Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Toleransi di Indonesia Saat Ini

Toleransi di Indonesia saat ini, kurasakan semakin memudar. Toleransi yang dulu semenjak kecil digaungkan baik melalui pendidikan formal di sekolah atau melalui praktik sehari-sehari di kehidupan nyata pada sekitarku, sangat mudah ditemukan dan kurasakan. 
Namun kini setelah aku dewasa, berkeluarga dan di masa reformasi yang telah lebih dari 2 dekade ini, toleransi ini entah seperti menguap. Perbedaan-perbedaan kecil dibuat semakin meruncing. Bahkan yang pada awalnya kita tidak merasakan perbedaan itu dibuat merasa bahwa kini kita berbeda. 
sumber : www.pixabay.com
Aku jujur sedih. Mengapa sekarang menjadi seperti ini. Entah mengapa perbedaan pandangan politik dapat berujung pada ketidakharmonisan hubungan keluarga. Entah mengapa pula perbedaan agama atau bahkan dalam agama yang sama juga dapat menimbulkan friksi-friksi dalam hubungan antar manusia. Semuanya merasa pilihannya adalah yang paling benar. Berbeda berarti salah. 
Aku mengalami sebelum masa reformasi walau saat itu masih anak-a…

Sudah Tua masih Mau Sekolah? Ada lho beasiswanya ke Belanda.

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/11/26/beasiswa-ke-negeri-orange-tak-batasan-usiaSimak tulisanku yang dimuat pada situs goodnewsfromindonesia yaaa. Sebelum membaca lanjutannya dibawah ini. Kali ini tentang beasiswa yang tak berbatas usia. Mempunyai mimpi untuk mengenyam pendidikan di negeri orang bukan hanya milik anak-anak muda saja. Usia setelah kepala 3 atau bahkan kepala 4 mungkin masih menyimpan asa untuk mengejar gelar master ataupun gelar Phd. Banyaknya beasiswa yang memberikan persyaratan usia untuk melamarnya menyurutkan asa orang-orang yang sudah tidak muda lagi. Seakan hak untuk belajar dengan beasiswa hanya milik anak-anak muda saja. Namun akhirnya kutemukan beasiswa  penuh yang tanpa batasan usia untuk menggapai gelar master. Bahkan untuk freelancer pun dapat mencoba untuk melamar beasiswa ini sepanjang telah bekerja selama 2 tahun. Fresh Graduate pun juga welcome to apply. Beasiswa itu adalah Beasiswa Stuned atau beasiswa untuk studi di Belanda yang diberikan ol…

Apakah Fresh Grad Siap Terjun Bekerja dalam Dunia Nyata?

Aku pernah menjadi fresh grad yang langsung bekerja setelah lulus (bahkan sebelum ijazah di tangan). Aku juga pernah mempunyai rekan kerja fresh grad dan bekerja sama dalam satu tim. Aku pun juga pernah membimbing para fresh grad layaknya aku seorang mentor bagi mereka. Bahkan aku juga pernah melihat para fresh grad  ini setelah dibekali training beberapa waktu langsung mempunyai bawahan yang umurnya jauh diatas mereka dengan waktu pengalaman bekerja yang lama walau jenjang pendidikan mereka dibawahnya (D3/SMK).

Apakah para lulusan universitas ini langsung siap terjun berkarya di dunia kantoran? Apakah performanya langsung bersinar secemerlang IPKnya? Apakah langsung dapat menyesuaikan dengan atasan, bawahan dan rekan kerjanya, bekerja bersama-sama bahu membahu menggapai goal perusahaan? Apakah perusahaan puas dengan kinerjanya? Siap pakaikah mereka di dunia pekerjaan ini?

