Langsung ke konten utama

Branding via Digital Marketing

Pentingnya Branding Mungkin masih banyak diantara kita yang tidak peduli dengan brand atau merek.  Khususnya bagi mereka yang berpikir bahwa yang penting aku jualan barang atau jasa yang memuaskan pelanggan itu sudah cukup. Nama brand atau merek itu nggak penting deh urusan belakangan. Apalagi ngurusin brand atau merek itu biasanya butuhkan uang yang tidak sedikit dan juga waktu. Benarkah merek atau brand itu nggak penting?  Aku mau cerita salah satu kisah temanku yang mempunyai bisnis rumahan membuat kue. Temanku ini adalah teman mantan satu kantorku di Jakarta yang suka sekali memasak kue.  Sebelum dia resign dari kantornya dia sudah memulai bisnis kuenya ini dari rumah. Pelanggannya rata-rata adalah teman-teman kantornya, teman-teman sekolahnya teman-teman kuliah, kolega kantor dari suaminya. Jadi bisa dibilang pemasarannya itu lewat WhatsApp status dan WhatsApp Group serta dukungan suaminya tentunya. Lalu dia memantapkan hati meninggalkan pekerjaan kantoran nya dan akan fokus di bi

Resensi Recto Verso oleh Dee (Dewi Lestari)

Mengapa Recto Verso?

Memasuki pekan kedua tantangan membaca buku dari Reading Challenge Group oleh ODOP (One Day One Post), kali ini tema buku tidak dibebaskan seperti pekan lalu dan ketebalan pun ditingkatkan. Tema buku yang harus dibaca pada pekan ini wajib bergenre Non Romace dengan ketebalan minimal 135 halaman alias minimal 15 halaman per hari gak boleh bolong selama 9 hari.

Pilihanku jatuh kepada Buku Recto Verso oleh Dee (Dewi Lestari) yang juga adalah seorang penyanyi. Dimana Buku ini juga dijual sepaket dengan CD Albumnya yang berjudul sama yaitu Recto Verso.

Buku Recto Verso Dewi Lestari


Buku Recto Verso + Lirik Lagu

Jadi dalam buku ini terdapat 11 kisah fiksi yang melengkapi 11 lirik lagunya di album Recto Verso. Hmmm aku awalnya membaca cerita demi cerita tanpa mendengarkan lagunya, asyik sih, pilihan kata yang tak biasa, membuat otak untuk ikut berpikir mencerna, apa sebenarnya yang ingin disampaikan dari kisah-kisah ini.

Namun ternyata ketika membaca buku ini sambil mendengarkan lagunya langsung ditambah menonton video klipnya. Lengkap sudah, tuntas, sampai banget pesan yang terbalut manis dalam untaian kata-kata penuh makna yang disajikan oleh Dewi Lestari ini.

Kisah antara pria dan wanita namun tak sebatas cinta pasangan kekasih

Walau hampir semua kisah menceritakan tentang hubungan perempuan dan laki-laki tetapi bukan kisah percintaannya yang diulas dengan kata-kata rumit namun penuh makna tapi lebih dari itu. Berbagai pesan tentang seorang anak manusia yang berusaha untuk mengenali perasaannya sendiri, kisah tentang persahabatan, kisah tentang memaknai orang lain, dan berbagai kisah tentang hidup.

Membaca buku ini membuatku seperti sedang berbicara dengan diri sendiri. Dewi Lestari ternyata tak hanya pandai merangkai kata untuk dijadikan lirik lagu namun juga piawai dalam menggoreskan penanya menjadi sebuah cerpen yang indah.

Lagu Firasat dan Narasi Kisahnya

Firasat Dewi Lestari



Dari 11 kisah dan 11 lirik lagu yang ada dalam buku ini. Aku paling tertarik dan mengena di hati tentang kisah dan lirik lagu yang berjudul *Firasat*.

