Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Ketika Belanjaan di Tangan Banyak, Lalu Melintas Bapak Tua Yang Mendorong Gerobaknya

Kan udah biasa ya promo buy 2 get 1 free atau buy 1 get 1 free. Aku paling doyan kalau pay 1 get 2 free... Yippie... Sebenarnya ya buy 2 get 1 free itu sama dengan diskon 30% dan buy 1 get 1 free = diskon 50% dan pay 1 get 2 free itu = diskon 70%. Tapi lebih menjual dan menggugah pendirian kan kalau dengernya beli 1 gratis 2??? Akhirnya aku pun mendatangi baju-baju yang dipasang promo pay 1 get 2 free... Beda dengan biasanya yang diletakkankan di box dengan tumpukan cukup berantakan, jadi agak usaha ya untuk memilih yang oke2. Kali ini semua masih di hanger sehingga memilihnya pun nyaman. Daaaaaan baju pesta anak ini. Walau sebenanrnya tidak butuh 3 ya... Namun boleh lah kupilih-pilih untuk ultah si kakak februari besok dan untuk dateng kondangan jika ada undangan pernikahan atau ketika ada konser piano. Akhirnya setelah pilah-pilih lumayaaaaan dapat bagus-bagus cukup 200rban saja bisa dapat 3 baju. Senangnya hatiku dan juga anakku yang uda bolak-balik memcoba bajunya di kamar pas se…

Mahasiswa Nyambi Driver Online (part 1 Investasi)

Aku sudah terlambat untuk hadir di acara wisuda. Mengingat mencari parkir akan memakan waktu cukup lama maka kuputuskan untuk memesan mobil online. Kebetulan banget ada mobil di dekat rumah ini kulihat di peta. Akhirnya kuorder. Kumencari kok tidak ada tanda-tanda ada mobil online hingga ada anak muda keluar melihat jalan dari seberang rumahku. Ternyata dia driver mobil onlinenya. Tak pernah kulihat sebelumnya anak ini. Aku berpikir mungkin anak/cucu dari tetanggaku.Ternyata dia adalah keponakan yang berasal dari Tegal. Sedang berkunjung ke rumah Omnya yang tinggal disini. Tetanggaku ini juga orang Jakarta sama-sama merantau disini. Bedanya Bapak ini tinggal sendiri, anak dan istrinya di Jakarta. Beberapakali istrinya datang menginap seminggu-2minggu. Anaknya juga sudah kuliah di Jakarta sana. Kembali ke anak muda ini, dia ternyata kuliah di Semarang ini. Dia mengabil jurusan IT di salah satu kampus swasta dan sudah masuk semester 7. Sebentar lagi lulus. Mobilnya cukup bagus kulihat, …

Kegemaranku Minum Susu Sepanjang Usiaku

Masih teringat dengan jelas waktuku kecil ketika berkunjung ke rumah nenek di Solo. Kala itu setiap pagi ada yang mengantar susu di dalam botol masih hangat. Persis seperti yang kulihat di kartun Disney, setiap pagi ada yang mengantarkan susu ke rumah.
Sebelumnya tidak pernah aku melihat seperti itu. Susu ya beli di supermarket. Susu bubuk kotakan atau kalengan diseduh air hangat diaduk lalu diminum atau dimasukkan kulkas supaya dingin. Atau ya susu kotakan UHT fresh milk dingin yang lagi-lagi yaa beli di supermarket.
Sejak pengalaman saat itu di rumah nenek. Susu segar hangat tersebut beda rasanya dengan susu yang biasa disediakan ibu yang dibeli di supermarket dan rasanya enak sekali. Sayangnya ketika kembali ke Jakarta tidak ada tuh penjual susu hangat fresh seperti itu yang dapat diantar ke rumah.
Waktu pun bergulir hingga aku kini telah mempunyai anak dan tinggal di Semarang. Ternyata jika di Jawa banyak yang menjual dan dapat diantar ke rumah masih hangat oleh penjual-penjual …