Aku yang pernah mengalaminya, ingin berbagi sedikit sudut pandang. Ketika baru lulus dan sudah dapat bekerja di …

Hidup Sehat, Pentingnya Kesehatan Jiwa

Hari Kesehatan Jiwa Dunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Walau sudah berselang lebih dari sebulan, pembahasan mengenai kesehatan jiwa tetap harus diperbincangkan. Mens Sana in Corpore Sano merupakan semboyan yang sudah sering kita dengar, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jadi sangat erat kaitannya antara tubuh yang sehat dengan jiwa yang sehat. Namun perlu dimaknai bahwa bukan berarti dengan tubuh sehat maka otomatis jiwa pun sehat. Kesehatan jiwa juga harus kita rawat. Berbeda dengan kesehatan badan yang jika sakit akan menunjukkan gejala yang berarti seperti pusing, demam, atau batuk. Orang sekitar kita pun akan menyadari bahwa kita sedang sakit. Kesehatan jiwa terkadang tidak terlihat gejalanya. Sehingga orang sekitar tidak menyadari bahwa orang tersebut sakit. Pun jika ada menunjukkan gejala biasanya abai terhadap gejala tersebut hingga fatal akibatnya. Penyakit apa yang rentan menggerogoti kesehatan jiwa? Salah satunya adal…

Sehat Jiwa Raga? Kamu pasti bisa!

Hari gini sehat badan belum tentu sehat jiwa, namun sehat jiwa biasanya sehat badannya. Jadi ada benarnya juga tentang slogan Mens Sana In Corpore Sano yang artinya di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jiwa yang sehat tidak dapat dipisahkan dari keberadaan badan yang sehat. Jadi menjaga badan untuk tetap bugar dan sehat juga salah satu cara untuk tidak mengundang penyakit yang menyerang mental ini untuk datang. Mau donk badannya sehat namun jiwanya juga sehat. Berikut beberapa tips dan trik yang dirangkum dari berbagai sumber dan narasumber baik pelaku ataupun dokter spesialis kejiwaan untuk menjaga jiwa tetap sehat di kehidupan nyata yang semakin menantang ini :1. Berolahraga teratur
Sesibuk apa pun anda usahakan dapat berolahraga secara teratur setiap harinya minimal 30 menit. Olah raga tidak harus ke gym atau berganti baju olah raga atau yang berat seperti lari/tennis/basket/badminton/renang. Olah raga ringan dapat dilakukan di kubikel Anda bekerja atau pada saat kelu…

Pekerjaan Pertamaku, Pekerjaan Impianku?

Salah satu fase kehidupan yang biasanya dialami oleh orang banyak adalah selesainya tahapan belajar di bangku formal. Bisa itu wisuda setelah kuliah atau tamat SMU. Setelah fase ini, diharapkan para lulusan ini dapat bekerja dan hidup mandiri. Tidak lagi bergantung kepada orang tua atau keluarga. Bahkan mungkin mulai mempersiapkan diri untuk memulai keluarga kecilnya sendiri.Bagaimana kita bisa mendapatkan pekerjaan idaman kita? Apa saja yang harus dipersiapkan? Teman-teman para lulusan baru yang sedang bersiap mencari pekerjaan pertamanya baiknya membaca tips berikut ini:1. Pekerjaan pertama jangan asal, nanti menyesal. Jika memang ingin menyalurkan ilmu yang sudah dipelajari di bangku sekolahan, maka lamarlah pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. Namun jika itu bukan masalah, melamar pekerjaan yang tidak sesuai juga tidak apa-apa seperti misalnya management trainee, karena biasanya akan ditraining dengan intensif terlebih dahulu.2. Lamarlah pekerjaan di perusahaan …

Pemilu di Depan Mata, Masihkah Terulang?

Jika melihat jauh ke masa-masa zaman penjajahan Belanda. Sering kali kita mendengar bahwa strategi yang digunakan Belanda adalah devide et impera atau strategi memecah belah kesatuan yang ada. Hal ini terbukti efektif dengan banyaknya jatuh kerajaan-kerajaan baik kecil maupun besar ke dalam kekuasaan Belanda saat itu. Belanda akhirnya dapat menguasai Indonesia hingga 350 tahun lamanya sejak kedatangannya pertama kali di Batavia pada tahun 1600an. Strategi memecah belah kesatuan ini pelan tapi pasti saat ini juga tengah mengintai bangsa ini. Perbedaan pandangan politik, bahkan perbedaan apa pun diruncingkan sehingga membuat terpecah belah menjadi kelompok-kelompok yang berbeda-beda dan membenci satu sama lain. Belum lagi hembusan HOAX yang setiap detik berseliweran di dunia maya, di ruang-ruang silahturahmi kita bersama teman-teman yang dapat membuat kita semua saling ejek hingga akhirnya membenci dan memutus tali silahturahmi.Hal ini tidak hanya memakan korban orang-orang dewasa, bahk…