Awalnya aku tak tahu lagu firasat yang manakah yang kupikir dinyanyikan oleh Dewi Lestari. Tapi begitu membaca 2 kalimat lirik lagu firasat ini, aku sangat mengenal lagu ini. Ternyata lagu firasat yang hits dinyanyikan oleh Marcell.

Semakin aku penasaran dengan kisahnya. Ternyata pemahamanku selama ini atas tokoh pada lagu firasat yang dinyanyikan Marcell ini, hanya di permukaan. Aku baru mengerti secara utuh setelah membaca narasi fiksinya.

Lirik Lagu Firasat Dee Lestari


Kisah Fiksi dari Lirik Lagu Firasat

Yuk kita ulas tokoh utama dari narasi fiksi firasat ini yang seorang wanita dan seorang lelaki. 

Si wanita ternyata memendam rasa kepada si lelaki yang merupakan ketua komunitas yang setiap minggunya terdapat kegiatan rutin bertemu untuk saling bercerita tentang pengalamannya tentang indra keenam.

Si wanita selalu hadir, setia mendengarkan cerita namun tidak pernah berbagi ceritanya. Tidak pernah absen dalam satu tahun ini. 

Tidak pernah pula berinteraksi lebih kepada si lelaki, hanya tegur sapa biasa yang dilakukan oleh si lelaki kepada semua orang yang hadir. 

Hingga suatu ketika komunitas ini akan berulang tahun, dan akhirnya dia memberanikan diri untuk membawa makanan. 

Itulah saat mereka berinteraksi lebih dari biasanya yang hanya bertegur sapa saat memasuki dan pamit ketika acara. Singkatnya, mereka akhirnya berteman dekat.

Lalu pada suatu hari si wanita mendapatkan perasaan yang amat sangat tidak enak terhadap si lelaki. Terlebih ketika si lelaki memberitahukan bahwa ia akan pergi mengunjungi orang tuanya di tempat yang jauh. 

Perasaanya hanya mengatakan jangan biarkan dia pergi. Si wanita amat takut, rasanya seperti akan kehilangannya untuk selama-lamanya.

Recto Verso Dee Lestari


Firasat Sang Wanita

Hingga akhirnya si wanita berkata (aku kutip dari buku):

"Bagaimana kita bisa tahu sesuatu firasat atau bukan?”

“Kamu harus cek ke dalam, dan cek ke luar. pesan yang sama biasanya datang berulang. lewat suara hati, atau gejala alam. dan biarpun pikiran kamu ingin menyangkal, seluruh sel tubuh kamu seperti sudah tahu.’


“Lalu… kalau saya tidak suka dengan yang dikatakan firasat saya, lantas apa?”

“Kamu hanya perlu menerima. ketika belum terjadi, terima firasatnya. ketika sudah terjadi, terima kejadiannya. menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.”

“Perlu saya memperingatkannya? kalau saya kasih peringatan pada orang yang bersangkutan, kejadiannya bisa batal kan?”

“Batal atau tidak, yang memang harus terjadi akan terjadi. kalau kamu rasa perlu memperingatkan, pasti kamu akan dimampukan. tapi kalau ternyata tidak perlu, sekuat apapun kamu kepingin, kamu tidak akan bisa.”

“Untuk apa seseorang mengetahui sesuatu kalau memang tidak ada yang bisa diubah?”

“Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu. 

Refleksi Diri

Lalu setelah membaca narasi kisah lagu firasat ini, membuat aku pun bertanya:

Lalu, untuk apa? 
Untuk apa diberi pertanda jika ternyata tak bisa mengubah apa-apa? 
Untuk apa tahu sebelum waktunya? 

Memang tidak mudah menerima pertanda, menerima diri kita yang dikirimi pertanda, dan menerima hidup yang mengirimkan pertanda. Firasat tidak menjadikan kita lebih pandai dari yang lain. seringkali firasat justru menjadi siksa.”

Lalu bagaimana endingnya? Benarkah itu sebuah firasat buruk atau hanya rindu karena akan ditinggal si lelaki berkunjung ke orang tuanya yang hanya seminggu?

