present for other family member or to open a store they dreamed of or to buy a ticket of something etc. 
This kind of action (saving/investment) just simply want to teach our children, not to become a spoiled children when they got something in their wants. Iet them knowthat eir wants can be fullfiled later by saving it first not insta…

Be Smart Literated Financially since Toddler (Day 4, Knowing that Money can be Earned by Do Something)

We have to let our children know that money is earned. It is not a free lunch. You have to do something to get some money.
For a toodler, we as a parent can simply use a role model to teach them about it. Let them see that their parent do something to get some money. Or we give some money to others because others do something. For example: "tukang parkir" or when we buy something in the market.
Next we can also use this money concept, when our children do something and get the money for the return. For example: our children help us with the chores then we give them money because of it, or when our children win a race them they get some money for the prize. 

Be Smart Literated Financial since Toddler (Day 3, Knowing the Difference between Wants and Needs)

Money can fullfil your needs and your wants. The simplest way to make you children know that money can fullfil it, just show it to them directly. 
When your children want to buy candy, then bring they to the market then give the money to the seller in order to get the candy. 
When your children feels hungry then they need to eat soon. Let them know that in order to have a delicious meal in front of them, they should have some money. The money will be used to buy the meal. They should also know that the amount of money to buy candy is different to the amount we would pay to get a meal. 
Then we can move to the next level, how to distinguish which one is the needs which one is the wants for our children in their early years. It's quite tricky how to explain the difference between wants and needs. But then I got a simple way. 
Needs is something you must to fullfil because it is mandatory. For example: food, uniform for school, sleep, etc. But on the contrary wants is sometheing you woul…

Be Smart Literated Financially since Toddler (Day 2, Money can fullfill the needs)

Money can fullfil your need. Let our children know that to pay her/his school, we need money. To buy food we eat everyday we need money. 
Show them, when monthly we give the school money. Bring our children to the market when we buy rice, chicken, fruits, vegetables (with money), then told to them that we will cook it at home for meals everyday we will eat daily. 
I remembered once that my daughter asked me, why mommy give a lot of money monthly to her teacher at school.  At that time (4 years old), she didn't know that the teacher at school being paid for teaching her. She tought that her lovely teacher just like her mom, teach her and didn't receive any money. 
I explained her wisely that her lovely teacher has a job to teach you at school. Because of she had already teach you well at school the parents of all the children that study there will pay or give some amouny of money to the teacher. Then teacher can use the money to fullfil their needs. For example to buy food for them…

Be Smart Literated Financial since Toddler (Day 1, Introducing Money Concept, Believing "Sustenance" Comes From God, Sustenance Not Only About Money )

Introducing money concept would not be easy for children below 5 years. Should we introduce the concept of money to our children in the very early years? What kind of concept of money that they should know. 
In my opinion, they should know that money comes from a hard work. By working or selling goods/skills you got money. Then you can buy something with the money. Some amount of money can be paid or switch with a candy or foods or toys. But another some amount of money can not be paid or switch with a candy or foods or toys. So there is term of a lot of money and a few of money. And money should be earned not freely being given by other people. So they know that their parent work to get some money to buy food or toy for the children.
But there is something much more important than money that should be taught to the chidren. The children should know about sustenance. Sustenance not only about money but also a good health, having many good friends, loving parents, happy life etc is a sus…

Resensi Recto Verso oleh Dee (Dewi Lestari)

Memasuki pekan kedua tantangan membaca buku dari Reading Challenge Group oleh ODOP (One Day One Post), kali ini tema buku tidak dibebaskan seperti pekan lalu dan ketebalan pun ditingkatkan. Tema buku yang harus dibaca pada pekan ini wajib bergenre Non Romace dengan ketebalan minimal 135 halaman alias minimal 15 halaman per hari gak boleh bolong selama 9 hari.

Pilihanku jatuh kepada Buku Recto Verso oleh Dee (Dewi Lestari) yang juga adalah seorang penyanyi. Dimana Buku ini juga dijual sepaket dengan CD Albumnya yang berjudul sama yaitu Recto Verso.

Jadi dalam buku ini terdapat 11 kisah fiksi yang melengkapi 11 lirik lagunya di album Recto Verso. Hmmm aku awalnya membaca cerita demi cerita tanpa mendengarkan lagunya, asyik sih, pilihan kata yang tak biasa, membuat otak untuk ikut berpikir mencerna, apa sebenarnya yang ingin disampaikan dari kisah-kisah ini.
Namun ternyata ketika membaca buku ini sambil mendengarkan lagunya langsung ditambah menonton video klipnya. Lengkap sudah, tuntas,…