Depresi? Kenalan yuk dengan Endri dan dr. Andri

https://mydailylifeotherstory.blogspot.com/2018/11/depresi-kenalan-yuk-dengan-endri-dan.html?m=1
Dalam kehidupan ini ada suka ada lara. Jika berduka terlalu lama hingga tidak mempunyai semangat hidup lagi bahkan datang pikiran untuk ingin mengakhirinya, maka depresi telah mengintai.
Mengamati kehidupan dari berbagai sudut pandang merupakan salah satu yang aku gemari. Mencoba memposisikan diri pada kondisi orang-orang dan berusaha menyelami pikiran serta alasan dibalik dari yang dilakukannya juga sangat menarik untuk dipahami.
Seringkali stigma tentang orang yang terkena depresi itu diberikan oleh masyarakat umum karena kurangnya rasa bersyukur, agamanya tidak kuat, orangnya lemah bahkan dianggap gila.
Stigma inilah yang membuat orang-orang yang merasa depresi makin merasa sendiri, makin merasa tidak berguna dan malu terhadap dirinya sendiri. Masyarakat pada umumnya juga tidak peduli bahkan cenderung mencemooh dengan melabelkan stigma diatas. Hanya orang-orang yang menyayangi dan pedul…

Hidup Sehat, Tips Cocok Ala Saya dalam Menghadapi Flu dan Batuk

Kesehatan itu adalah anugrah yang paling indah. Namun sering dipandang sebelah mata. Menjalani kehidupan ini tanpa kesehatan tentunya adalah hal terakhir yang diinginkan oleh manusia. Segala sesuatunya menjadi runyam jika hidup kita sakit. Sakit yang ringan sekalipun dan sering menghampiri kita.

Flu dan Batuk itu merupakan salah satu penyakit yang sering sekali mampir pada keluarga saya. Dan jika salah satu sudah terkena flu dan batuk ini, maka dapat dipastikan satu demi satu anggota keluarga akan ikutan flu dan batuk. Seringnya bergantian.

Jadi, misalnya yang pertama sakit flu adalah si kakak, maka tak lama kemudian si adik juga ikutan flu. Kakak mulai sembuh flunya lalu berlanjut batuk. Ketika kakak sembuh, adik mulai batuk, dan sang ibu pun merasa tak enak badan akhirnya ikut tertular juga kemudian sang ayah pun juga tertular. Begitu seterusnya hingga seperti lingkaran setan tak putus-putus flu dan batuk ini hinggap di rumah kami.

Kami akhirnya mempunyai cara jitu untuk mengusir fl…

Hadirnya Buah Hati dan Perlengkapan Bayi demi Keamanannya Saat Berkendara (Baby Car Seat)

Aku teringat saat hadirnya buah hatiku yang pertama, menjadi seorang mom beberapa tahun yang lalu. Segala perlengkapan bayi aku siapkan bersama suamiku. Ternyata cukup besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli segala wishlist untuk bayi kami. Termasuk di dalamnya yang cukup menguras kantong adalah baby car seat. Akhirnya baby car seat pun tidak menjadi prioritas bagi kami saat itu untuk dibeli.





Sesosok bayi mungil akhirnya hadir ke dunia ini. Kehidupan barunya telah dimulai. Kami berdua orang tuanya sangat bersuka cita atas kehadirannya. Lalu tiba saatnya kami membawanya pulang. Bagi kami yang baru kali ini mempunyai bayi, ternyata mobilitas bayi itu cukup padat untuk keluar rumah. Khususnya untuk hal-hal yang wajib seperti kontrol ke dokter anak untuk imunisasi setiap bulan sekali hingga usianya 9 bulan (untuk imunisasi wajib).