Silahkan dibaca sendiri ya kalau penasaran dengan akhir dari kisah ini. Yang pasti endingnya pun tidak tertangkap dengan jelas kalau hanya dengar dari lirik lagu ngehits ini, tapi harus baca narasinya di buku. 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darurat Literasi Digital di Indonesia

Literasi Digital adalah kemampuan dasar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang terhubung dengan dunia maya, - Angrumaoshi - Sumber : www.pixabay.com Pengertian Literasi Digital Pernah dengar Literasi Digital? Jujur, aku pernah mendengarnya namun belum paham 100%. Kalau literasi keuangan/finansial dan literasi baca tulis sudah cukup sering ya mendengarnya. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Literasi Digital, aku mau mengutip terlebih dahulu mengenai pengertian dari literasi yang disebutkan di wikipedia. “ Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. ” Nah ternyata, literasi itu ada banyak jenisnya. Salah satunya adalah literasi digital. Tetapi apa saja sih jenis-jenis literasi itu, berikut jenis litera

Perawatan Wajah di ZAP Clinic saat Pandemi

ZAP Clinic Review Aku sudah lama sekali tidak perawatan wajah selama pandemi, baik itu ke salon atau ke klinik. Aku membayangkan harus membuka masker saja, sudah membuatku urung untuk melakukan perawatan wajah di luar rumah.  Namun ada saatnya perawatan wajah tidak dapat dilakukan di rumah saja.  Ini pertama kalinya aku mencoba di ZAP Clinic. Letaknya yang dekat dengan food court di lantai 2 Grand Galaxy Park ini, sangat strategis sehingga membuatku sudah sering sebenarnya melewatinya, namun belum kesampaian untuk mencobanya sebelumnya.  ZAP Clinic Grand Galaxy Park  Akhirnya walau masih pandemi aku memberanikan diri untuk treatment wajahku di ZAP Clinic Grand Galaxy Park (GGP) Bekasi. Mall yang tidak begitu ramai dan juga protokol kesehatan di ZAP Clinic yang sangat terjaga. Kebayang gak, pakai masker tapi ditreatment wajahnya, bisa loh ternyata. ZAP Clinic Ruang Treatment Tips dan Alur Perawatan di ZAP CLinic Booking Jadwal Sebaiknya kamu booking dulu nih, Jangan langsung go show khu

Hidup di Perantauan (Part 2)

Pada artikel sebelumnya Hidup di Perantauan (Part 1) , aku sudah sharing 2 tips ala diriku Angrumaoshi cara bertahan hidup di Perantauan. Masih mau merantau? Sudah siapkah merantau? Berikut aku tulis ulang ya keseluruhan tips supaya teman-teman tidak terlupa. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi. Make a  friend (Perbanyak kenalan). Prepare your savings (Siapkan dana darurat). Know your new place (Kenali daerahmu). Less Goods is Good (Perhatikan efisiensi dan efektifitas barang yang dimiliki). Learn the Language (Belajar bahasa lokal). 3. Know your place (Kenali Daerahmu) Via Google Maps dan Google Earth Di era digital seperti ini, sangat terbantu ya untuk mengenal daerah tujuan rantau kita, bahkan sebelum kita menginjakkan kaki disana. Kita dapat memanfaatkan google maps termasuk juga google earth. Kita dapat melihat-lihat situasi secara real di lokasi daerah rumah tempat kita tinggal di perantauan.  Begitu pula kita dapat melihat fasilitas umum terdekat seperti rum

Akhirnya, Berani Berwisata Lagi (Air Terjun Klenting Kuning) di Kabupaten Semarang