Senam Pagiku Dulu dan Sekarang

Dulu itu di kantorku setiap selasa dan jumat itu adalah hari olahraga. Jam 7-9 pagi kita dibebaskan untuk berolahraga apa saja dan dimana saja. Sepanjang jam 9 sudah kembali ke meja kerja. Banyak pilihan olah raga disekitar kantorku ini. Bisa jalan ke monas, lari mengitari monas,bersepeda berputar-putar di daerah gajah mada-pecenongan dan sekitarnya bahkan ada beberapa temanku yang berenang di hotel dekat kantor sini. Kantor juga sebenarnya menyediakan berbagai fasilitas diantaranya meja pingpong, alat fitnes seperti treadmill, sepeda statis dan angkat beban. Lalu sebulan sekali juga ada senam bersama memanggil instruktur senam yang oke banget. Aku dulu sebenarnya cukup senang dan rutin memanfaatkan waktu olah raga ini khususnya jika ada senam. Namun seiring macetnya menuju kantor aku sering terlewat senam ini. Aku bahkan sampai menitipkan juga sepeda lipatku di parkiran kantor untuk kugunakan saat jam olah raga ini. Namun kesibukan pekerjaan dan seringnya kegiatan di luar kantor me…

Wisuda Akbar, Matrikulasi Batch 6 Jateng 1 Institut Ibu Profesional

Tak terasa hampir 6 bulan kebersamaan bersama dalam program matrikulasi ibu profesional. 3 bulan intensif belajar bersama via google class lalu kami mempersiapkan acara wisuda akbar wilayah jateng 1 yang meliputi Salatiga, Semarang, Jepara dan Pati yang Alhamdulillah dapat terselenggara dengan sangat baik pada hari Minggu lalu. 


Pada acara wisuda yang mengambil tema Ibu pembelajar, anak terpelajar ini berkesempatan hadir narasumber yang keren abis dimoderatori oleh moderator yang juga oke banget.
Narasumber pertama adalah Ibu Ellen Kristi, seorang penggiat homescholler dengan metode Charlotte Mason yang sebelumnya telah berkarya menjadi abdi negara (PNS) selama 10 tahun. Ibu keren ini juga telah menuliskan sebuah buku berjudul "Cinta Yang Berpikir". Pada kesempatan kali ini Ibu Ellen berbagi ilmunya tentang ilmu apa saja yang harus dipersiapkan dan dipelajari ketika menjadi seorang ibu. 
Ilmu-ilmu tersebut dimulai dari memahami bahwa seorang anak adalah seorang pribadi yang…

Peran Keluarga dalam Edukasi Dini tentang Narkotika di Sekitar Kita

Ketika anak mulai sekolah dan tak perlu ditunggu lagi (padahal baru TK dan PAUD). Mama mulai bisa berkelana mencari ilmu untuk meningkatkan kapasitas diri. Ada teman mengajak untuk datang pada acara "Strategi Pengurangan Dampak Buruk NAPZA Berbasis Keluarga", yang diadakan oleh Dinas Sosial Pemerintah Kota Semarang yang kebetulan diadakan pas jam sekolahnya anak-anaknya.
Meluncurlah menembus 10km via ojek online cukup 11rb saja berbekal banyak voucher yang belum dipakai, setelah mengantar anak-anak sekolah. Sesampainya disana pas sekali belum ketinggalan sesi sharing dari salah seorang ex-user yang saat ini, Alhamdulillah sudah lepas dari kecanduan NAPZA (Narkotika dan Zat Adiktif lainnya).

Sebut saja Mr. X, ia bercerita awal mula berkenalan dengan NAPZA masih berusia dini, ia mengambil puntung rokok sisa bapaknya dan mengisapnya. Sesimpel itu dia berkenalan dengan zat adiktif nikotin dari rokok. Lalu dari pertemanan akhirnya dia mencoba narkotika dan segala macam jenisnya m…

Ketika Orang Yang Disayang Terkena Depresi

Pernahkah terbayang jika seseorang yang kita sayang terkena depresi. Bukan Anda, namun orang yang dekat dengan Anda yang sangat Anda sayangi. Apa yang akan kita lakukan? Apa kita merasa kecolongan? Apakah kita pun turut merasa bersalah hingga tak menyadari bahwa seseorang yang kita sangat pedulikan dapat berkubang dalam jurang depresi hingga sulit bangkit kembali? Kemana kita? Abaikah kita?


Depresi sering kali kita dengar akhir-akhir ini. Sudah banyak public figure yang mengakhiri hidupnya karena depresi ini. Sebut saja mulai dari pelawak kondang Robin Wiliams, penyanyi terkenal Chester Bennington dan Chris Cornell, Kim Jonghyun telah menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2017 lalu. Yang baru saja Awkarin juga memposting video pada channel youtubenya yang menegaskan bahwa dia juga pernah terserang depresi. Video berdurasi 45 menit ini cukup menyita banyak perhatian netizen. Sudah banyak contohnya, bahwa depresi dapat menyerang siapa saja pada berbagai kalangan usia di belahan bu…