Kadang untuk mobilitas keluar rumah bersama bayi ini, aku dihadapkan pada situasi tidak ada yang menemani. Nah, pada saat itulah aku baru merasakan bu…

#KAI Perjalanan Ke Bandung demi Survey Tempat Kuliah Idaman

Aku saat itu duduk di bangku kelas 3 SMU. Berdebar-debar rasanya membayangkan bahwa sebentar lagi akan berkuliah. Aku bersama teman-temanku, para perempuan tangguh mempunyai mimpi yang sama ingin dapat berkuliah di universitas negeri ternama. Salah satunya tentu, kampus di bandung yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pajajaran (Unpad).Kami pun berenam sepakat untuk survey kampus di bandung tersebut. Walaupun belum tentu kami akan memilih kampus tersebut nantinya, karena masih ada beberapa universitas negeri lainnya yang juga kami incar. Salah seorang nenek dari teman kami ada yang mempunyai kos-kosan di daerah kampus tersebut. Kami pun berencana untuk menginap disana, karena sedang ada kamar kosong. Perjalanan pun kami sepakati untuk menggunakan Argo Parahyangan.Saat itu belum ada tiket online seperti sekarang ini. Sehingga kami pun mengantri di stasiun untuk membeli tiket. Di depan kami terdapat beberapa anak laki-laki yang sepertinya juga seumuran dengan kami. Kaya…

#KAI Perjalanan Pertamaku ke Rumah Eyang Tanpa Ditemani Orang Tuaku

Pengalamanku bepergian tidak bersama orang tua ke rumah eyang di Solo, sangat berkesan. Kala itu, aku masih berumur 10 tahunan. Aku pergi bersama ke-empat saudara sepupuku yang juga seumuran ditemani oleh om dan tante yang merupakan orang tua dari kedua kakak beradik sepupuku.Kami berangkat bersama menggunakan kereta eksekutif Argo Lawu. Waktu itu kami berangkat pagi hari. Perjalanan kurang lebih memakan waktu 8 jam. Aku yang baru pertama kali naik kereta api tanpa orang tuaku, sama sekali tidak merasa cemas. Namun rasa senang sangat meluap-luap karena liburan ini akan aku habiskan bersama sepupu-sepupuku di rumah eyang. Orang tuaku melepas aku di stasiun hingga kereta berangkat meninggalkan peron berangkat menuju solo. Sejenak setelah kereta bergerak, aku yang memang aktif sejak kecil, sudah tidak sabar ingin menjelajahi kereta api ini. Akhirnya kami pun ijin ke om dan tante lalu berkelanalah kami menyusuri gerbong demi gerbong. Ternyata setiap gerbong sama isinya. Namun ada 1 gerbon…

Film Romantis "500 Days of Summer", Melihat Sisi Rapuh Seorang Pria Jatuh Cinta

Kuteringat akan sebuah film yang direkomendasikan oleh suamiku untuk aku tonton. Suamiku bukan pecinta film romantis. Jadi ketika dia sudah merekomendasikan film ini dan dia berkata, kamu pasti suka banget. Maka sudah dapat dipastikan filmnya tidak akan mengecewakan donk. Lalu aku pun menontonnya, dimulai dengan kisah seorang lelaki muda pekerja di suatu kantor lalu datang seorang wanita muda seorang pegawai baru disana. Seperti kisah pada umumnya, akhirnya mereka berdua dekat dan menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih.  Namun yang menjadi kekuatan dalam film ini adalah dibangun emosi penonton dari sudut pandang seorang lelaki yang sedang jatuh cinta. Disajikan 500 hari bersama Summer (si wanita) dari kacamata si pria dengan cukup detail. Aku sebagai wanita tak menyangka juga ternyata ketika pria jatuh cinta secara mendalam dapat seperti itu. Dunianya seperti hanya seputar Summer, mulai dari bangun tidur hingga terlelap tidur di malam hari.Sejak awal, memang tidak ada kesepakatan…

Buku Pemberian Ayahku, yang Mengubah Caraku dalam Menjalani Hidup.