  Awal Mula Berwisata Kembali Sudah beberapa bulan ini sejak Februari 2020, aku dan keluarga berada di rumah saja. Sudah penat rasanya. Ingin rasanya berjalan-jalan berwisata seperti yang sering kami lakukan saat akhir pekan.  Sekarang sudah masuk bulan September 2020, jadi sudah 6 bulan. Waktu yang terasa sangat lama. Kami benar-benar tidak pergi keluar kota bahkan ke mall pun tidak. Anak-anak pun benar-benar di rumah saja. Sekolah juga hanya via daring.  Ayahnya sebenarnya sudah kerap kali mengajak kami untuk berwisata. Wisata yang pada akhirnya hanya berputar-putar saja keliling kota atau ke kota sebelah namun benar-benar tidak turun dari kendaraan. Fiuh apa asyiknya seperti itu. Semangat kami langsung ciut ketika mendapati penuhnya parkiran tempat-tempat wisata tersebut dan banyaknya orang-orang berlalu lalang tanpa masker.  Tetapi akhirnya hari minggu kemarin 6 September 2020, sang ayah kembali mengajak kami keluar rumah. Aku pun sudah pesimis saja, pasti hanya berputar-putar saja

Angrumaoshi.com, Tempatmu Bercerita Kehidupan

Aku rutin menulis itu, dimulai 3 tahun yang lalu. Bukan menulis laporan atau riset di kala bekerja, namun menulis tentang apa yang ada di pikiranku tentang kehidupan di sekitarku. Tentang pikiran orang-orang memandang kehidupannya. Kutuangkan semua di blog aku, angrumaoshi.com. Tempatmu bercerita kehidupan, disitulah aku menyimak dan menuangkannya ke dalam tulisan penuh makna, -angrumaoshi.com- Hidup di Perantauan   Tahun 2017, aku pindah ke Semarang. Di Semarang ini bisa dibilang aku tidak punya kenalan siapa pun. Aku ikut merantau ke kota lumpia ini bersama suamiku, karena Suamiku dipindahtugaskan di kota ini. Aku pun melepas kehidupanku di Jakarta meninggalkan semua teman-temanku di sana dan bisa dibilang aku memulai hidup baru disini memulai dari nol.  Peran ku pun berubah dari yang sebelumnya seorang working mom suka lembur dan terbang ke sana ke mari menjadi seorang full time stay at home mom dengan dua anak yang masih berusia dibawah 3 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana perubahan

Selamat Datang Vaksin Virus Corona untuk Indonesia

Andaikan vaksin virus corona telah tersedia jauh-jauh hari, tentunya kita tidak akan pusing dan merasa takut yang berlebihan dengan corona seperti setahun terakhir ini. Untungnya banyak negara dan perusahaan farmasi berlomba-lomba dan giat untuk menciptakan vaksin untuk covid-19.  Sudah banyak nama-nama vaksin covid-19 yang siap beredar disebutkan pada berita seperti   vaksin moderna , vaksin Bio Farma (Persero), vaksin Astra Zeneca-Oxford, vaksin Sinopharm, vaksin Pfizer-BioNTech, dan vaksin Sinovac. Indonesia pun akan menggunakan keenam jenis merk vaksin ini. Bahkan vaksin Sinovac sudah datang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Tiap-tiap vaksin mempunyai harga yang berbeda-beda. Begitupun dengan efek samping yang menyertainya. Bahkan bagi yang memiliki alergi disarankan juga untuk berhati-hati dalam memilih vaksin yang sesuai untuk tubuhnya.  Sumber gambar : www.pixabay.com Tak terasa sudah hampir setahun covid-19 bersama kita. Dalam hitungan hari pun tahun juga

Balada Si Roy, Film Layar Lebar Perdana IDN Pictures

  Jangan percaya terhadap cinta, karena itu akan menjajah hidup kamu! begitu kata Roy. Seorang petualang jiwanya tidak bisa dimiliki, karena dia butuh inspirasi. Kalau jiwanya sudah diikat, berarti dia akan beku dan mati. Baginya, cinta bukan berarti harus menjadi jangkar dalam hidupnya. Balada Si Roy ke Layar Lebar November 2020 lalu, IDN Pictures telah mengumumkan bahwa akan mengangkat Novel lawas Balada Si Roy ke layar lebar sekaligus menjadi proyek perdananya dengan Fajar Nugros sebagai sang sutradara dan Susi Susanti sebagai produsernya. Sumber : IDN Media Bagi generasi milenial atau pun generasi Z tentunya mungkin masih terdengar asing dengan novel yang berjudul Balada Si Roy. Padahal novel Balada Si Roy ini sangat terkenal di masa tahun 80-90an.  Coba deh kamu tanya ke Ibu/Bapak kamu atau tante/om kamu pasti tau tentang kisah Balada Si Roy ini. Novel lawas Balada Si Roy ini merupakan karya dari Gol A Gong yang merupakan nama pena dari  Heri Hendrayana Harris , seorang sastrawan

Tempat Hang Outku di Pringsewu Kota Lama Semarang bersama Blogger Gandjel Rel

Sebenarnya aku sudah tidak asing dengan restoran #pringsewu ini. Pringsewu group ini, restorannya tersebar di sepanjang jalur pantura dan saat ini juga tersebar di sepanjang jalur rest area tol trans jawa. Aku biasa makan di pringsewu rest area atau tegal/pemalang ketika perjalanan semarang-jakarta begitu pula sebaliknya. Namun aku baru mengetahui kalau ada pringsewu juga di kota lama Semarang ini. Pertama kali aku mengetahuinya saat berkunjung ke Sam Pho Kong dan diberikan voucher diskon saat akan meninggalkan lokasi. Aku pun penasaran ingin mencoba. Gayung pun bersambut, tak lama ada undangan dari komunitas keren #GandjelRel yang akan berulang tahun ke4 dirayakan disana. Aku sebagai member baru yang baru join, senang sekali plus dapat menghilangkan rasa penasaranku dengan pringsewu yang di kota lama ini. Aku sebenarnya adalah pendatang di kota lunpia ini dan sudah jatuh cinta dengan kota ini. Kota lama yang apik dengan taman sri gunting untuk foto-foto, di sebelah ge

Narasi dari Papua, Sebuah Sumbangsih Freeport Indonesia kepada Masyarakat Papua

Siapa yang tak kenal dengan PT. Freeport Indonesia. Hampir semua orang mengetahui tentang perusahaan tambang besar di bumi papua Indonesia ini. PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia yang melalukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.  Walau hampir semua orang mengetahui PT Freeport Indonesia, namun belum tentu mengetahui tentang kontribusi Freeport baik kepada masyarakat langsung di sekitar lokasi tambang atau pun kontribusi dalam rangka meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.  Berdasarkan sifatnya, kegiatan pertambangan bagaimanapun akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Tapi Freeport Indonesia telah melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak tersebut dan memastikan dampak tersebut tidak berlangsung dalam jangka waktu lama. Untuk itu Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan identifikasi, memahami, mem

Hidup di Perantauan (Part 1)

LIVE THE ADVENTURE Menginjak usia dewasa muda mungkin bahkan remaja akan muncul keinginan merantau ini. Sekolah merantau   ke kota sebelah atau ke negeri tetangga. Entah dilandasi alasan ingin mandiri atau ingin bebas saja tinggal terpisah dari orang tua, rasa ingin berkelana mencoba merasakan dunia baru biasanya menggebu. Bagi yang sudah bekerja juga dapat dihadapkan pada pilihan untuk merantau mengikuti tempatnya bekerja. Bagi pasangan suami istri, merantau juga akan menjadi pengalaman tak terlupakan karena mereka akan sangat mengandalkan satu sama lain di tempat baru dimana tiada sanak saudara ataupun teman. Apapun alasan kamu untuk merantau itu, dapat aku katakan hidup di perantauan itu akan penuh dengan tantangan. Segala sesuatunya baru di matamu. Live The Adventure 🙂. 5 Tips Cara Bertahan Hidup di Perantauan Ala Angrumaoshi.   Make a  friend (Perbanyak kenalan)   Prepare your savings (Siapkan dana darurat) Know your new place (Kenali daerahmu)  Less Goods is Good