Aku teringat ketika diminta oleh ayahku membaca sebuah buku berjudul "7th Habit for Effective People" karangan Steven Covey. Saat itu sepertinya aku masih duduk di bangku SMA. Buku ini merupakan salah satu buku psikologi dan pengembangan diri yang sangat populer sejak zaman tahun 1990an. Buku ini telah dialih bahasa juga ke dalam bahasa Indonesia dengan judul "7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif". Hingga saat ini telah dirilis edisi 25 tahun pada tahun 2014 yang sejak penerbitan pertamanya telah terjual puluhan juta eksemplar serta diterjemahkan dalam 38 bahasa. Tak heran ayahku menyuruhku membaca buku ini walau aku masih duduk di bangku sekolah saat itu. Setelah aku membacanya, buku ini memang bagus hanya saja aku sedikit kesulitan untuk mencernanya karena bahasa serta ilutrasi yang digunakan tidak sesuai dengan umurku saat itu. Lalu sempat kulihat buku berjudul yang mirip dengan buku ini yaitu "7 Kebiasaan Yang Sangat Efektif Bagi Remaja", dengan co…

Generasi Old Baby Boomers yang Berusaha Mengikuti Perkembangan Zaman

Aku mempunyai anak balita dan orang tua yang sudah masuk lansia. Jika aku bandingkan, lebih mudah anak balita untuk mengoperasikan smartphone daripada lansia. Aku butuh beberapa kali dengan sabar untuk mengajari kedua orang tuaku menggunakan handphone.Ketika ayahku masih ada, mengajari beliau menggunakan handphone merupakan suatu tantangan yang luar biasa. Padahal ayahku adalah seorang pembelajar sejati. Beliau banyak membeli buku bagaimana cara belajar internet. Beliau pun mulai belajar word dan mengetik. Namun belajar internet tidak semudah belajar word dan mengetik ternyata baginya. Terlalu banyak icon yang dapat diklik membuat bingung dan takut salah. Sehingga hingga akhirn hayatnya beliau pun tidak bisa menggunakan smartphone hanya dapat telepon saja menggunakan handphone biasa, itu pun yang tombol angkanya harus besar-besar. Sms pun sangat terbatas.Berbeda dengan ibuku. Ibuku yang usianya terpaut cukup jauh dari ayahku. Walau bukan tipe pembelajar namun agak lebih mudah diajari,…

Berkaca Pada Kehidupan Makhluk Hidup CiptaanNya

Merenungi arti akan sebuah kehidupan merupakan sebuah proses tiada akhir selama kita masih bernafas di bumi ini. Tidak hanya kehidupan orang-orang di sekitar kita atau pun kehidupan orang-orang sukses terkenal yang jauh dalam jangkauan yang dapat kita petik pengalaman hidupnya. Namun kehidupan di luar manusia, para penghuni alam liar termasuk tingkah polah para binatang pun juga sarat makna akan arti dan tujuan dari kehidupan ini.Aku cukup senang dengan binatang. Sudah beberapa kali aku memelihara binatang peliharaan dan mengamati tingkah polahnya. Kali ini aku sedang memelihara kelinci. Apa menariknya dari kehidupan dan tingkah polah kelinci? Binatang yang lebih banyak penggemarnya untuk dijadikan peliharaan adalah anjing dan kucing biasanya. Kelinci itu bisa berumur panjang, aku paling lama memelihara kelinci hingga berusia 7 tahun. Seperti manusia, binatang juga tidak suka dikurung dalam kandang (mereka suka lepas di alam bebas). Bedanya tanpa sadar kita sebagai manusia sering menc…

Perempuan Pekerja di Sekitarku

Pagi ini aku bersama para bunda TK Kakak, berkunjung ke dua bunda yang baru melahirkan. Berhubung rumahnya agak dekat dengan sekolahan maka kami memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju kesana. Nyatanya agak jauh ya, untungnya kontur jalanannya menurun. Berjalan kaki bersama-sama, berdua-dua sepanjang jalan menuju ke rumah bunda tersebut, membuatku menangkap banyak pemandangan yang jarang kutemui sebelumnya. Padahal hampir setiap hari aku melewati jalan ini ketika mengantar dan menjemput kakak sekolah dengan motor ataupun mobil. Dengan berjalan kaki, kami pun menyapa ibu-ibu atau para lansia yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Hal demikian tentunya tak bisa kami lakukan jika mengendarai motor atau pun mobil. Silahturahmi dan keramahan sangat terasa di bumi jawa ini. Tak berapa lama aku berpapasan dengan ibu berusia 40-50 tahunan yang membawa bakul berisi sayuran menawarkan sayurannya ke rumah-rumah yang dilewatinya sambil mengetuk pintunya. Kontur jalanan cukup menanjak. Dapa…

Mudahnya Menabung atau Berinvestasi Reksadana Secara Rutin

Hiduplah untuk hari ini, namun jangan lupa sedia payung untuk hari esok.

(sumber:www.pixabay.com)
Menyambung posting saya sebelumnya yaitu Sedekah Lalu Investasi/Menabung, bahwa sejatinya dalam pemasukan kita ada hak orang lain dan bagian untuk mempersiapkan masa depan kita selain tentunya untuk dinikmati saat ini.
Segera setelah menerima pemasukan bulanan dan sedekah telah kita tunaikan, maka pos selanjutnya adalah investasi atau menabung. Baru sisanya kita cukupkan untuk pos pengeluaran kita sehari-hari.
Lalu bagaimana dengan cicilan? Cicilan biasanya sudah dipasang autodebet pada tabungan kita untuk membayar cicilan pokok dan bunga kredit (bagi yang mempunyai kredit rumah/mobil/motor/tanpa agunan dan kredit lainnya). Sehingga begitu kita terima gaji bulanan dapat langsung dipotong untuk membayar cicilan tersebut.
Hal yang sama sebenarnya juga dapat kita lakukan untuk menabung atau investasi. Jadi begitu kita terima gaji bulanan, dapat langsung dipotong sekian rupiah untuk invest…

Ragam Kehidupan di Atas Bis Trans Jateng dan Semarang

Berkendara dengan kendaraan umum, akan memperluas pemahaman kita akan hadirnya beraneka ragam jenis dan rupa kehidupan di luar sana. Kali ini aku mengajak adik dan kakak berkeliling kota Semarang menggunakan Trans Semarang dan Trans Jateng. Apa bedanya? Trans Semarang hanya menghubungkan dalam kota Semarang sedangkan Trans Jateng menghubungkan dengan berbagai kabupaten Semarang di sekitar kota Semarang. Trans Jateng ada dengan trayek Bawen - Ungaran - Stasiun Tawang. Saat ini juga sudah ada tol dengan pintu keluar Bawen sebelum Salatiga dan setelah Ungaran, namun Trans Jateng ini melewati jalan non tol. Tarifnya cukup murah hanya 3500 dan 1000 untuk anak-anak. Cara pembayarannya pun cukup berbeda dibandingkan Trans Jakarta. Jika Trans Jakarta wajib menggunakan e-money yang di tap pintu masuk setiap halte, kalau disini tiket dapat di beli di halte atau di atas bus dengan penjaganya. Penjaganya membawa alat kecil seperti kalkulator yang dapat menggeluarkan tiket.Halte disini juga sangat…

Dermawan di Pagi Hari

Aku cukup sering mendengar cerita tentang orang-orang berderma. Namun baru kali ini aku melihat langsung dengan mataku sendiri di suatu pagi pada awal bulan November. Aku baru saja keluar dari pelataran lobby sebuah bank besar di kota ini. Ku melihat ada seorang ibu yang berjualan dengan sepedanya di tempat parkir. Ibu ini mengajak serta anaknya yang masih kecil yang terlihat berusia sekitar 4 tahun. Ibu ini berjualan gorengan, minuman sachet lengkap dengan termosnya serta bungkusan daun pisang atau kertas coklat yang berisi nasi untuk sarapan. Tak lama kemudian aku melihat seorang wanita muda berbaju hijau yang mirip dengan salah satu seragam pegawai bank syariah. Tak jauh dari bank besar ini memang ada cabang bank syariah tersebut. Wanita muda ini terlihat memilih dan mengambil beberapa bungkusan sarapan tersebut. Lalu membayarnya dengan selembar uang berwarna merah.Ibu penjual pun menyiapkan kembalian. Namun ditolak oleh wanita tersebut seraya berlalu menuju motornya. Sang Ibu penj…